RSS Feed

I Crying if you die because You save my life : 1S : Straight

Posted on

Title : I Crying if you die because You save my life

Genre : *dengarkan lagu Life SHINee*

Rating : PG

Type : Straight

Main Cast : Chikmi (YOU)

Support Cast : SHINee all member’s

Ket : Fanfiction book one

Credit Song : Life from SHINee

*

“Mwo? Jinja?”

“Yah.. kau memenangkanya Mi!”

“Umma.. kau sangat baik. Terimakasih kau telah menghadiahkanku ini,”

“Hm, kau pantas mendapatkan itu. Kau telah bekerja sangat keras dalam Ujian Semester satu mu,”

“Umma! Kau adalah umma yang terbaik yang pernah aku temui,”

***

Beginilah setelah setengah tahun kejadian itu. Uhm, mengingatnya memang menyakitkan. Selama aku hidup kertas ini adalah kado dari almarhum ummaku sebelum ia meninggal. Ia memberikanku sebuah tiket yang sangat aku dambakan sebelum ia meninggal dunia dengan tersenyum layaknya seorang bidadari. Kado ini belum pernah aku gunakan, karena ini adalah salah satu barang peninggalan terakhir darinya. Uhm,

“Chikmi, apakah kau benar-benar tidak mau menggunakan tiket ini? Lihat waktu exp. nya sudah mendekati,”

“Entalah cingu.. aku masih bimbang.”

Yah bagaimana aku tidak bimbang. Ini bukan sekedar kertas tiket biasa. Ini adalah kertas yang berukuran sedang dengan motif biru yang cukup menarik, kertas yang ku dambakan selama 1 tahun ini. Dan akhirnya aku mendapatkanya setelah aku berhasil meraih peringkat pertama saat ujian semester satu. Aku ingin sekali menggunakanya, rasa inginku sebenarnya lebih kuat. Tapi, ini tetap peninggalan ummaku dan aku harus menjaganya.

“Chikmi, lebih baik kau gunakan saja..”

“Ada alasan apa kau menyuruhku cingu? Ini adalah tiketku.. dan aku bermenentukan kapan dan mau kuapakan tiket ini.”

“Bukan begitu. Aku berpikir, bila aku jadi kau. Pasti ummaku bersusah payah mengorbankan tenaganya dalam bekerja membanting tulang untuk mencari uang membeli tiket ini untukmu, dan.. itu pasti menyakitkan untuknya bila kau tidak menggunakanya,”

Aku berpikir sejenak. Merenung kembali apa yang di ucapkan cinguku. Memang benar sih, tapi.. aku masih ragu.

“Ayolah gunakan! Ingat saja dalam dirimu! Ini demi Almarhum Umma-mu,”

*

Beberapa minggu ini aku terus memikirkan ucapan cinguku. Dengan mental yang siap aku akan menggunakan tiket ini. Sesekali aku selalu datang ke makam ummaku dan meminta maaf karena tidak bisa menjaga barang peninggalanya. Tapi rasa ingin ku lebih kuat.

“Apakah kau akan menggunakan tiket ini di liburan musim dingin?”

“Yah mungkin. Karena musim itu yang dekat untuk saat ini.”

“Hm, aku akan mendoakanmu baik-baik saja disana,”

“Terimakasih. Kau memang cinguku yang terbaik..”

Tiba dimana hari itu tiba. Aku ingat hari Jum’a tanggal 10 Dec 2010 aku pergi menggunakan pesawat Boeing 737 dengan kecepatan normal. Dengan cuaca yang mendukung, aku merasa ini hari yang cukup baik.

Sampai di bandara aku hanya bisa celingak-celinguk. Apakah aku menarik perhatian? Mengapa semua orang memandang kearahku…?

“Kau orang dari negara apa?” sapa pramugari disana dengan lembut sekaligus bertanya.

“Saya orang Indonesia, adakah yang bisa saya bantu?”

“Wah! Ternyata orang Indonesia. Terlihat dari pakaianmu yang tertutup dan bahasamu yang ramah. Kelopak matamu juga indah!”

