RSS Feed

Tag Archives: Eunhyuk

Mini Stories : Squel 1/5

Posted on

Author : Han Sang Ra a.k.a Riri

 

Long : Squel 1/5

 

Cast yeoja:

~Anna

~Ain

~Esa

~Shin

~Ismi

~Yunho (ini Yeoja yah, bukan Yunho TVXQ)

~Chae

~Rim

 

Support Cast :

~SM family

~SUPER JUNIOR (Full)

~SHINee (Taemin)

 

Genre : Humor

 

FF : 5 Part

 

Ket : Menurut kalian enak jadi yeoja siapa di antara yeoja-yeoja tokoh di atas? Terserah reader mau jadi yang mana. Hehehe, dan cerita ini adalah tahun 2010! INGAT! Bayangkan umur-umur tokok boyband or girlband di tahun 2010!

 

***

 

Aku duduk di sebuah bangku di suatu restaurant terkenal di kota Jakarta, aku memakai celana jeans, baju berwarna cream dan rompi hitam yang agak longgar. Aku sudah duduk menunggu cingudeulku,

 

Aku adalah Anna~, sebenarnya aku orang Indonesia asli, tapi saat aku berumur 14 tahun atau tepatnya kelas 3 SMP, aku mengikuti audisi SM Entertaiment di Jakarta, karena aku di terima, aku ikut ke Korea menjalani pelatihan di sana selama kurang lebih tiga tahun lamanya,

 

Dan sekarang aku sudah berumur 18 tahun, karena sekarang waktunya aku libur kerja, aku mengunjungi tanah airku Indonesia, dan aku ingin bertemu teman-teman lamaku,

 

“Kemana sih mereka? Ngaretnya berlebihan,,” ucapku sambil bolak balik melihat jam lima menit sekali,

 

Drrttt.. drrttt… handphone ku berbunyi, aku mengambilnya dari tas dengan lebay, *ketularan Heechul oppa~

 

“Yeobaseyo~ Ass,” ucapku karena sudah tiga tahun di Korea jadi we lupa,

 

“Yeobaseyo~ Wss, Anna~ kamu dimana sih? Kita udah di depan pintu masuk restaurant nih, kami lihat ke dalam, tapi kamu gak ada,” ucap cinguku dari balik telepon yang menguhubungkan kami dari jarak jauh,

 

“Aku duduk dibangku nomer lima, masa kamu tak melihatku?” ucapku sambil melihat kearah pintu restaurant, Kekeke.. mereka seperti orang linglung~

 

“Jangan bercanda, kalau kamu ngaret bilang ajah,” ucap cinguku agak kesal,

 

“Kamu kali yang ngaret!” timpalku tak mau kalah,

 

“Tapi di bangku nomer lima ada yeoja cantik, berambut panjang hitam dan bergelombang dibawahnya,” ucap cinguku,

 

“Yah, itu aku… kamu baru sadar aku cantik kekeke~” ucapku sambil melambaikan tangan, kearah mereka, mereka melihatku dengan ternga-nga, mereka menghampiriku

 

“Kamu Anna~?” Tanya cinguku yang tak lain adalah Chae~, aku mengangguk sambil tersenyum dan memeluk mereka semua,

 

“Aku rindu sekali dengan kalian,” ucapku sambil terus memeluk mereka, mereka melepaskan pelukanku,

 

“Wah! Kamu tambah putih dan cantik..” ucap Shin~ memujiku, Wah! Rasanya hidungku mau terbang,

 

“Aku gak percaya kamu Anna~, aneh!” ucap Esa~ dengan melihatku dengan pandangan aneh,

 

“Perlu aku buktikan, coba Tanya aku..” ucapku menantang, mereka lalu membentuk kelompok memikirkan pertanyaan yang akan di tanyakan padaku,

 

“Siapa member SuJu yang aku sukai??” Tanya Chae~ dengan semangat padaku, Hua., pertanyaan yang mudah~

“Yesung oppa~” ucapku dengan semangat,

 

“Kalau aku, siapa member SHINee yang aku sukai??” Tanya Esa~

 

“Member SuJu yang aku sukai,? tapi jadi ilfeel melihatnya di reality show,,” ucap Shin~ dengan menggetarkan badanya karena ilfeel,

