RSS Feed

Tag Archives: Donghae

Mini Stories : Squel 1/5

Posted on

Author : Han Sang Ra a.k.a Riri

 

Long : Squel 1/5

 

Cast yeoja:

~Anna

~Ain

~Esa

~Shin

~Ismi

~Yunho (ini Yeoja yah, bukan Yunho TVXQ)

~Chae

~Rim

 

Support Cast :

~SM family

~SUPER JUNIOR (Full)

~SHINee (Taemin)

 

Genre : Humor

 

FF : 5 Part

 

Ket : Menurut kalian enak jadi yeoja siapa di antara yeoja-yeoja tokoh di atas? Terserah reader mau jadi yang mana. Hehehe, dan cerita ini adalah tahun 2010! INGAT! Bayangkan umur-umur tokok boyband or girlband di tahun 2010!

 

***

 

Aku duduk di sebuah bangku di suatu restaurant terkenal di kota Jakarta, aku memakai celana jeans, baju berwarna cream dan rompi hitam yang agak longgar. Aku sudah duduk menunggu cingudeulku,

 

Aku adalah Anna~, sebenarnya aku orang Indonesia asli, tapi saat aku berumur 14 tahun atau tepatnya kelas 3 SMP, aku mengikuti audisi SM Entertaiment di Jakarta, karena aku di terima, aku ikut ke Korea menjalani pelatihan di sana selama kurang lebih tiga tahun lamanya,

 

Dan sekarang aku sudah berumur 18 tahun, karena sekarang waktunya aku libur kerja, aku mengunjungi tanah airku Indonesia, dan aku ingin bertemu teman-teman lamaku,

 

“Kemana sih mereka? Ngaretnya berlebihan,,” ucapku sambil bolak balik melihat jam lima menit sekali,

 

Drrttt.. drrttt… handphone ku berbunyi, aku mengambilnya dari tas dengan lebay, *ketularan Heechul oppa~

 

“Yeobaseyo~ Ass,” ucapku karena sudah tiga tahun di Korea jadi we lupa,

 

“Yeobaseyo~ Wss, Anna~ kamu dimana sih? Kita udah di depan pintu masuk restaurant nih, kami lihat ke dalam, tapi kamu gak ada,” ucap cinguku dari balik telepon yang menguhubungkan kami dari jarak jauh,

 

“Aku duduk dibangku nomer lima, masa kamu tak melihatku?” ucapku sambil melihat kearah pintu restaurant, Kekeke.. mereka seperti orang linglung~

 

“Jangan bercanda, kalau kamu ngaret bilang ajah,” ucap cinguku agak kesal,

 

“Kamu kali yang ngaret!” timpalku tak mau kalah,

 

“Tapi di bangku nomer lima ada yeoja cantik, berambut panjang hitam dan bergelombang dibawahnya,” ucap cinguku,

 

“Yah, itu aku… kamu baru sadar aku cantik kekeke~” ucapku sambil melambaikan tangan, kearah mereka, mereka melihatku dengan ternga-nga, mereka menghampiriku

 

“Kamu Anna~?” Tanya cinguku yang tak lain adalah Chae~, aku mengangguk sambil tersenyum dan memeluk mereka semua,

 

“Aku rindu sekali dengan kalian,” ucapku sambil terus memeluk mereka, mereka melepaskan pelukanku,

 

“Wah! Kamu tambah putih dan cantik..” ucap Shin~ memujiku, Wah! Rasanya hidungku mau terbang,

 

“Aku gak percaya kamu Anna~, aneh!” ucap Esa~ dengan melihatku dengan pandangan aneh,

 

“Perlu aku buktikan, coba Tanya aku..” ucapku menantang, mereka lalu membentuk kelompok memikirkan pertanyaan yang akan di tanyakan padaku,

 

“Siapa member SuJu yang aku sukai??” Tanya Chae~ dengan semangat padaku, Hua., pertanyaan yang mudah~

“Yesung oppa~” ucapku dengan semangat,

 

“Kalau aku, siapa member SHINee yang aku sukai??” Tanya Esa~

 

“Member SuJu yang aku sukai,? tapi jadi ilfeel melihatnya di reality show,,” ucap Shin~ dengan menggetarkan badanya karena ilfeel,

 

“Kalau aku siapa member SuJu yang aku sukai, paling ganteng,,, dan manis..” ucap Ismi~, semua cingudeulku langsung menyuraki dia,

 

“Aku aku… siapa member SHINee yang aku sukai,?” Tanya Ain~ padaku, sedangkan satu lagi cinguku hanya terdiam melihat tingkah laku yang lain,

 

“Esa itu suka Taemin hyung~, Shin suka Eunhyuk oppa~, Ismi suka Heechul oppa~ yang paling ganteng, *ejekku sedangkan Ain suka sama Onew hyung,~” ucapku bisa menjawab semua pertanyaan mereka dengan benar,

 

“Tunggu! Kok kamu manggil Onew dan Taemin pake hyung??” Tanya salah satu cinguku yaitu Rim~ yang dari tadi terdiam,

 

 

TBC~

 

Author : Huwaa!!! Bagaimana dengan FF ini, ini masih termasuk Prolognya, hehhehe… apakah kalian berniat membaca, aku harap begitu…
kekekke, kalau jelek gak akan aku lanjutin… ckckckkc….
MINTA KOMENTAR DAN SARANNYA yah!!!