“Terimakasih,”

“Bahasamu juga fasih.”

“Hm,” aku hanya tersenyum menanggapinya sampai ia pergi karena di suruh bertugas kembali.

Aku berjalan pelan sambil menggeret koperku dan tempat duduk. Karena kakiku sudah berasa pegal sekali.

“Duduklah disini…” terdengar suara lembut dari seorang namja dengan tubuh besar dan berbeda tinggi denganku beberapa centi.

“Terimakasih. Apakah kau tidak keberatan?”

“Tentu saja tidak, aku tidak apa-apa berdiri.”

“Tapi, tadi aku lihat kau baru saja duduk. Dan sepertinya aku mengganggu.”

“Tidak kok. Tenang saja, aku masih kuat untuk berdiri.”

“Terimakasih. Kau baik sekali,”

Menit demi menit aku hanya duduk diam terpaku. Membolak-balik kertas yang aku dapatkan saat di pintu masuk. Tempat aku menginap dengan harga yang cukup tinggi, melebihi kantung celanaku.

“Sedang apa noona?” tanya namja yang dari tadi berdiri.

“Jangan panggil aku begitu.. sepertinya kau lebih tua dariku,”

“Kalau begitu saeng! Sedang apa?”

“Uhm, aku mencari tempat untuk menginap.”

“Kau bukan orang sini?”

“Bukan… aku hanya… yah seperti layaknya turis.”

“Ohehehe… bolehkah ku tanya namamu?”

“Sam Chikmi imnida,.. cingu?”

“Kau memang benar dong saengku! Panggil aku dengan sebutan oppa saja… Lee Jin Ki imnida..”

“Oppa? Kau akan saya panggil begitu.”

Sekilas memang aneh. Apakah aku mengenalnya? Sudah lama aku tidak update tentang kpop? Kpopers apa aku ini? Apakah namja yang berada di depanku ini adalah artis? Atau dari salah satu boy band? Mungkin artis.. soalnya aku tidak mengenalnya, mengapa aku bisa melupakan semuanya dalam setengah tahun ini!

“Apakah kau tidak mengetahuiku?” ucapnya sambil duduk di sebelahku sesaat setelah orang di sebelahku angkat kaki dari tempat duduknya.

“Kau Lee oppa kan? Aku tau dirimu.. kau kan memperkenalkan diri padaku.”

“Um, kau sepertinya tidak mengenalku. Itu bagus!”

“Mengapa bagus? Apakah kau senang orang di sekelilingmu amnesia akan ingatanmu oppa?”

“Bukan begitu.. hanya saja ada alasan lain!”

“Boleh aku tahu itu?”

“Walau kau tidak aku beritahu. Kau akan mengetahuinya nanti!”

“Uhm, baiklah…”

Sejenak kami tidak berkata apapun lagi. Aku sibuk sendiri dan dia juga begitu. Melihat ekpersinya yang lucu saat menelefon membuatku mengingat sesuatu. Tapi apa?

“Kau menginap saja di rumah ku?”

“Di rumahmu?”

“Yah di rumahku. Disana kosong. Karena aku baru membelinya beberapa minggu yang lalu untuk aku tempati saat menikah nanti,”

“Kau sudah mempunyai calon istri oppa?”

“Tentu saja belum. Hanya persiapan…”

“Kau cekatan sekali!”

*

Sekarang aku terbangun di rumah cantik milik seorang Lee oppa yang baru saja aku temui kemarin. Entah mengapa aku langsung bisa percaya padanya? Apakah aku pernah mengenalnya sebelum itu?

“Chikmi kau sudah bangun!!!”

“Ya!”

Aku turun dengan perlahan menuju ruang makan. Melihat jendela besar yang menghadap jalan sudah terpenuhi oleh beberapa butiran salju yang mengkilap bagai krystal.

“Pakai baju hangatmu, sepertinya kau kedinginan…” ku tatap Lee oppa yang melempar jaket tebal kearaku yang sedikit mengigil dengan sedikit asap putih keluar dari mulutku.

“Oppa menginap disini?”