 

“Kalau aku siapa member SuJu yang aku sukai, paling ganteng,,, dan manis..” ucap Ismi~, semua cingudeulku langsung menyuraki dia,

 

“Aku aku… siapa member SHINee yang aku sukai,?” Tanya Ain~ padaku, sedangkan satu lagi cinguku hanya terdiam melihat tingkah laku yang lain,

 

“Esa itu suka Taemin hyung~, Shin suka Eunhyuk oppa~, Ismi suka Heechul oppa~ yang paling ganteng, *ejekku sedangkan Ain suka sama Onew hyung,~” ucapku bisa menjawab semua pertanyaan mereka dengan benar,

 

“Tunggu! Kok kamu manggil Onew dan Taemin pake hyung??” Tanya salah satu cinguku yaitu Rim~ yang dari tadi terdiam,

 

 

TBC~

 

Author : Huwaa!!! Bagaimana dengan FF ini, ini masih termasuk Prolognya, hehhehe… apakah kalian berniat membaca, aku harap begitu…
kekekke, kalau jelek gak akan aku lanjutin… ckckckkc….
MINTA KOMENTAR DAN SARANNYA yah!!!

Advertisements

I’m Not A Loner : 1S : Straight

Posted on

Title : I’m Not A Loner (kayaknya ni judul gak nyambung sama ceritanya -_-)

Main Cast : Lee Han Jae (Sastya Onnie or YOU)

Support Cast : Lee Hyuk Jae as Eunhyuk (Super Junior)

Other Cast :

Genre : Imagine

Rating : G – PG

Type : Straight

Leght : One Shot

Author : Han Sang Ra

Credit Song : I’m a Loner – CN BLUE

=============>Lee Hyuk Jae Pov<=============

“Lihat lihat, betapa jeleknya dia.”

“Dasar yatim piatu, cuh!”

“Heh jelek menyingkirlah, kau menghalangiku.”

“Bau!!”

“Orang gila!! Orang gila!!”

“Cengeng!! Cengeng!!”

“Diamlah!!! Kalian berisik sekali!” ku dongkakan wajahku melihat dia. Orang yang pertama kali merubah semua dalam hidupku. Orang yang membuatku semangat kembali menjalani hidup. Orang yang memberitahukan ku bahwa aku tidak pernah sendiri.

“Siapa namamu?”

“Lee Hyuk Jae,”

“Wah! Kau mempunyai nama yang indah untuk seorang laki-laki,”

“Lee Han Jae imnida,” nama itu. Nama yang tidak akan pernah aku lupakan. Nama yang akan selalu ku ingat sepanjang masa. Nama cantik yang akan terus berdengung di telingaku. Nama indah yang merubah nasibku.

Kalian pasti pikir aku gila. Tak waras dan sebagainya. Atau mungkin kalian berpikir, buat apa mengingat-ngingat nama orang. Yah tapi itulah aku. Aku berbeda dengan kalian. Walau sepuluh dari sebelas orang menyatakanaku gila dan satu lagi mengatakan aku idiot aku tidak peduli.

“Berjanjilah padaku kau tidak akan menangis lagi,”

“Aku berjanji,”

Ku berjanji padanya. Ini adalah janji pertama yang aku buat selama dalam hidupku. Semenjak kedua orang tuaku meninggal.

“Hyuk Jae, aku akan pergi dulu.”

“Kau akan pergi kemana? Kau sudah tidak senang bermain denganku lagi?”

“Bukan begitu… orang tuaku akan pindah kerja ke Indonesia, jadi aku harus ikut.”

“Uhm,”

“Tenanglah. Aku akan kembali, ini hanya sebentar.”

“Sungguh?”

“Ne,”

Dia menggenggam tanganku dan menaruh sesuatu disana. Lalu berjalan pergi dan melambai kearahku. Aku balik melambai dan menunjukan senyum perpisahan. Saat dia sudah menghilang. Ku buka kepalan tanganku mendapati gantungan handphone disana. Ku mendekap gantungan itu di dada dan membawanya pulang.

——————————————————————————————————-

“Hyuk!”

Ku balikan badanku melihat sosok yang memanggilku tadi.

“Ada apa?” tanyaku.