Advertisements

Neorago : 1S : Straight

Posted on

Title : Neorago (It’s You)

Genre : *dengarkan saja lagunya*

Rating : PG

Type : Straight

Main Cast :
Lee Haesha (YOU)
Lee Donghae (Super Junior)

Ket : Membuat. No Bash!

Credit Song : It’s You from Super Junior

Author : Han Sang Ra

***

Lee Haesha Pov~

Hari ini hari bahagiaku, akhirnya aku bisa lahir kembali di dunia.. Sungguh senang rasanya bisa bertemu dengan semua cingudeulku lagi, aku sangat rindu dengan mereka, Apakah mereka masih mengingatku??

Sudah dua tahun lamanya aku meninggalkan dunia, aku meninggal karena penyakit parah yang di deritaku selama ini. Dan sekarang aku di beri kesempatan kembali untuk hidup di Bumi yang fana,

Aku Park Soo Bin, akan lahir kembali di dalam tubuh seorang yeoja yang bernama Lee Haesha,

“Soo Bin… sudah saatnya kamu bereangkarnasi ke Bumi, lompatlah kedalam sumur abadi itu…”

Aku mengangguk dan melompat ke sumur tersebut, di dalam sumur….

Saat itu juga aku sudah jatuh di suatu jalan dengan memakai celana panjang, baju dan jaket. Serta di sebelahku sudah ada koper dan dompet yang berisi uang, di dalamnya sudah terisi semua kenyataan yang akan aku lalui kembali dengan cara yang berbeda…

Apakah dia masih mengingatku yah disana?? Entahlah…

“SooBin.. ingatanmu akan kami hapus dengan perlahan..”,

“Kalau begini aku harus mencari namja yang aku sukai dengan cepat.. tapi aku lupa namanya dan alamatnya…” ucapku sambil berjalan pelan,

“Apa ini? Sebuah cincin… indah sekali,” ucapku melihat sebuah cincin tergeletak tak jauh dariku, aku mengambilnya dan melihat kedepan. Tampak seorang namja sedang duduk lesu di kursi bawah lampu jalan,

……………………….

Lee Donghae Pov~

“Aku sudah tak kuat lagi… aku benci oppa!!”

Menatapnya pergi sambil marah tak jelas kepadaku,

Hari ini aku hanya bisa berjalan lemas di sepanjang jalan. Hari indah di pagi hari, menjadi hari buruk bagiku saat malam hari, aku di tinggal oleh seorang yeoja. Yah~ walau aku tidak mencintainya, aku hanya bersamanya karena orang tuaku.

Apa salahku? Aku hanya ingin terus setia pada SooBin~, walau dia sudah tiada. Tak peduli orang mau berkata apa, aku hanya SooBin.

Sekarang aku hanya bisa duduk lemas di tempat duduk dekat lampu kota sendirian, memandang cincin yang aku berikan pada yeoja itu lalu ia lempar kearah wajahku malam ini.

Apa salahku? Batinku terus berkata seperti itu, aku tertekan. Sangat tertekan. Aku hanya menunduk sambil terus memukul keningku,

“Na dasi taeeonandaedo ojik neo ppunirago*… Soobin!!!” teriaku gila..

“Eojjeol suga eopseo**!!!” teriakku lagi.

“Ah~…..Sial!” ucapku sambil melempar cincin yang akan aku berikan kepada yeoja itu ke aspal, dan membuang semua kenangan tentang dia!! Aku hanya menggigit bibir menahan tangis sambil bersender ke bangku.

“Wae!!!! Aaaaaa!!!!” aku melepaskan teriakanku, di sekitarku memang kosong. Karena memang daerah ini selalu sepi pengunjung,

“Hei… apakah ini punyamu?” ucap seseorang dari jauh sambil tersenyum kearahku, aku memandangnya memastikan siapa dia.

Dia memegang benda kecil putih yang mengkilap sambil mengayun-ngayunkannya. Dia mendekatiku, sambil menunjukan benda kecil putih yang ia pegang tadi.

“Bukan! Bukan punyaku, buang saja..” ucapku memalingkan wajah,

“Hmmm.. apakah benar mau di buang? Ini barang yang bagus.” ucap nya sambil membolak-balik benda tersebut.