“Ti…dak! Aku tadi datang pagi-pagi untuk melihat keadaanmu,”

“Uhm, kau begitu perhatian.. siapapun yang menjadi istrimu itu sangat beruntung.”

“Hahaha.. terlalu cepat untuk memikirkan itu,”

“Memangnya oppa tinggal dimana jika tidak tinggal disini?” sambil menghirup susu coklat panas.

“Uhm, di dorm. Bersama empat dongsaengku yang lain..”

“Dorm? Aku pernah mendengarnya…”

“Asrama.”

“Ohehehe, kirain apa. Sepertinya senang jika punya dorm seperti itu.”

“Tidak juga. Kadang kita harus berbagi kamar. Berbagi makan, berbagi chanel tv, kamar mandi dan segalanya lalu… bla bla bla”

Aku terus mendengarkan semua curhatan yang Lee oppa katakn tentang dongsaengnya yang pintar memasak tapi cerewetnya tidak ketulungan, magnae nya yang selalu membuat onar dengan meminjam barang tanpa mengembalikanya, sebuah tatapan panas dari salah satu dongsaengnya dan suara merdu yang selalu mengigau pada malam hari dan membuatnya merinding.

“Sepertinya oppa senang tinggal disana?”

“Uhm, sepertinya begitu..” ucapnya sambil tersenyum manis seperti ‘Angle Smile’

*

-Onew Pov-

Aku tidak membuatnya curiga? Untung dia tidak mengetahui identitasku yang satu ini. Tapi perasaanku tidak enak. Sepertinya akan ada suatu hal yang terjadi.

“Oppa.. apakah aku boleh bertemu dengan dongsaeng-dongsaengmu?”

“Uhm.. akan aku pikirkan itu. Mereka sangat sibuk jadi susah untuk di temui,” ucapku mengalihkan perhatian.

“Uhm. Bisa kau sampaikan salamku untuk mereka?”

“Tentu!”

“Hei! Kata siapa kami sibuk!”

Aku terpana! TIDAK! Aku tercengang meliha ke empat dongsaengku yang sudah berdiri denga posis yang agak berantakan melihat kearahku.

“Tunggu! Aku pernah melihat mereka oppa,”

“Hm, mereka dong..dongsaengku..” ucapku dengan berat hati.

“Kau pasti pernah melihat kami! Karena kami adalah SHIiiii…” ku bungkam dengan cepat mulut si cerewet ini. Dan kubisikan tanda untuk diam.

“Ada apa?”

“Tidak Chikmi.. hanya salah paham saja.” Ucapku sambil terus membungkam Key.

“Kami..umh,,hm,..” suara Key terus keluar dengan tidak jelas. Aku pun menariknya dan menggeretnya kedepan pintu masuk. Chikmi hanya memiringkan kepalanya dan menatapku bingung.

“Kalian.. mengapa bisa kemari?”

“Hei! Hyung kau pergi tanpa bilang-bilang di pagi hari. Aku bangun dan melihatnya, ya aku susulin.” Terang Jonghyun padaku.

“Kau ini aneh! Memangnya ada apa dengan yeoja itu?” tanya Key sekalian meledek.

“Ssssttt.. bisakah kau kecilkan volume suaramu? Nanti ia bisa mendengarnya..”

“Ada apa dengan yeoja itu hyung? Apakah dia gila?” tanya Taemin bertubi-tubi.

“Hus! Ngawur dirimu! Dia itu orang Indonesia…”

“Terus? Apakah ada masalah kalau dia dari negara lain?” potong Minho.

“Hm, dia itu tidak mengenal kita. Jangan sampai ia mengenal kita, nanti di umbar-umabarkan..”

“Tapi, ini akan jadi skandal kalau hyung ketahuan berduaan dengan yeoja yang tidak dikenal..” ucap Jonghyun.

“Aku mengenalnya… jadi tidak apa-apa. Lagian dia ramah dan baik,”

“Ah~ tapi kami juga ingin mengenalnya kalau dia ramah dan baik.”