“Lihatlah dirimu, mengapa dari tadi melamun terus.”

“Uhm, itu. Aku hanya memikirkan sesuatu,”

“Wah! Memikirkan apa? Yeoja?”

“Ya, mungkin. Sudahlah jangan dibahas. Ayo latihan,”

“Ne,”

Seperti biasa. Dihari-hari ku sekarang aku focus kepada group boy band ku. Kalian tahu kan Super Junior? Kalau kalian tahu aku berterimakasih sekali. Apa lagi jika kalian E.L.F aku berbangga hati. Uhm, tapi aku tidak memaksa kalian untuk mengetahuinya.

“Hyuk! Cepat!”

“Ne, hyung.”

Ku berlari kecil menghampirku hyung-hyungku. Dan beberapa dongsaengku tentunya.

Kami masuk ke mobil yang sudah di sediakan oleh ajjushi. Dia adalah manager kami.

“Hyung, bisakah kita berhenti sebentar? Aku ingin membeli minuman kaleng dulu,”

“Silahkan,”

“Belikan untuk kami juga!”

“Ne,”

Ku beranjak dari mobil dan mendekati mesin minuman kaleng yang rada jauh dari tempat mobil berhenti. Tepat disekitarku sedang kosong. Aku bisa leluasa di tempat ini.

Cklek! Ku masukan coin putih kedalam mesin itu. Ku pencet beberapa tombol untuk memilih minuman apa yang ku mau, bagai menu yang terpampang. Tinggal pilih dan tekan.

“Ah~ sudah habis yah,”

Saat ku ambil minuman kaleng yang keluar dari mesin, ku dengar seseorang mengeluh di sebelahku.

“Kau mau ini?” tanyaku mengerti maksud keluhanya.

“Uhm, kau tidak keberatan?”

“Tidak. Ini buatmu,”

“Kalau begitu, gasahamnida. Ini,”

“Tidak usah.”

“Jinjja? Kau namja yang baik sekali, gomawo.”

“Cheonmaneyo.”

Aku pun memasukan coin kembali dan menunggu minuman keluar.

“Dari mana saja kau?”

“Mianhe hyung. Tadi aku bertemu seseorang.”

“Dia fans mu?”

“Tidak.”

“Terus,”

“Dia hanya meminta minumanku,”

“Bearti dia fansmu,”

“Bukan.”

“Dia fans mu…,”

“Bukan.”

“Ya sudahlah terserah. Ayo cepat masuk!”

Di mobil aku hanya menatap para hyung dan dongsaengku bercanda ria. Aku hanya diam, entah mengapa mood ku berubah sekali hari ini. Mau bercanda rasanya bibirku sudah mengatakan akan garing nantinya. Lebih baik aku diam saja.

Melihat mereka yang begitu asyik membuaku tidak enak hati bila aku hanya diam saja. Ku memutuskan untuk pindah duduk ke paling belakang. Sendiri.

“Hyuk~ssi, ada apa denganmu? Kau aneh,”

“Gwencanayo Hae, aku hanya sedang tidak mood.”

“Tumben kau bad mood!” timbrung Yesung. “Belum minum obat kali,” lanjut Kyuhyun. “Ah~ mungkin,” jawabku tenang.

Mereka langsung menghela nafas bersamaan dan menatapku cemas.Memangnya aku salah yah?

——————————————————————————————————-

“Hyung! Aku mau keluar sebentar!!” teriaku dari pintu depan.

“Mau kemana kau? Ini sudah malam!!!” balas Hankyung dari dapur.

“Tenang saja. Aku hanya sebentar,” jawabku agar mereka tidak cemas.

“Ya sudah. Hati-hati,”

“Ne!”

Berjalan sendirian di tengah salju yang turun pelan membuatku teringat masa lalu. Masa di mana selalu melewatkan apapun sendirian. Masa dimana aku selalu di belenggu kesedihan. Masa dimana aku selalu menangis. Dan masa dimana aku bertemu denganya.

“Oppa!” panggil seseorang dari kejauhan. Ia melambaikan tangan padaku.

Entah rasanya kakiku beku. Jiwa dan ragaku tidak memperbolehkan aku meninggalkan tempat ini. Bukan maksudku meninggalkan yeoja yang mulai mendekat kearahku itu. Hanya saja takut dia fans atau apapun itu. Dan itu akan membuatku risih.