“Barang seperti itu tidak berguna, tak ada gunanya…” ucapku lagi.

“Hm, kalau begitu buatku saja ya.” ucapnya.

“Terserah,” aku berdiri dan langsung berjalan pergi,

Aku terus berjalan pelan sampai ke rumah. Aku membuka pintu dan masuk ke kamar, merebahkan badanku. Aku mengambil sebuah foto kecil yang berdiri di meja kecil dekat tempat tidurku, aku tatap foto itu sambil mengelusnya lembut.

Ya~benar, foto itu berisi aku dan cagiya ku, SooBin~ah. Aku hanya bisa menatapnya yang tersenyum kearah kamera. Bukan kearahku, ya memang aku babo! aku tak bisa menjaganya, dan aku sangat rindu padamu SooBin~ sudah genap dua tahun kamu meninggalkanku.

“Ah~” teriaku lagi, suaraku yang keras menggema di kamarku. Aku lemas dan terlelap dalam tidur yang nyaman,

Besoknya, hatiku yang kacau sudah mulai tenang. Aku menatap kaca, sekitar mataku menghitam. Aku mengambil tasku dan langsung pergi ke sekolah. Hari ini aku sangat tak beselera makan, nuna ku yang cerewet sudah pergi berangkat duluan, yah dia memang selalu di jemput cagiyanya.

Sampai di sekolah aku tak masuk kekelas, aku masuk keruang musik. Aku menatap sebuah piano besar hitam yang indah terkena sinar dari jendela. Kenanganku kembali lagi, aku biasa kesini di temani cagiyaku, SooBin. Dia selalu tertawa dan tersenyum kearahku sambil melantunkan nada demi nada indah dari permainan pianonya. Tapi sekarang aku hanya bisa termanggu melihat piano yang kosong,

Aku menaruh tas ku di dekat bangku piano. Aku duduk dan menatap barisan tombol piano untuk melantunkan bunyi.

Aku menjatuhkan tanganku dengan pelan kearah keyboard piano, aku mencoba melantunkan nada demi nada. Aku luapkan semua perasaanku,

“Wah! Permainan piano mu bagus sekali…” ucap seseorang dari belakang. Aku memberhentikan permainanku dan mengambil tas untuk beranjak pergi,

“Hey tunggu!” ucap orang itu sambil menarik tanganku, aku melepaskan tanganku dengan paksa dan terus berjalan pergi.

Aku sangat tidak masuk sekolah, aku akhirnya memutuskan untuk bolos dan tidur di atap. Aku membuka pintu atap dan ternyata kosong, aku berjalan pelan menuju pagar pembatas. Kulihat mobil mobil dan orang-orang yang bagai semut dari atas sini,

Rasanya ingin mati saja!

Aku menaiki pagar dan duduk tenang diatasnya sambil menggoyang-goyangkan kedua kakiku, aku berdiri dan meregangkan tanganku, aku ingin lompat…

“Woi!!! Apa yang akan kamu perbuat?” ucap seseorang dari belakang, aku menengoknya. Ternyata dia adalah hyungku dan mantan cagiya yang di jodohkan orang tuaku sedang bergandengan tangan, ah~ rasanya benar-benar ingin melompat! Walau dia Cuma yeoja hasil perjodohan orang tuaku, tapi aku punya rasa sayang padanya,

“Hey~ kalau kamu mau melompat jangan disini, aku tak mau jadi saksi!” ucap hyung itu sambil menarikku turun dan menggusurku masuk ke dalam sekolah.

Tepat berada di depan pintu, aku bertemu kembali oleh seorang yeoja yang aku temui tadi malam dan saat di ruang musik. Apakah dia menguntitku?

“Di atap ada orang yah?” ucapnya sambil mengingtip salah satu jendela di sebelah pintu,

“Hm.. kalau begitu, aku kembali kekelas…” ucapnya sambil membalikana badan. Aku menarik tanganya, dan sekarang wajahku bertatapan dengan wajahnya…

Oh iya aku belum meperkenalkan diriku, aku Lee Donghae.. biasa di panggil Donghae.. umurku? Dimana rumahku? Tanggal lahirku? Apa nama sekolahku? Siapa mantan cagiyaku? Ah tidak penting, yang penting namaku Donghae,………

“Eh.. apa ini?” ucapnya sambil menjauhkan wajahnya. Aku melepaskan tanganku yang menggengamnya, dan mengangkat tasku lalu berjalan pergi.