“Nanti saja yah.. kalian pulang saja dulu,” terakhir aku mendorong mereka keluar pintu dan menutupnya dan terdengar keluahan mereka di luar memanggilku. Tapi tak aku hiraukan,

“Kemana orang-orang tadi Oppa?”

“Mereka sudah pulang.”

“Uhm, cepat sekali. Padahal aku ingin berkenalan dengan mereka.”

“Nanti yah, sabar…”

*

“Chikmi.. chikmi.. bangunlah,”

“Apa oppa? Lihat sekarang masih jam 2 pagi..”

“Ayo temani aku jalan-jalan..”

“Huam.. oppa tunggu saja di bawah, aku akan turun..”

Onew! Apa yang kau lakukan? Membangunkan seorang yeoja yang sedang tertidur lelap pada jam malam yang menakutkan. Mau kau apakan dia!? Ini tidak seperti diriku? Apa ini? Apakah aku kesurupan?

“Oppa! Mau kemana?”

“Uhm, kita jalan-jalan keluar yuk. Aku bosan…”

“Hm,” dia hanya tersenyum sambil mengangguk kearahku.

“Kau cukup tinggi dengan umurmu yang muda ini,”

“Hahaha.. kalau di sekolahku aku merasa pendek.”

“Apakah ada yang lebih tinggi? Kau saja sudah sangat tinggi!”

“Tidak juga.. aku belum bisa membalap temanku. Jadi sepertinya aku tinggi ke dua dikelasku,”

“Memang berapa tinggimu?”

“Tebak!”

“159?” menggeleng. “162?” menggeleng. “167?” dia tertawa dan, “Itu kejauhan oppa.. ayo mendekati. Papay hiji hiji.”

“Ha? Papay? What’s the meaning papay hiji-hiji..”

“Oh, gimana yah.. itu basa sunda. Susah di jelasinnya,”

“Ohahahah.. bahasa daerah? Ini sangat bagus! Papay hiji-hiji. Terdengar lucu,”

“Ahahahah…” kami pun menjadi tertawa bersama sejenak dan kembali ku tebak tingginya.

“Tinggiku 163cm oppa,”

“Wah! Kau setinggi Jessica dan Tiffany noona, kau bisa membalap…1…2…4… 5! Lima noona SNSD..”

“Siapa saja? SNSD? Sepertinya aku pernah mendengarnya..”

“Uhm, mereka.. mereka girl band.”

“Tunggu.. girl band?”

“Sudah jangan paksakan dirimu untuk mengingatnya..” sebenarnya aku berkata begitu supaya ia tidak mengingat diriku. Dan akan menempel terus padaku setelah mengetahui aku artis.

*

Sekarang sudah tanggal 12 December 2010. Hum, sebentar lagi ulang tahunku. Apakah dia akan mengingatku? Kalau dia shawol aku sangat senang dia mengingat ulangtahunku. Tapi untuk sekarang-sekarang janganlah mengingatku dulu. Dan jangan saat dia mengingatku ternyata dia AF. Bisa mati aku..

“Oppa! Aku punya permintaan padamu,”

“Apa itu?”

“Aku ingin kita jangan mengobrol terlalu formal..”

“Waeyo?”

“Aku sebagai anak kecil.. yah aneh rasanya. Terlalu baku!”

“Uhm… oke! Aku tidak akan terlalu formal padamu,”

“Hm.. makasih,”

“Chikmi.. namamu selalu membuatku lapar..”

“Pasti mengingatkan oppa akan ayam yang oppa selalu makan selama 21 tahun lalu,”

“Bagaimana kau tahu?” Omona! Apa dia sudah bisa mengingatku.

“Entahlah.. dengan refleks aku berkata seperti itu. Apa benar oppa suka ayam?”

“Ya! Aku sangat suka! Ayam telah membesarkanku sampai sebesar ini. Dengan ayam aku menjadi sehat dan kuat. Ayam yang membuatku gemuk dan mempunyai pipi yang chubby seperti dubu ini. Ayam yang memeberiku energi keman-mana jika aku membutuhkan nya. Dialah ayam… ayam yang berjasa,,”

“Ha? Ayam saja sudah membuat oppa seperti ini.. hhahaha…”

“Ya! Ayam ayam ayam..”