“Oppa! Ini!” dia mengulurkan tangannya yang berbalut sapu tangan dan memberikan minuman kaleng padaku.

“Ini balasan yang tadi siang!”

“Tapi kan,”

“Sudahlah oppa! Aku benci kalau aku tidak membalas budi. Oppa mau aku gila karena tidak bisa balas budi oppa?”

“Tidak, hanya saja…”

“Sudahlah. Anggap saja ini hadiah!” ucapnya meneguhkan hatiku. Aku hanya mengangguk dan membuka minuman itu lalu meminumnya. Rasanya ke hadiranya tepat dimana diriku sedang haus.

“Kau tidak pulang?” tanyaku sambil melempar minuman kaleng itu ke tong sampah.

“Aku? Uhm, aku sedang malas di rumah. Oppa sendiri?”

“Sama dengamu.”

“Kita sehati, hahaha,” ucapnya sambil terkekeh.

“Kau tidak mengenaliku?” tanyaku tiba-tiba.

“Tidak? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”

“Mungkin tidak.” jawabku lemas. Ternyata di Korea masih saja ada yang tidak mengenalku.

“Kita pernah bertemu oppa!!!” teriaknya tiba-tiba membuaku terhenyak. Pikiranku langsung menjerumus pada yeoja kecil yang menjadi penguat hidupku waktu dulu.

“Kita bertemu tadi siang, hahaha” lanjutnya sambil terkekeh lagi.

“Hahaha, oh iya yah.” Balasku meng‘iyah’ kanya. Ini pertama di hari ini aku tertawa. Walau sebentar, tapi lebih baik dari pada dari tadi. Aku pegal dengan bibir yang bad mood ini.

“Hufh hufh,” dia meniup tanganya dan menggeseknya agar terasa hangat.

“Kau kedinginan?” tanyaku.

“Ehehe… sepertinya oppa,” jawabnya sambil menunjukan barisan gigi yang rapih.

“Kita ke rumah makan yuk! Aku tau rumah makan yang enak dan hangat,”

“Tapi, … apakah tidak merepotkan?”

“Tentu tidak! Ayo!” Ku tarik tanganya yang masih menggesek-gesek.

——————————————————————————————————-

“Enak?” tanyaku. Melihat dia yang barus saja mulai menyuap ke dalam mulutnya. “mpphh…” balasnya sambil tersenyum kearahku.

“Eit!” tanganku refleks langung mengelap makanan yang jatuh dari mulutnya ke dagu dengan jempolku. “Gomawo,” balasnya sambil melanjutkan makan.

“Hehehe, ne,” jawabku sambil terkekeh geli.

“mmpphh… oppa tinggalnya dimana?”

“Di rumah,”

“ohahha… maksudnya di daerah mana?”

“Rahasia, hehehe… cingudeulku melarang mereka mengasih tau tempat dan rumahku,” jawabku jujur. Dia sedikit menerawang,

“Aku jadi ingat namja kecil yang tidak punya teman,”

Mendengar itu hatiku langsung mengarah kepada Lee Han Jae. Dia! Jangan-jangan yeoja di depan ini adalah yeoja yang selama ini aku tunggu!

“uhuukk uhukkk,” aku tersedak mendengar ucapanya.

“Aduh oppa kenapa? Minum minum,” ucapnya sambil menyodorkan aku segelas air. Tapi aku masih terbatuk batuk kecil,

“ohh… mpphh…” aku menelan ludah lalu meneguk air gelas itu perlahan tapi pasti.

“Ah~” aku menghela nafas lega. Dia tertawa melihatku,

“Kenapa oppa?”

“Aann… aniyo…” jawabku gugup.

——————————————————————————————————-

“Aduh dari mana saja kau?”

“Aku kira kau di culik,”

“Kau di buntui stalker hyung?”

“Kenapa kau pulang selarut ini?”

“Cepat makan!”

“Tidak terjadi apa-apa dengamu?”

Yah baru sesaat aku sampai di rumah sudah di hujani oleh pertanyaan dan omelan.

“Aku sudah makan, aku baik-baik saja, aku tidak di buntuti. Tadi aku makan di luar makanya pulang larut,” jawabku menjawab pertanyaan mereka satu persatu.