“Apa sih yang aku pikirkan?? Baka!!!!” ucapku keras, semua orang yang sedang berjalan melihatku. Mungkin aneh aku menyebut ‘Baka’ yang artinya sama dengan ‘Babo’… Ah~ tidak penting,

Kali ini, aku benar-benar bolos. Aku duduk di sebuah Café, masih memakai baju seragam dan saat jam waktu sekolah. Untungnya tak banyak orang yang memperhatikanku, aku bisa santai.

Aku keluarkan EarPhoneku dan mendengarkan sebuah lagi dari Hp. Aku terus memutar ulang lagu Super Junior dengan judul It’s You. Yah~ tak tau kenapa rasanya nyaman sekali mendengar lagu ini,

Sampai aku tercengang, melihat yeoja yang aku temui berkali kali memasuki suatu sekolah dance di depan mataku. Aku melihat wajahnya yang bahagia berjalan terbawa angin, aku baru tau ada seorang yeoja ikut sekolah dance?

Tanpa tersadar, aku mengikutinya dari belakang. Aku mengintipnya dari jendela. Tampak ia sedang menari berhadapan dengan sebuah kaca besar, di begitu lincah dengan gerakannya. Seperti banyak cahaya yang mengitarinya,

Dia terhenti, Wae? Aku melihat ke kaca. Tampak wajahku juga muncul di sana, aku bangkit dan menyumput. Aku bingung? Mengapa aku harus menyumput, aku kan tidak punya salah?

“Annyeong~” ucapnya menyapa, sekarang di sudah di luar tepat di depanku.

“Annyeong, kamu les…. Disini?” ucapku sambil menunjuk-nunjuk tempat itu, dia mengangguk sambil tersenyum.

“Bolehkah aku melihatmu menari?” ucapku keceplosan. Sungguh tidak tau malu, dia juga mengangguk dan menariku ke dalam.

Aku duduk di lantai beralas kayu coklat yang lembut dan dingin. Ia mulai menyetel kaset, dan pas juga lagu yang ia stel itu lagu yang sama saat aku dengarkan di Café, dia mulai menari dengan indah. Benar-benar miinah, aku terpana oleh tarianya. Aku baru tersadar bahwa ia memakai cincin yang aku buang kemarin.

“Itu cincin yang kemarin?” tanyaku.

“Ne~” ucapnya sambil masih menari.

Selesai menari, ia duduk lemas dengan wajah berkeringat. Aku membawakanya minum dan handuk kecil, lalu duduk di sebelahnya. Aku tatap wajahnya yang cerah sedang meneguk air,

“Apakah kamu sangat menyukai menari??”

“Ne! Sangat!” jawabnya lantang,

“Apakah kamu juga suka menari???” tanyanya padaku.

“Tidak tau? Aku tidak pernah menari…” ucapku lirih. Dia mengangguk-ngangguk sambil memikirkan sesuatu,

“Oh iya… siapa namamu?” tanyaku.

“Namaku? Lee…” ucapnya terpotong.

“Lee??” ucapku bingung, Lee kan nama marga. Nanti aku manggil dia Lee semua orang yang bermarga Lee menengok lagi…

“Lee Haesha, kau boleh memanggilku Esa.. kamu Donghae kan?” tanyanya balik,

“Ne~ bagaimana kamu tau namaku???”

“Dari cincin ini, ada tulisan Donghaenya…” ucapnya sambil mengelus-ngelus cincin tersebut,

“Kau masih terus menyimpan benda jelek itu..?” desisku ,

“Hus! Benda ini benda berharga. Jangan bilang begitu, ini itu berisi ungkapan hati seseorang. Dan aku juga berharap mendapat cincin ini dari namja yang aku sukai…” ucapnya seperti menahan air mata,

“Memangnya siapa namja yang kamu sukai? Apakah aku mengenalnya?”

“Hm.. kamu tidak akan mengenalnya. Tapi..” ucapnya terputus,

“Tapi apa?” ucapku penasaran,

“Hmm.. yang aku dengar dia sudah pergi dari dunia, karena suatu kecelakaan pesawat. Yah begitulah..” ucapnya sambil tersenyum berat kearahku,

“Oh, mianhe.. aku tak bermaksud seperti itu,” ucapku takut mengusiknya,

“Ah~ sudahlah gwenchanayo.. tadi kamu bertanya namanya kan? Namanya…. Aku lupa, gak tau Donghee.. Donghai?? Pokoknya depanya Dong…” ucapnya lirih, dan setetes air mengalir dari matanya dan jatuh ke pipinya yang tembem,

“Hehehe.. sudahlah, aku ajarin kamu menari yah?” ucapnya bangkit sambil menariku untuk berdiri, aku hanya menuruti apa yang ia mau saja.

Sepanjang hari ini, aku tertawa dan menari bersamanya. Rasanya semua bebanku hilang!! Dia mengajariku dengan tenang dan sabar. Dari gerakan dasar sampai gerakan yang cukup sulit, dan aku baru tau kalau aku berbakat jadi Dancer.