*

-Chikmi pov-

Sekarang sudah 4 hari aku disini. Tanggal 13 December.. huam, aku mengantuk sekali. Keman Lee oppa? Biasanya yang selalu membuatku bangun dengan ke garinganya dan aroma masakanya yang gosong.

Kuambil notebook ku yang berada di tas. Sudah lama aku tidak membukanya. Yap! Semenjak ibuku meninggal aku selalu diam… tidak pernah bergaul kembali. Hanya buku yang selalu menjadi temanku sehari-hari..

“Apakah disini masih ada video Korea? Aku sepertinya rindu sekali akan itu..”

Ku tekan tombol on nya. Dengan sekejap layar nya tampil dengan gambar seorang namja yang sedang memegang mic dengan senyum yang menawan. “Lee oppa?” ku tatap terus namja tersebut selama beberapa menit sebelum layer desktop ku berganti sendiri dengan gambar kucing.

“Jangan-jangan dulu aku fansnya Lee oppa? Tapi mengapa.. aku kan tidak terlalu minan dengan artis. Paling boy band.. tapi boy band apa?”

Ku oprek isi isi folderku sampai aku menemukan semua video yang selama ini aku simpan. Dan masih utuh tidak ada satupu yang cacat! Dengan sekejap mataku langsung mengarah kesebuah video yang bertuliskan ‘SHINee’

“Ini,” aku buka videonya dan kulihat seorang namja yang duduk di kasurnya lalu duduk di depan pintu dan.. STOP! “Ini Lee oppa.. tunggu! Bukan! Ini Onew! Onew oppa!” kudiam sejenak.

Ku ingat-ingat kembali memory Korea yang selama ini terbuang. ‘Aku ingat sekarang.. Lee Jin Ki adalah nama asli dari Onew oppa! Dan ke empat namja yang kemarin.. jangan.. iya! Mereka Key, Jonghyun, Taemin dan Minho!’

“Jadi selama ini.. kenangan ini.. Onew! Ya.. aku melakukan semuanya dengan namja yang selama ini aku dambakan.” Kurasakan degup jantungku menjadi cepat dan nafasku jadi tidak karuan.

“Aku harus menemuinya sekarang! Sekarang juga!”

*

Ku terus berlari ke sekeliling komplek. Tampak seisi penghuni tengah pergi dengan urusan masing-masing. Dan aku tidak melihat Onew! Kemana dia?

‘Itu!’ dengan menakjubkan kulihat dirinya naik ke dalam mobil kijang bersama ke empat namja lainnya. Ku kejar mobil itu tanpa bersuara, tapi itu tidak mungkin! Aku sepert stalker, mengejar tanpa tahu alasanya.

Mengapa aku harus mengejarnya? Sedangkan mungkin besok ia akan menemuiku lagi.. tidak mungkin dia membiarkan aku tetap tinggal di dalam rumah barunya.

Aku kembali dengan badan lemas dan menggigil. Aku keluar tanpa berpikir apapun dan tidak mengambil jaket. Untung daya tahan tubuhku kuat. Aku pun langsung mandi dengan air hangat dan minum secangkir susu coklat dengan kue krim vanilla sebagai jamunya.

*

14 December 2010 ! Aku bangun dengan mata bersih dan langsung melihat tanggal. Seketika itu juga aku mengingat ini ulang tahun Onew oppa! Aku langsung bergegas turun kebawah. Kudengar seseorang berada di bawah.. harapanku sudah melonja ingin langsung memeluknya…

“Key oppa?” harapanku langsung surut mendapati yang kulihat bukan yang ku inginkan.

“Onew…. Onew oppa..”

Bruukk!! Tubuhku tumbang,, ambruk.. tidak tahu apa yang harus di lakukan. Ingin menangis… YA! Aku ingin menangis! Ingin terus menangis, bagaimana bisa? Apakah DIA tidak mengijinkanku untuk memeluk orang yang selama ini aku dambakan, aku rindukan.. dan ingin aku temui!