Aku berjalan guntai ke kamar. Di sana aku lihat teman sekamarku belum datang, ya sudah aku tidur duluan.

“Hyuk!! Hyuk~ah!! Bangun!!!” rasanya tubuhku goyah. “Ah, ada apa Teuki hyung?” balasku yang masih setengah tidur.

“Ada yeoja yang menunggumu di luar,”

“Ha? Yeoja apa?” keluhku sambil terlelap tidur kembali.

“Hei hei!! Bangun!! Yeoja yeoja…” Teuki hyung terus menggoyang badanku.

“Ne ne!! aku bangun,” akhirnya aku merelakan hari baik ingin tidur nyenyakku.

‘siapa sih yang datang pagi-pagi begini?’ gumamku sambil menguap menuju ruang tengah.

“Oppa!” terlihat yeoja yang baru saja aku temui kemarin sudah duduk manis di kursi dorm ku yang empuk.

“Eh, emh… ada apa?” tanya ku salah tingkah. Apa lagi sekarang aku hanya memakai piayam. Gak banget deh!

“Ini, minuman kaleng! Aku mau bales yang kemarin,”

“Yang kemarin? Bukannya sudah?”

“Sudahkah?” dia mengerutkan keningnya. “Belum oppa, dari kemarin aku dan kamu belum pernah bertemu,”

“Ha? Kemarin kita makan bersama,” terangku mengingatkanya.

“Makan bersama? Aku kemarin di rumah menonton TV,” jawabnya polos. ‘ini aku yang linglung, mimpi atau apa sih?’

“Ehm,”

Cklek! “Aduh Han Jae!! Pulanglah… jeongmal mianhe cingu, mianhe, ayo pulang.” Seorang yeoja masuk dan menggeret yeoja itu pulang.

“Onnie, aku belum mau pulang…” rengek yeoja tersebut.

“Han Jae! Kau jangan membantah,”

Aku terpaku melihat pemandangan yang mengherankan ini. Setelah dua yeoja itu berlalu, aku menyusulnya meminta penjelasan.

“Jeongma mianhe cingu, *bow*” ucap yeoja yang di panggil onnie tadi.

“Gwencanayo, aku..”

“Ne, aku tau maksudmu, begini…. Jadi…

(ucapan ini menjadi back sound)

Yeodongsaengku ini mempunyai penyakit melebihi amnesia semenja kecelakaan berbulan bulan yang lalu.

Ia sedikit mengalami gagar otak yang menyebabkan menggangu ingatanya.

Jika ingatan itu begitu kuat baginya, ia akan sedikit-sedikit mengingatnya. Jika tidak,

Ya seperti tadi, dia akan lupa dengan kejadian-kejadian yang lalu.

Lebih singkatnya, bila kemarin ia bersamamu besoknya ia lupa. Dan tidak akan mengenalimu lagi.

Srreettt! Aku memakirkan mobilku tepat di mana ia sedang berdiri menantiku di trotoar,

“Oppa! Ini aku bawa minuman kaleng untukmu!”

Ini sudah kesekian kalinya dia memberikanku minuman kaleng untuk membalas budi.

“Ah ehm, gomawo.” ucapku sambil meminumnya. Ini kesekian kali aku meminumnya dengan melakukan hal yang sama. Aku berpikir mungkin bila aku melakukan hal yang sama berulang ulang dia akan mengingatnya.

“Oppa, lihat salju!” teriaknya mendapati salju turun untuk kesekian kalinya. “Ehm, ne.” sebenarnya ini bukan salju asli. Tebak mengapa?

Aku berdiskusi dengan hyung dan dongsaengku. Aku menceritakan tentang penyakit yeoja yang bernama HanJae tersebut. Aku ingin menyembuhkan penyakitkan, mungkin ia adalah HanJae yang selama ini aku cari.

Aku menyusun rencana dan melakukan hal yang sama berulang ulang. Dan salju ini, kalau langit tidak berkehendak turun salju kami yang akan menurunkanya. Kami mengumpulkan salju dan menaburnya dari atap. Dan kalian pasti berpikir, siapa yang menabur salju ini. Ya tentu saja para member.