Untuk hari ini diakhiri dengan aku mengantarnya pulang ke rumah, di rumahnya sangat sepi karena ia tinggak sendirian. Ia sama sekali lupa akan keluarganya, memang ada yang aneh tentang dia. Tapi aku tidak peduli,

Di tempat tidur, aku memikirkan yeoja yang kerap aku panggil Esa itu. Senyumnya terngiang-ngiang-ngiang di pikiranku. Aisshh.. ada apa ini?
Tidak seperti biasa. Aku sangat semangat berangkat kesekolah. Baru sampai di gerbang, Esa sudah menantiku di dekat ruang piket, duduk di dekat kolam ikan sambil bermain dengan ikan mas yang besar-besar,

“Annyeong!” ucapku sambil menepuknya dari belakang,

“Eh.. Donghae~ssi, jadikan?”

“Jadi apa?” tanyaku lupa… Ciprat!! Seekor ikan mas besar melompat dan airnya menyiprat kearah kami berdua,

“Jadi basah nih…” ucapnya menyiprat-nyipratkan air yang berada di tanganya.

“Jadi basah?” ucapku lagi, aku jadi lemot.

“Ani, maksud aku.. kamu jadikan jadi pasangan Dance aku di audisi nanti.. plisss..,,” ucapnya dengan wajah memelas,

“Memangnya pasanganmu kenapa?”

“Pasanganku….. dia sedang tidak enak badan, kakinya tanganya sedang buruk karena terlalu banyak latihan,” jelasya singkat.

“Aku ingin tau siapa pasanganmu? Siapa namanya…?” tanya demi tanya aku hujankan kepadanya,

“Jangan! Dia sedang tidak ingin di temui, dia dongsaengmu Lee Taemin,, namja manis.”

Aku mengerutkan keningku mendengar ‘namja manis’. Apa itu? Bikin kesal saja, aku jadi tidak niat menengoknya. Untung dia sedang tak ingin di tengok,

“Mau yah….?” Ucapnya aegyo tingkat tiga.

Teng! Teng! Bunyi bel terdengar tepat di telingaku, Pak Satpam memukul belnya sangat keras dan tidak bilang-bilang.

“Nanti saja yah… aku buru buru nih, pelajaran pertama Matematika,” ucapku sambil berlari pergi,

Pelajaran demi pelajaran di lalui dengan panjang. Tapi tak terasa sudah bel pulang, aku masih terus memasang EarPhone di sepanjang jalan.

“Kamu lagi, sudah ibu katakana jangan berpacaran di dalam sekolah..!! bla,, bla…” tampak di ruang BP sedang ada beberapa pasangan yang sedang kena marah,

Aku jadi ingat. Dulu aku dan SooBin pernah kejar-kejaran sama guru BP, karena ketahuan pacaran di kelas. Hm,.. masa yang bagus. Sampai akhinya tertangkap tapi malah cekikikan waktu di marahin,

Kapan masa itu akan kembali..?

“Jadi kan??” tepat di depanku sudah ada Esa~ menantiku dengan senyumnya yang berbunga bunga, aku hanya mengangguk dan dia menariku dengan senang.

“Ada apa sih? Sepertinya kau Happiness sekali~” ucapku cuek, mengalihkan wajahku yang penasaran.

“Tadi… aku di tembak kakak kelas, fufufu…” ucapnya sambil tertawa kecil. Aku langsung mematung mendengar itu, sesak nafas tiba-tiba..

“Siapa namja itu?”

“Hm.. kalau tidak salah namanya,..Hankyung~” ucapnya polos,

“Kamu sudah memberi jawaban? Apa jawaban mu?”

“Aduh~ kau bertanya padaku seperti wartawan, hehehe… sudahlah ayo kita latihan dulu,” ucapnya sambil menambah tarikannya dan membawaku lari.

“Memangnya lagu apa yang akan kamu narikan???” tanyaku sambil memakai saputangan,

“It’s You!” ucapnya sambil menunjuk-nunjuk wajahku,

Yah~ hari demi hari di lewati dengan Dance, aku sekarang sangat menyukai menari. Tapi hatiku masih galau dengan apa yang Esa balas kepada Hankyung Hyung, apakah dia menerimanya? Karena dia sangat senang sekali saat itu…

Seminggu,,,…

“Dimana si Esa???” ucapku sambil mencari-cari sampai kesudut ruangan tempat biasa latihan, tapi tidak ada. Aku menelefonya tapi tidak aktif..

Jangan-jangan dia lagi duaan sama Hangkyung~hyung?!!! Oh dear.. ada apa ini? Dia kan bukan siapa-siapa aku. Dan aku sudah berjanji setia pada SooBin~

Aku mencoba lagi menefon…

“Yeobaseyo~” ucapnya dari telepon. Akhirnya nyambung!!