Tanpa berpikir panjang.. aku bangkit dan berlari keluar tanpa menggunakan alas kaki dan jaket yang menghangatkan tubuhku. Di tambah cuaca hari ini sangat buruk dengan turunya salju yang cukup deras.. terdengar suara Key oppa memanggilku dan mengejarku. Tapi, ia kehilanganku. Karena aku berlari terlalu cepat..

Sesekali aku terjatuh membentur aspal yang tertutup salju. Ini memang tidak sakit tapi perih saat aku terjatuh di atas batu yang cukup tajam dan tidak tertutup salju. Kulihat darah segar yang sedikit mengalir dati lututku menetes ke salju yang membuatnya menjadi merah muda..

“Aaah..” ringisku sambil mencoba bangkit dan kembali berjalan dengan sedikit pincang.

Dan sampai akhirnya aku berada di depan rumah sakit dan masuk dengan tergesa-gesa. Membuka setiap kamar tanpa tahu malu, dan terus mencari letak di mana Onew oppa berada.

Jlep! Kulihat ada tiga namja yang tidak lain Taemin, Jonghyun dan Minho yang sedang menahan tangis melihat sesosok namja yang tertutup kain putih di peluk oleh seorang ibu yang keadaanya menangis deras.

Ku jalan perlahan mendekati sesosok tersebut. Ke tiga namja tersebut melihatku dengan iba dan ingin menangkap tubuhku yang sudah lemas berjalan ini. Ibu yang memeluk Onew oppa pun menatapku dengan mata yang masih terus mengeluarkan air mata.

Tepat di sebelah ranjang sebelum aku memeluk Onew oppa tubuhku sudah ambruk dan pergi dengan jiwa kealam bawah sadar.

*

Rasanya tubuhku sudah sadar. Tapi mataku sangat berat untuk di buka, kudengar beberapa percakapan di dekatku.

“Hyung! Ada apa dengan yeoja itu? Mengapa ia kesini dengan tubuh lemas..”

Itu seperti suara Minho.

“Dia juga tidak memakai alas kaki dan jaket. Lututnya pun berdarah..” Taemin.. apakah dia melihat lututku?

“Tadi aku memberitahunya tentang masalah ini. Dia terkejut dan menangis lalu berlari keluar tanpa mengunakan yang kau katakan sampai kesini,”

“Mengapa kau tidak mengejarnya?” tanya Jonghyun.

“Dia berlari terlalu cepat!” aku tersenyum kecil mendengar pembicaraan mereka sampai..

“Bolehkah ibu bertanya..”

“Yah?” Apakah? Jangan-jangan ibu tadi adalah ibunya Onew oppa?

“Siapakah yeoja itu?”

“Dia itu teman nya Onew.. saya juga merasa heran. Onew membelanya, dan terus terus menemuinya tanpa memberitahu kami.. walaupun sudah di ancam oleh manager takut ada skandal. Tapi itu tidak menghalangi dirinya,”

“Sepulang hyung dari menemui yeoja itu. Dia selalu tersenyum..”

“Menceritakan hal-hal yang ia lalui bersama yeoja itu,” lanjut mereka semua.

“Uhm, sepertinya Onew menyukai yeoja itu.. dan yeoja itu juga sangat berani menerjang badai untuk kesini,”

“Oppa..” ucapku lemas sambil bangkit dari tempat tidur yang cukup keras kurasakan di tubuhku yang sedang hancur saat ini.

“Kau sudah sadar nak?” tanya ibu Onew padaku. Aku mengangguk dan tersenyum kecil dengan wajah pucatku saat ini.

“Bisakah aku melihat Onew oppa?”

“Silahkan..”

Ku jalan perlahan mendekati ruang tadi. Ku masuki dan ku kunci pintu tersebut dari dalam. Aku menghampiri sosok tersebut dan duduk di sebelahnya, “Oppa..” gumamku sambil membuka selimut yang menutupi wajahnya. Tampak wajahnya yang masih segar, belum terlalu pucat deng polos tertidur..