“Oppa, aku rasa ada yang aneh.”

“Apa itu?” tanyaku penasaran.

“Uhm, aku sepertinya pernah mengatakan dan melakukan hal berulang ulang. Ini perasaan ku saja kali yah,”

‘tidak! Kau benar!!’ semangatku langsung kembali membara.

“Tidak! Sepertinya kau benar!” ucapku jujur. Dia terdiam sejenak,

“Jadi? Uhm, aku mengingat sesuatu..” gumamnya sambil memegang kepalanya. Entah apa yang dia rasakan,

“Hyuk… Hyuk Jae!” ucapnya lantang.

“Kau… Aku mengingat nama itu?” tanyaku senang sambil mengguncang badanya pelan.

“Entahlah oppa, siapa dia? Aku tidak mengenalnya.” ‘Degh!’ semangatku menyurut kembali. Seperti terhempas ke ombak kembali setelah susah payah berenang ke daratan.

“Jangan paksa dirimu mengingatnya, mungkin akan menggangu ingatanmu.”

“Ah aku juga malas mengingatnya oppa. Siapa dia? Siapa Hyuk Jae?” ucapnya dengan polos.

Memang menyakitkan sih. Aku yang selama ini menunggu ia mengingatku malan dia mencemooh namaku. -.-‘’

——————————————————————————————————-

=============>Lee Han Jae Pov<=============

“Oppa oppa!!” panggilku melihat oppa cingudeul Hyuk oppa yang mau saja beranjak pergi sehabis menabur salju.

“Aku minta bantuan mu!”

——————————————————————————————————-

=============>Lee Hyuk Jae Pov<=============

Untuk kesekian kalinya, mungkin kalian bosen mendengarnya tapi mau bagaimana lagi.

“Oppa! Aku bawa minuman kaleng untukmu,”

“Hmmpp.. Ne, Gomawo,”

Layaknya sebuah drama yang sudah di beri script dan aku tau apa yang akan dia bicarakan dan apa yang akan dia perbuat. Aku bagaikan sutradara sehari.

“Wah! Salju!!” teriaknya kembali. Aku hanya menghela nafas dan menatapnya kawatir.

“Oppa!!”

“Oppa!!!”

“Hyuk!”

Aku tersentak mendengar panggilan terakhirnya.

“Hyuk?” tanyaku pelan.

“Ne, Hyuk Jae!!” teriaknya keras.

“Saengil Cukkae Eunhyuk!!!”

“Saengil Cukkae Hyung!!!”

“Sangil Cukkae oppa!!”

“Omo! Omo! Apa yang… tapi, kok, gimana?” aku terkaget, tercengang, heran, haru, senang, ah pokoknya bebelit.

“Mianhe oppa aku berbohong,”

“Berbohong apa?” tanyaku tambah bingung dengan pernyataan Han Jae.

“Aku sudah sehat semenjak dua bulan yang lalu, karena gantungan HP yang oppa kenakan. Aku mengingat semuanya… Ya aku tau aku terlalu cepat. Tapi mau gimana lagi, ingatan ku sudah pulih!” terangnya sambil tertawa ria.

“Jadi selama ini,”

“Sana!” salah satu cinguku mendorongku dan, Chu! Bruukk!!

——————————————————————————————————-

=============>Author Pov<=============

Eunhyuk kaget dan tercengang mendapatkan kejutan di hari ulang tahunya. Sangking sibuknya ia ingin menyembuhkan yeoja yang ia cintai, ia seperti melupakan daratan. Ia melupakan hari harinya, bahkan hari ulang tahunya.

“Oppa!!! Saranghae,” bisik Hanjae tipis.

Donghae yang mendengar bisikan Hanjae mendorong Eunhyuk hingga –chu– bibir mereka bersentuhan, lalu BRUUKK!!

Yesung dan kawan kawan menyiram Eunhyuk dan Hanjae saat keadaan mereka berciuman dengan segunduk salju lembut. Ckreek!!

Dengan cepat KangTeuk mengabadikanya.

“Saranghae~” bisik kecil Eunhyuk.

FIN

*Mian kalau ceritanya terlalu cepat, dan tidak masuk otak*

*Author bikinya buru buru, mianhe!!*

*Tapi author tunggu saran dan kritiknya J*