“Yeobaseyo… kamu lagi dimana Sa?”

“Ini siapa yah?” dia malah balik bertanya.

“Ini aku Donghae~ patner nari mu,,” jelasku pendek.

“Donghae? Donghae yang mana ya.. mian sepertinya anda salah sambung.” Ucapnya langsung mematikan telefon,

“Ada apa dengan dia sih???”

Aku memutuskan untuk menunggunya di tempat latihan, sudah 6 jam lamanya aku menunggu. Dia tidak kunjung datang. Aku mengambil tas dan bersiap pulang…

“Hae~!! Mian, kau menungguku dari tadi yah…” ucap seseorang dari belakang, aku menengok.

Sekilas tampak SooBin~ah yang berada di depanku. Aku mengucek-ngucek kedua mataku, dan ternyata yang berada di depanku Haesha~ssi…

“Apa kamu sakit?” tanyaku. Aku merasa aneh dengan keadaan Esa.

“Aku baik-baik saja. Mian yah,… ngomong-ngomong kenapa tidak menelefon?” tanyanya padaku. Ini jadi rumit! Aku bingung..

“Aku menelefonmu berkali-kali. Tapi tidak di angkat olehmu, dan saat kau angkat kau malah tidak mengenaliku…” komplenku padanya.

“Masa? Aku tidak menerima satu telepon pun.” Ucapnya sambil mengeluarkan Hp dari tasnya.

“Coba aku pinjam…” aku mengambil Hpnya dan memeriksa kontak masuk, tampak nomer dan namaku berada di nomor satu. Dan di terima pada pagi hari.

“Coba lihat.. ini nomer dan namaku..” ucapku sambil memperlihatkan pada Esa~

“Mana? Tidak ada???” ucapnya lagi.

Aku kembali melihat, dan benar.. namaku dan nomerku tidak ada. Apa ini? Kok bisa?? Tadi beneran ada. Masa mataku rusak. Tidak mungkin, aku mencobanya sekali lagi. Dan benar-benar tidak ada..

Dua minggu……..

Hari ini Esa duluan datang, dan sudah menungguku di tempat latihan. Tampak dari kaca luar dia sedang menari sendiri.

Aku masuk, dan sekilas melihat kearah kaca yang memantulkan gerakan ku dan Esa bila menari untuk latihan.

Glek! Apa lagi ini? Banyangan Esa tidak ada… aku mencoba menengok pelan kembali kearah kaca.

Dan sekarang aku melihat bayangan Esa dan aku tampak disana. Huh! Hanya halusinasi,

“Hey.. datang masuk tidak bilang-bilang…” ucap Esa menepukku dari belakang,

“Hwauaauuauaa!!!” teriakku kaget. Pikiranku sedang kacau..

“Aduh.. teriakan mu keras sekali. Membuat telingaku sakit…” ucapnya sambil menutup kedua telinganya dengan jari telunjuk masing-masing tangan.

Kali ini tampak di depanku kaca besar. Dan disana hanya memantulkan bayanganku, bayangan Esa yang berada tepat di depanku tidak ada, Apa ini? Pikiranku sedang tidak baik~

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dengan keras. Semoga saja halusinasi ini menghilang,

“Ada apa? Apa aku aneh…” ucap Esa

“Ani! Aku merasa kurang enak badan saja.. ayo latihan!” ucapku sambil membuka mata dengan pelan. Dan sekarang baying Esa sudah tampak di kaca,

Tiga minggu.. ..

Sampai akhirnya tiba saatnya untuk audisi, aku dan Esa sudah bersiap-siap di depan gedung dengan peserta yang lain,

“Donghae~ssi, aku beli minuman dulu yah…” ucap Esa padaku sambil melihat isi uangnya,

“Belikan yang aku juga..” ucapku, di mengangguk dan pergi.

Tak lama setelah itu, tiba-tiba dari jauh tampak mantan cagiya ku sedang berlari ketakutan dan langsung memeluku, aku bingung? Aku berusaha melepaskan pelukannya. Tapi ia tidak mau, wajahnya tampak ketakutan…

Dan tak lama juga, kaka kelas yang aku lihat di atap sedang bergandengan dengan mantan cagiyaku. Datang, menarik mantanku dan menamparnya di depan umum.

“Hey! Ada apa ini?” ucapku tak tahan lagi,

“Bukan urusanmu…” ucap kaka kelas itu membentakku. Dan menarik mantanku dengan paksa,

“Ini urusanku… Dulu aku sangat menyayanginya…” ucapku sambil menatap mantanku dengan wajah tanda aku menyayanginya,

“Ah~ itu kan dulu!” ucap kaka kelas itu, dan terus menarik mantanku dengan paksa.

Dan tanpa terasa, tanganku sudah melayang tepat di wajahnya. Dia yang tersungkur ke aspal dengan mulut berdarah berdiri dan membalas pukulanku. Terjadi perang kecil di depan gedung. Para bodyguard langsung keluar dan melerai kamu berdua,

“Awas kau!” ucap kaka kelas itu mengancamku, lalu pergi dengan meninggalkan mantanku disini,

“Oppa~ aku telah salah menilaimu,? Mau kah kamu jadi cagiyaku lagi…” ucapnya dengan wajah penuh tangis kearahku,

Dalam hatiku… aku memang masih menyayanginya, aku terbuai dengan wajahnya yang manis itu. Aku merasa ada yang aneh, aku berpikir keras. Aku tak mau kejadian seperti dulu terulang lagi,

Dari jauh, Esa melambai kearahku sambil tersenyum manis, dan mengangkat dua minuman yang di pegangnya dan menggoyang-goyangkannya. Aku pun langsung mengambil keputusan,

“Mian. Bukan aku sudah tidak sayang padamu…. Hanya saja aku tidak mau jadi pelampiasanmu,” ucapku terus terang.

“Hm, baiklah kalau begitu. Jeongmal gasahamnida oppa~ untuk selama ini,” ucapnya sambil berjalan pergi,

Tepat di saat mantanku pergi, Esa sampai di depanku.

“Hey! Siapa dia? Miinah dan manis…” ucap Esa,

“Oh..ehm, dia mantan cagiya ku…” lirihku lemas,

“Ou… ayolah! SEMANGAT!!! Nih buatmu…” ucapnya sambil menyodorkan minuman kaleng kearahku,

Aku dan Esa minum sambil duduk di bangku peserta, dan akhirnya nama kami berdua di panggil. Jantungku berdetak sangat keras, seperti mau menentukan hidup dan mati. Kami memasuki ruangan dengan sangat tegang! Esa menarik tanganku dan menggengamnya untuk menghilangkan rasa tengang yang menyelimutiku bagai selimut,

“Huwaa….kita masuk!!! Esa~ah kita masuk!!!” ucapku refleks langsung memeluknya, dia melepaskan pelukanku dengan lembut.

“Wae?” tanyaku.

“Aku hanya senang saja, baru pertama kali aku dengar kamu memanggil namaku,” ucapnya dengan malu-malu,

Kulihat cincinku masih menempel di jari manis tangan kananya, tapi tulisannya berganti jadi ‘DE’ tadinya kan ‘DL’.. dan ada tambahan bentuk hati kecil di pinggirnya, mengingat hati.. aku jadi teringat sesuatu.

“Apa pernyataan Hankyung hyung kamu terima?”

“Omona~ kamu masih mengingatnya juga… kalau menurutmu?” tanyanya balik,

“Ehm.. gak tau,”

“Tenang aku tidak menerimanya kok!” ucapnya sambil tertawa kecil,

“Tapi……..” tambahnya lagi,

“Tapi apa? Jangan buat penasaran..” ucapku geregetan,

“Ah~ bukan apa apa.. lupakan..” ucapnya lemas.

“Ayolah Esa~… buat orang penasaran dosa lo!” ucapku memaksa,

“Sudahlah ini bukan apa-apa… it’s the secret!” ucapnya sambil berjalan menghindari,

“Hey! Jangan begitu dong,… kasih tau atuh…” ucapku dengan aegyo maksimum, tapi tak ada hasil. Dia terus berjalan tanpa memperdulikanku,

Jduk! Aduh.. , tiba-tiba saja Esa terhenti tepat di depanku. Aku tidak bisa mengerem jadi bablas ke jeduk.

“Ada apa Sa?” tanyaku sambil melihat kedepan, tampak seorang namja tinggi berwibawa sedang bersama namja-namja lainnya,

………………..

Lee Haesha Pov~

“Ini pertama kalinya aku melihat diriku tidak tampak dicermin,” gumamku kecil.

“Wae?” tanya Hae~ padaku.

“Gwenchanayo,… Hae aku mau bertanya sesuatu…?”

“Apa?” tanyanya balik.

“Apa kau mencintai SooBin~?” tiba-tiba saja aku bertanya yang sebenarnya aku tidak tau apa yang aku katakan,

“Bagaimana kamu bisa tau tentang SooBin?”

“Entalah.. tapi jawab pertanyaanku dulu.” Ucapku memaksa.

“Ne~ aku masih mencintainya, aku berjanji akan setia padanya sampai aku menyusulnya..” ucap Hae,

“Kalau aku mencintaimu bagaimana?” ucapku keceplosan.