“Oppa bisa mendengarku?” tanyaku. Aku tahu ini sia-sia, mana mungkin ia bisa menjawab.. ia sudah pergi.. pergi meninggalkanku saat aku sudah mengingatnya. Mengapa semua orang selalu merasakan sakit di saat ia mulai bahagia?!

“Oppa.. aku sudah bisa mengingatmu, kau tahu.. aku ini termasuk fans mu. Di semua fans itu aku adalah fans terbodoh yang bisa melupakanmu dengan waktu 6 bulan. Maaf kan aku oppa.. aku memang tidak pantas berbicara padamu. Tapi, aku sangat rindu suaramu. Kapan kau mengatakan padaku kalau kau senang aku jadi fans mu,.. atau mungkin.. yah, seperti fans lain.. ingin sekali di sukai olehmu.. Oppa..” ku pegang erat tanganya yang sudah mulai dingin dan kaku ku elus kulitnya. Dan begitu bersamaan dengan air mataku yang jatuh ke tangan oppa yang kucium erat sebelum ia di bawa pergi..

Tangisan ku pun meledak saat mendapati bahwa ia benar-benar tidak akan pernah lagi menjawab pertanyaanku, mendengar suaranya, tersenyum kearahku, dan.. dan.. melakukan suatu hal bersama lagi..

“Saeng..” terdengar suara lembut memanggil namaku. Kulihat tangan oppa yang bergerak mendekati wajahku dan mengelus pipiku lembut. Kurasakan hangat tangan nya yang mulai pulih menjadi hangat tangan orang yang hidup. Ini mimpikah?

“Kau ternyata fans ku..” ucapnya dengan suara pelan yang sedikit serak. Tanpa aba aba aku langsung memeluknya dengan isakan tangis yang semakin menjadi – jadi.

Brraakkk!! Terdengar suara pintu di dobrak. “Hyung! Kau.. kau hidup!”

*

Seminggu setelah kejadian itu. Aku masih tinggal di sini dan menjadi penghuni tetap di Korea. Aku masih tinggal di rumah seseorang yang selalu membuatku tersenyum akhir-akhir ini.

Hari ini, aku sudah duduk menunggu acara reality show yang aku tonton dengan live disebuah studio. Aku duduk di bangku paling depan  di jejeran bangku tengah sendirian. Ada juga beberapa fans yang duduk di bagian belakang berjauhan

denganku.

Realaty show yang berisi anggota member SHINee, Super Junior dan SNSD yang sedang asyik bercanda karena pertanyaan dan tingkah laku yang lain. Para fans pun memeriahkanya dengan ikut tertawa bersama sepertiku.

-Author Pov-

Chikmi yang asyik menonton tidak mendengar bisik bisik para fans tentangnya. Walau ada yang tidak menghiraukan keberadaanya, tapi ada juga yang mencemoohnya..

“Kau lihat yeoja yang berada di depan itu?”

“Bagaimana bisa ia duduk di depan..? Ini sangat tidak adil! Siapa dia?!”

“Uhm, sungguh menyebalkan.. aku juga ingin duduk di deretan itu!”

“Aku ingat! Dia adalah yeoja yang tinggal di rumah nya Onew oppa.”

“Ha? Memangnya pantas gitu ia tinggal di sana! Kurang ajar banget..”

“Iya iya benar tuh!”

Memang Chikmi tidak mendengar, ia terlalu jauh dari para fans. Karena ia duduk di kursi VIP yang di pesan Onew untuknya. Lalu ada seorang fans yang mendekatinya dan berani menumpahkan sedikit pop corn kekepalanya. Chikmi pun berbalik,

“Maaf kan aku.. aku tidak sengaja,” ucap fans itu dengan pura-pura.

“Tidak apa-apa.. maaf telah menggangumu.” Balas Chikmi sambil tersenyum manis, dan duduk kembali. Fans tersebut berlari kekurumunanya lagi,

“Dia ternyata manis..”

“Imut dan cantik..”

“Senyumnya juga menawan..”

“Dia pantas dekat dengan Onew deng..”

“Hahhaha.. kalau gitu kita dukung mereka..”