“Mencintaiku? Hmmm.. aku juga tidak tau,”

“Tatap aku…” ucapku sambil menarik tangannya agar memegang kedua pipiku, aku menatap lurus kematanya. Sampai aku bisa melihat wajahku di matanya.

Tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya dan menciumku,

“Mianhe….Saranghaseyo~” gumamku kecil,

“Esa… apa maksudmu?”

Aku berlari menuju lantai yang paling atas. Angin di atas sangat kencang, sepertinya aku bisa melayang terbawa angin. Hae yang menyusulku sudah sampai di atap juga.

“Donghae~ah… apa kamu bisa melihatku??” ucapku sudah berdiri di atas pagar pembatas,

“Esa! Apa yang akan kamu lakukan…?!!! Jangan bunuh diri…” ucapnya berteriak, angina pun bertiup semakin kencang.

“Mianhe…Hae~ah, aku bukan Esa yang selama ini kamu cintai untuk menggantikanku. Aku senang kamu mencintai yeoja yang benar.”

“Apa maksudmu Sa…???” ucapnya berteriak.

“Hae~ aku bukan Esa.. Aku SooBin, yeoja yang mencintaimu. Aku bereangkarnasi untuk menemuimu kembali, tapi waktuku sudah habis. Aku sudah terlalu lama meminjam tubuh yeoja yang bernama Esa ini. Mian, sekarang aku harus pulang..” jelasku,

“Tunggu! Apa benar kamu SooBin.. bagaimana kamu membuktikannya??” ucapnya lagi.

“Coba periksa saja tas yeoja itu. Aku selalu membawa-bawa barang pemberianmu dulu. Saat pertama kali kita jadian..” ucapku sambil menunju tas yeoja yang bernama Esa,

Donghae~ mendekati tas tersebut dan membukanya, tampak ia tercengang melihat sebuah gelang perak dengan inisial, SooHae~!!

“Kalkayo HAE!! Jeongmal gomawo selama beberapa minggu aku di dunia ini,” ucapku. Jleepp!!! Seketika itu juga jiwaku keluar dari tubuh yeoja yang bernama Esa,

Tubuh yeoja itu jatuh lemas, tapi Donghae dengan sigap menangkapnya. Aku sudah tau kalau Donghae pasti akan mencintainya.

……………..

Lee Donghae Pov~

“Esa..” ucapku sambil menepuk-nepuk kedua pipi Esa yang terbaring lemas di pangkuanku. Angin yang bertiup kencang tiba-tiba saja berhenti menjadi damai.

“Ne~…. Kamu siapa yah?” ucap yeoja itu malah bertanya padaku.

Jangan-jangan? SooBin? Apakah dia sudah pulang…

Seketika itu juga tubuhku lemas, rasanya ingin tidak sadarkan diri. Mengapa aku tidak bisa sadar duluan bahwa dia itu SooBin? Padahal aku sudah berjanji akan menunggunya sampai ia hidup kembali. Babo!

“Nih? Sepertinya buatmu…” ucap yeoja itu sambil memeberikan kertas kecil padaku, dan tersenyum manis. Senyumnya berbeda dari biasanya.

Pantas saja aku merasa nyaman bersama yeoja ini, karena dia adalah SooBin~ melihat senyumnya serasa melihat SooBin, tapi sekarang yang berada di depanku adalah Esa.

“Oh..Ehm,, ne~” ucapku sambil mengambil surat dari tanganya..

Hae~ maaf yah…
Aku tidak memebri taumu dari awal..
Sekarang aku harus pulang, aku hanya ingin titip yeoja ini,
Aku tau kamu mencintainya,
Kalkayao…

“Hm…” ucapku sambil tersenyum kecil,

……………..

“Hae~ aku duluan.. nanti pulang jemput ya~” ucap Esa sambil tersenyum lembut padaku, aku bali tersenyum kearahnya,

“Sudah ganti pasangan…bapa turut berduka atas cagiyamu yang dulu, tapi sekarang bapa senang bisa mengejar kau dan pasanganmu kembali..” ucap guru BP yang sedang berjaga di gerbang,

“Ani…, dia hanya sahabatku…” ucapku

“Ohohooo…” ucap guru BP tersebut tertawa,

Tampak di ruang piket sedang ada seorang yeoja duduk sendiri. Seperti menunggu sesuatu..

“Ajumma~ itu siapa? Anak baru?” tanyaku penasaran

“Ne~! dia anak baru, namanya Park SooBin…”

Seketika yeoja itu tersenyum kearahku, dan aku balik tersenyum padanya…

FIN

* Na dasi taeeonandaedo ojik neo ppunirago : ketika kau hidup kembali, aku berpikir satu-satunya hanya kamu…
** Eojjeol suga eopseo : aku tidak akan melupakanmu

*BAGAIMANA?*
*di tunggu koemntarnya*