-Chikmi Pov-

Selesai membersihkan baju dan kepalaku dari tumpahan pop corn aku duduk kembali. Kulihat sang MC bersiap untuk mulai pertanyaan kembali,

“Onew-ssi, apakah ada seorang yeoja selain ibu mu yang akan kau tangisi jika ia meninggalkanmu..?”

Pertanyaan yang menatang pikirku.

“Ada. Dan dia ada disini..”

“Mwo?”

Aku tertawa sendiri melihat anggota SNSD yang saling pandang. Karena mereka adalah bintang tamu perempuanya. Sedangkan anggota Super Junior menebak-nebak siapakah yang di maksud Onew..

“Aku tahu!!!” teriak keras seorang fans dari belakang. Sampai mereka semua melihat kearahnya. Lalu MC mendekatinya dan bertanya, “Siapa?” dengan sigap dan cepat fans itu berkata, “Dia!” ucapnya sambil menunjuk kearahku. “Mwo?” aku terkaget saat lampu dan kamera menyorotku.

Aku di tarik masuk ke dalam reality show itu..

“Dia lumayan tinggi..” ucap MC itu sambil menyindir beberapa anggota SNSD.

“Lihat dia melebihi tinggi kalian berlima.. hahha” meledak tawa anggota Super Junior yang menunjuk Sunny, Taeng, Hyoyeon, Jess dan Fany onnie.

“Memang berapa tinggimu?”

“163!” jawab Onew oppa cepat. Ini membuat semua orang berkata, “Wow! Kau hafal sekali.. jangan-jangan benar.”

“Hei tinggiku sama denganya!” ucap Jess dan Fany onnie bersamaan, membuat semua orang tertawa.

“Benar 163?” tanya MC padaku. Dan aku mengangguk malu.

“Onew apa benar yeoja ini..?” tanya Heechul oppa yang sudah penasaran.

“Dia manis yah..”

“Imut!” ucap beberapa anggota SNSD.

Dan sesaat suasana menjadi tegang. Menunggu jawab yang keluar dari mulut sang raja tofu itu.

“Yap! Dia orang nya.. karena dia yang menghidupkan aku kembali! Aku sangat menyukainya..”

Semua orang terkaget dengan jawaban Onew oppa. Hingga Jonghyun terjatuh dari kursinya. Apa lagi aku yang mendengar jawaban tersebut!

“Ini  propose secret!” ucap MC itu. Aku masih tercengang membatu mendengar itu..

“Berapa umurmu?” tanya mereka semua padaku. Dan menatapku dengan penuh harap..

“14 tahun,” jawabku singkat..

“Sabar yah Onew! Kau harus menunggunya sampai besar jika kau ingin menikah denganya,”

“Sabar yah hyung.. ”

FIN

*FF ini walau One Shot termasuk Squel.. nanti ada lanjutannya.. JUDULNYA QUASIMODO!! Baca dan koment yah..*

*yang menemukan FF ini di berbagai tempat memang benar.. aku nge post di beberapa tempat..*

Advertisements

About RPJ

annyeong^^~ i hope you like my fanfiction :o

7 responses »

  1. Pingback: Quasimodo : 1S : Straight « wearefanfictionkpop

  2. wah wah wah..
    ini blog baruku kekke.. periksa blog lama masih kosong, lebih baik ke blog baru kekke!!!
    #curhat admin

    Reply
  3. huaa…
    rame,
    gga nyangka ad anak umur 14 taun k korea sndirian..

    itu tiket ap sii?
    *jgn2 tiket pp korea-indo..

    Reply
  4. Anyonggggg….reader nyasar nie…
    Baca nif ff coz ada nyunyu onew ondubu…hehe..
    Itu..itu..*nunjuk2 keatas* lg serius baca, eh ada papay hiji hiji…ngakak…hahaha…sunda na kaluar…

    ntuh yg 14 thn umur admin? Msh smp dunk…muda bener…*berasa tua bgt aQ*

    ayo lanjutkan bikin ff tentang si dubu yg cute nya gag ketulungan…*apasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: