RSS Feed

Tag Archives: Kyuhyun

Mini Stories : Squel 1/5

Posted on

Author : Han Sang Ra a.k.a Riri

 

Long : Squel 1/5

 

Cast yeoja:

~Anna

~Ain

~Esa

~Shin

~Ismi

~Yunho (ini Yeoja yah, bukan Yunho TVXQ)

~Chae

~Rim

 

Support Cast :

~SM family

~SUPER JUNIOR (Full)

~SHINee (Taemin)

 

Genre : Humor

 

FF : 5 Part

 

Ket : Menurut kalian enak jadi yeoja siapa di antara yeoja-yeoja tokoh di atas? Terserah reader mau jadi yang mana. Hehehe, dan cerita ini adalah tahun 2010! INGAT! Bayangkan umur-umur tokok boyband or girlband di tahun 2010!

 

***

 

Aku duduk di sebuah bangku di suatu restaurant terkenal di kota Jakarta, aku memakai celana jeans, baju berwarna cream dan rompi hitam yang agak longgar. Aku sudah duduk menunggu cingudeulku,

 

Aku adalah Anna~, sebenarnya aku orang Indonesia asli, tapi saat aku berumur 14 tahun atau tepatnya kelas 3 SMP, aku mengikuti audisi SM Entertaiment di Jakarta, karena aku di terima, aku ikut ke Korea menjalani pelatihan di sana selama kurang lebih tiga tahun lamanya,

 

Dan sekarang aku sudah berumur 18 tahun, karena sekarang waktunya aku libur kerja, aku mengunjungi tanah airku Indonesia, dan aku ingin bertemu teman-teman lamaku,

 

“Kemana sih mereka? Ngaretnya berlebihan,,” ucapku sambil bolak balik melihat jam lima menit sekali,

 

Drrttt.. drrttt… handphone ku berbunyi, aku mengambilnya dari tas dengan lebay, *ketularan Heechul oppa~

 

“Yeobaseyo~ Ass,” ucapku karena sudah tiga tahun di Korea jadi we lupa,

 

“Yeobaseyo~ Wss, Anna~ kamu dimana sih? Kita udah di depan pintu masuk restaurant nih, kami lihat ke dalam, tapi kamu gak ada,” ucap cinguku dari balik telepon yang menguhubungkan kami dari jarak jauh,

 

“Aku duduk dibangku nomer lima, masa kamu tak melihatku?” ucapku sambil melihat kearah pintu restaurant, Kekeke.. mereka seperti orang linglung~

 

“Jangan bercanda, kalau kamu ngaret bilang ajah,” ucap cinguku agak kesal,

 

“Kamu kali yang ngaret!” timpalku tak mau kalah,

 

“Tapi di bangku nomer lima ada yeoja cantik, berambut panjang hitam dan bergelombang dibawahnya,” ucap cinguku,

 

“Yah, itu aku… kamu baru sadar aku cantik kekeke~” ucapku sambil melambaikan tangan, kearah mereka, mereka melihatku dengan ternga-nga, mereka menghampiriku

 

“Kamu Anna~?” Tanya cinguku yang tak lain adalah Chae~, aku mengangguk sambil tersenyum dan memeluk mereka semua,

 

“Aku rindu sekali dengan kalian,” ucapku sambil terus memeluk mereka, mereka melepaskan pelukanku,

 

“Wah! Kamu tambah putih dan cantik..” ucap Shin~ memujiku, Wah! Rasanya hidungku mau terbang,

 

“Aku gak percaya kamu Anna~, aneh!” ucap Esa~ dengan melihatku dengan pandangan aneh,

 

“Perlu aku buktikan, coba Tanya aku..” ucapku menantang, mereka lalu membentuk kelompok memikirkan pertanyaan yang akan di tanyakan padaku,

 

“Siapa member SuJu yang aku sukai??” Tanya Chae~ dengan semangat padaku, Hua., pertanyaan yang mudah~

“Yesung oppa~” ucapku dengan semangat,

 

“Kalau aku, siapa member SHINee yang aku sukai??” Tanya Esa~

 

“Member SuJu yang aku sukai,? tapi jadi ilfeel melihatnya di reality show,,” ucap Shin~ dengan menggetarkan badanya karena ilfeel,

 

“Kalau aku siapa member SuJu yang aku sukai, paling ganteng,,, dan manis..” ucap Ismi~, semua cingudeulku langsung menyuraki dia,

 

“Aku aku… siapa member SHINee yang aku sukai,?” Tanya Ain~ padaku, sedangkan satu lagi cinguku hanya terdiam melihat tingkah laku yang lain,

 

“Esa itu suka Taemin hyung~, Shin suka Eunhyuk oppa~, Ismi suka Heechul oppa~ yang paling ganteng, *ejekku sedangkan Ain suka sama Onew hyung,~” ucapku bisa menjawab semua pertanyaan mereka dengan benar,

 

“Tunggu! Kok kamu manggil Onew dan Taemin pake hyung??” Tanya salah satu cinguku yaitu Rim~ yang dari tadi terdiam,

 

 

TBC~

 

Author : Huwaa!!! Bagaimana dengan FF ini, ini masih termasuk Prolognya, hehhehe… apakah kalian berniat membaca, aku harap begitu…
kekekke, kalau jelek gak akan aku lanjutin… ckckckkc….
MINTA KOMENTAR DAN SARANNYA yah!!!

Advertisements

My Life in Mountain : 1s : straight

Posted on

Title :  My Life in Mountain

 

Genre : Imagine, Dongeng

 

Rating: G

 

Main Cast : Cho Kyuhyun , Choi Sooyoung (Kyuyoung couple)

 

Support Cast : Grandpa Soo, Grandma Kyu, Mommy Kyu, Grandpa Kyu

 

Type : Straight

 

Leght: Squel

 

Credit Song : ?

 

N/b : Terinspirasi dari gambar pegunugan yang berada di desktop laptop^^

 

Place : Farm Country in Switzerland

 

 

 

 

 

“Ini dimana?”

 

“Walau aku memberitahumu kau tidak akan tahu.”

 

“Huh! tapi aku ingin tahu!!!”

 

“Ne, ne. nanti jika kau sudah sembuh aku akan memberitahumu.”

 

“Hehe… (ssrrrr) ah~ dingin…,”

 

“mpph, pakailah ini.”

 

“Tapi kau?”

 

“Aku bawa dua kok.”

 

“Gomawo^^~”

 

 

Mereka terdiam masing masing. Hanya terduduk manis di tengah rerumputan hijau yang terkena angin malam.

 

 

“Pegang tanganku,”

 

“Mph, buat?” tanya yeoja manis itu gugup mendengar apa yang di katakan teman namjanya.

 

“Hehehe, sudah pegang saja.” ajaknya maksa.

 

 

Yeoja tersebut dengan gugup memegang tangan temanya itu. Walau ia tau pipinya merona, tapi di kalahkan oleh rasa hangat dari tangan namja temanya itu. Mereka berlalu di sana tanpa sepatah kata apapun hanya terdiam membisu.

 

 

“Bolehkah aku minta pulang?” akhirnya yeoja itu memulai pembicaraan.

 

“Tentu,”namja kecil itu menggendong yeoja manis itu di punggungnya. Tadinya yeoja itu memberontak, tapi ya alah kadarnya. Dia langsung nyaman berada di punggung yang hangat itu. Hingga tertidur di perjalanan.

 

 

***

 

 

“Kek? kakek?” seorang yeoja manis turun lunglai dari tempat tidurnya.

 

“Aduh, Sooyoung. sudah kakek bilang, kalau kau butuh sesuatu. teriak saja… nanti kakek akan kesini,” namja besar yang sudah berumur datang dan menangkap tubuh renta yeoja kecil tersebut.

 

“Kek, tapi aku ingin bermain,” keluhnya yang sudah berada di kasur kembali. namja besar itu menghela nafas dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mungil yeoja itu.

 

“Kek…” rengek yeoja itu membuka selimutnya.

 

“Sooyoung, kau ini masih sakit. turuti kata kakek atau kau akan menyesal…” ucap namja besar yang di panggil kakek itu dengan nada naik.

 

Yeoja kecil itu marah dan menarik selimut untuk menutupi wajahnya. Ia kesal dan memunggungi kakeknya. Kakeknya hanya menghela nafas panjang dan meninggalkan cucunya tersebut.

 

 

“Soo, cuman ingin main,” cibir Sooyoung kecil.

 

 

Tok! tok! ‘Soo… hei…’ Tok! tok!

 

 

Sooyoung membalikan badanya dan terduduk mencari sumber suara, ‘Soo! Soo! Hei… aku disini!!’

 

“Kyu!” wajah cerah kembali di dapati yeoja kecil itu. Melihat teman nya mengetuk-ngetuk jendela kamarnya,

 

‘Aku bawa ini untukmu,’ Sooyoung mendekatkan dirinya kejendela dan membuka sedikit. “Nih,” namja kecil itu menyodorkan gantungan kupu-kupu di hiasi sedikit bunga kecil di pinggirnya.

 

“Dari mana kau dapatkan ini?” bisik Sooyoung.

 

“Aku mengawetkanya, kau suka?” balas namja itu dengan ikut berbisik.

 

“Ne,” jawab Sooyoung sambil membawa gantungan kecil itu masuk.

 

 

 

“Eit… eit eit… Kyuhyun!!!”

 

Kakek Sooyoung datang dan memergoki Kyu sedang berbicara dengan Soo, dengan perantara jendela.

 

“Eih, kakek,” jawab Kyu senyam senyum.

 

“Uhm,”

 

“Aku duluan yah… dadah kakek,” Kyu pun langsung ngibrit sebelum kena marah. Kakek itu menghela nafas dan memunculkan dirinya di jendela.

 

“Ehehehe… kakek,” ucap Sooyoung cengingisan.

 

“Hem!” kakek itu berdeham.

 

“Dadah! kakek! Soo, mau bobo dulu!! hehehe…” dengan cepat Sooyoung menarik selimutnya dan mebaringkan dirinya di tempat tidur.

 

 

***

 

 

“Soo,”

 

“Ne,”

 

“Sejak kapan kau dekat dengan Kyuhyun?” tanya Kakek parau.

 

“Mph, baru kek,” jawab Sooyoung mencoba tenang.

 

Kakek menghela nafasnya mendengar jawaban Sooyoung.

 

“Dia baik?” lanjut Kakek.

 

“Ne, dia teman terbaik yang di kenal Soo,” jawab Sooyoung semangat.

 

Kakek tersenyum dan mengacak ngacak lembut rambutnya Soo yang asyik menikmati makanannya.

 

 

***

 

 

“Kyu!! Kyu!!” panggil suara besar dan berat itu kepada namja kecil yang sedang mengembala beberapa ekor kambing.

Hm, Author lupa menceritakan suasananya yah. Jadi Soo, dan kakeknya tinggal di gunung dengan rumput yang hijau dan mengembala beberapa kambing. Di dekat rumah mereka ada seorang nenek, tinggal bersama cucu semata wayangnya yang tak lain Kyu. Tapi karena Soo, mengidap penyakit, Dari kecil ia tidak pernah keluar rumah. Dia tidak pernah menikmati dunia luar. Apa lagi mempunyai teman, tidak pernah ia rasakan. Sampai…

 

 

~Flash Back~

“Huwahhahah >< aduh Rokie, apa yang kau lakukan… hahahaha…”

Yeoja kecil yang tertidur pulas terbangun dengan kejutan suara besar itu. Ia mengarahkan dirinya kejendela dan menatap padang rumput hijau yang terkena angin dan seorang namja kecil yang sedang bermain dengan anjingnya.

“Hahahha… Rokie,”

Mereka kejar kejaran lepas bagai angin. hingga topi sang namja kecil itu terlepas dan melayang dekat dengan jendela kamar Soo.

“Hai,” ucap namja kecil itu melihat Soo menatapnya. Soo tersenyum dan melambai kearahnya.

“Ayo bermain,” ajak namja kecil itu yang tak lain Kyu. Soo tersenyum berat dan menggeleng.

Kyu menghela nafas dan mendekatkan dirinya ke jendela. Tok Tok ia mengetuknya dan memberi isyarat untuk membuka. Soo, pun membukanya.

“Kenapa?” tanya Kyu dengan jarak yang teramat dekat.

“Ani,” jawab Soo pelan dengan tersenyum masam.

Anjing besar berwarna coklat dengan bulu panjang dan halus milik Kyuhyun pun melompat dan kakinya berada di jendela Soo,

Soo terkaget dan menjauhkan dirinya. “Tenanglah, dia baik…” ucap Kyu sambil mengelus lembut anjingnya itu.

Dengan tatapan takut, Soo mendekatkan dirinya. Ini pertama kalinya ia berhadapan dengan binatang. Apa lagi binatang itu cukup besar.

“Peganglah, sepertinya dia menyukaimu.” ucap Kyu pelan. Dengan gemetar ia mengelus kepala anjing itu pelan. Dia tidak apa-apa, tidak terjadi apa-apa denganya. Ia tersenyum dan menatap Kyu dengan senyuman kebebasan. Ia kembali mengelus anjing tersebut dengan semangat.

“Lucu,” ucap Soo spontan. Kyu hanya terkekeh mendengar ucapanya.

Cklek! “Soo!!!” seorang namja besar yang tak lain kakeknya Soo, terkaget melihat cucunya bermain dengan anjing besar dan namja kecil di luar jendelanya. “Hahaha,” tawa Soo yang tidak menyadari kehadiran kakeknya tersebut.

“Kyuhyun…!!” ucapa kakek tersebut. Kyu tersentak dan memberika isyarat pada anjingnya untuk menyudahi permainan.

Soo hanya terdiam dan masih senyam senyum melihat Kyu dengan takut dan ngibrit menjauh, “NANTI KITA MAIN LAGI!!!!” teriak Kyu yang lari bersamaan dengan anjingnya dan melambai senyum kearah Soo,

“Soo, sudah kakek bilang jangan buka jendelanya. Lihat tadi dia bisa masukkan,” ucap kakek sambil mengelus mengelus punggung Sooyoung.

“Hehehe, aku senang kek! senang sekali!!” ucap Soo, entah apa dia mendengarkan ucapan kakeknya atau tidak. Rasanya yeoja kecil ini seperti sehat utuh!

~Flash Back End~

 

 

“Iya, ada apa kek?” tanya Kyu yang sudah mulai ketakutan.

 

“Hufh…” kakek itu menghela nafasnya dan menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.

 

“Bisakah kakek percaya kepadamu?” tanya kakek pelan sambil memegang kedua pundak kecil Kyuhyun. Dan menatap matanya lekat lekat.

 

“Tentu saja kek!!!” ucap Kyu mantap. Kakek mengusap ngusap kepala Kyu pelan. Dan memberi isyarat agar mengajak Soo bermain.

 

Dengan sigap Kyu langsung berlari masuk ke rumah. Dan membawa keluar Sooyoung dengan menggendongnya di belakang.

 

“Kakek?” tanya Soo heran karena Kakenya diam saja. Tapi Kakek hanya menjawabnya dengan tersenyum.

 

***

 

<span>~Sooyoung Pov~</span>

 

 

“Kyu? Kita mau kemana?” tanyaku karena ia tidak berhenti hentinya berjalan dan terus menggendongku.

 

“Tenanglah, sebentar lagi sampai….. hap!”

 

Dia menurunkanku di daratan miring di dekat puncak bukit. Angin pagi yang segar menerpa tubuhku. Rasanya nyaman sekali. Sudah lama aku tidak seperti ini, mungkin ini baru kedua kalinya aku menghirup udara secara langsung.

 

“hmm…”

 

“Kau suka disini?” tanyanya sambil duduk tepat di sebelahku.

 

“Ne! aku sangat suka, aku harap aku bisa seperti mu…” ucapku lemas.

 

“Tenanglah, aku yakin kau bisa.” Dia menarik tanganku, aku berusaha mengangkat tubuhku ini. Tubuhku yang berpenyakit.

 

Kalian tahu penyakitku? Apakah kalian bisa menebak penyakitku? Apa yang selama ini kalian pikir tentang penyakitku?

 

Mungkin ini di luar kesimpulanmu, atau sama denganmu. Ya, aku lumpuh. Aku tidak bisa berjalan, makanya aku tidak pernah di perbolehkan keluar. Karena ini, karena penyakit ini. Aku sudah tidak bisa berjalan dari kecil, sehingga aku takut sekali untuk belajar berjalan. Tapi aku ingin bisa! Ingin.. sekali,

 

“Ayolah,” ucapnya memberi semangat.

 

Aku berusaha menyeimbangkan badanku. Menumpukan tenaga di kakiku. Dia terus mempererat pegangan tanganya. Membuat semangatku tumbuh, perlahan aku berusaha menggerakkan kakiku.

 

“Sedikit lagi,” ucapnya sambil tertawa melihat aku berusaha.

 

Perlahan demi perlahan, 1…2…3… Hap!!! Aku berhasil, aku menggerakan kakiku. Aku berjalan!! Aku berjalan!!!

 

“Kau bisa!” ucap Kyu.

 

Sangking bahagianya aku langsung memeluknya dengan erat. Meloncat loncat kegirangan. Rasanya kakiku sembuh. Aku bisa meloncat loncat. Aku senang!!! Senang sekali!!!

 

“Kyu terimakasih!” bisiku sepanjang pelukan tadi. “Ne,” jawabnya pelan.

 

***

 

“Kakek!!! Kakek!!!” ucapku sambil berlari bersama Rokie dan Kyuhyun menghampiri kakek yang sedang memotong kayu di belakang rumah.

 

“Ne? ada apa?” tanya kakek tanpa melihatku.

 

“Kakek!!! Lihatlah kemari!!!” ucapku girang.

 

“Mwo!! Kau… kau… kau sembuh Soo, kau sembuh!!” dengan cepat kakek menggendongku dan mengayun ngayunkanku di udara.

 

“Ahahahha…” tawaku saat di perlakukan seperti itu.

 

***

 

“Kyu! Kakek berterimakasih sekali padamu,” aku senang melihat kakek sudah baikan dengan Kyu.

 

Yah bukan maksudku mereka musuhan. Tapi dulukan kakek selalu melarang Kyu bila ingin mengajakku bermain, sambil di kejar kejar pake kapak segala lagi. Hihihiii…

 

“Kau kenapa Soo?”

 

“Oh.. ehm… eh… enggak kok,” jawabku gugup.

 

“Kalau begitu temani aku besok, kita ke rumah ku.” aku mengangguk dengan tersenyum semanis mungkin. Aku rasa pipiku memanas.

 

***

<span> </span>

<span>~Kyuhyun Pov~</span>

 

“Kyu,” bisik Soo, melihat rumahku yang gelap ini. “Kenapa?” balasku berbisik.

 

“Disini gelap,” ucapnya sambil melirik lirik dan celingak celinguk.

 

“Kau takut?” dia manggut manggut pelan. Aku berjalan meninggalkannya dan menyalakan lilin untuk penerangan.

 

“Nenek! Kyu pulang,” teriakku.

 

“Groff grooff!!!” Rokie pun berlari dan menghampiriku.

 

“Kyu, kau sudah pulang?” lirih nenek yang duduk di kursi roda.

 

“Ne, aku bawa Soo nek. Yeoja manis yang aku ceritakan kemarin!!!” ucapku menjelaskan. Tampak wajah Sooyoung berubah kemerahan.

 

Aku pun menarik Soo mendekati nenek. Dia sedikit heran mengapa nenek meraba raba wajahnya. Aku pun berbisik, memberitahukan kondisi sebenarnya. Kalau nenekku ini tidak dapat melihat.

 

“Soo, cantik sekali.” ucap nenek pelan selesai meraba-raba wajah Sooyoung. Aku tersenyum mengerti.

 

 

 

 

<span>~Author Pov~</span>

 

“Nek, apa itu di tanganmu?” tanya Sooyoung.

 

“Uhm, itu surat.” jawab Kyu dengan lemas. “Kenapa tidak di baca?” tanya Soo heran. Kyu hanya mengendus kecil.

 

“Kyu tidak bisa membaca,” lirih Nenek, hal ini membuat Soo tercengang. Rasanya ia ingin tertawa meledak meledak. Tapi itu tidak mungkin,

 

“Kalau begitu aku yang bacakan,” tawar Soo. Kyu memiringkan kepalanya.

 

Soo hanya tersenyum dan mengambil kertas dari tangan Nenek, lalu membukanya,

 

Mah? Masihkah kau ingat dengan anakmu?

Maafkan aku,

Ku telah durhaka terhadapmu,

Aku menyesal. Amat sangat mah…

Maafkan aku,

Aku harap dirimu sehat selalu,

Aku ingin…

Ingin bertemu denganmu lagi,

Sayang… Itu tidak sempat mah,

Bisakah kau memaafkanku. Aku berJANJI!

Aku akan menjemputmu,

Dan membawa putraku bersama…

Kita akan hidup bahagia di KOTA!!

Aku berjanji mah!

Aku tidak akan melukaimu lagi,

Nenek tidak bisa membendung air matanya lagi. Ia sangat terharu dengan surat yang di kirim oleh anaknya ini. Anak yang telah meninggalkanya sehabis melahirkan Kyu. Dulu sebelumnya, Nenek tidak buta. Ia dapat melihat seperti orang pada umumnya.

 

Tapi, saat ia mencari makan bersama Kyu kecil. Tak sengaja ia terjatuh dan beberapa pecahan kaca masuk ke bola matanya. Hingga ia di larikan ke rumah sakit, dan karena kekurangan biaya jadilah dia seperti ini.

 

“Nek! Kau akan sembuh!” peluk Soo yang mengerti nasib nenek saat ini,

 

***

 

Beberapa hari telah Kyu dan Soo lewati bersama. Mereka mengurus kambing, bermain dan membacakan cerita untuk Nenek. Sesekali dengan malu malu Kyu meminta di ajarin menulis dan membaca.

 

Sooyoung hanya terkekeh, dan mengajarinya. Ya! Dulu, waktu Soo masih berkurung diri di kamar. Ia bosan, dan di ajarkan membaca oleh Kakeknya, jadi bila ia bosan. Ia merengek minta dibelikan buku cerita baru. Sampai akhirnya ia rajin membaca dan bisa menulis.

 

“Kyu!” tiba tiba sosok yeoja dewasa datang dan memeluk Kyu. Dengan terisak ia mengecup Kyu berulang ulang dan terus memeluknya dengan erat.

 

Kyu tidak membalas pelukan itu. Melainkan dia heran, dia bingung. Apa yang di lakukan yeoja ini?

 

“Kyu… aku mamah aku mamahmu!” ucap yeoja itu dengan menangis memeluk Kyu. Soo hanya terdiam dan terharu melihat pemandangan tersebut.

 

“Ma? Mamah!” akhirnya Kyu membalas pelukan itu. Suasana pun menjadi benar benar haru.

 

***

 

“Mah! Kyu tidak ingin ikut,” pinta Kyu saat mereka sudah berkumpul di rumah tanpa Sooyoung.

 

“Ada apa denganmu? Kau tidak ingin ikut bersama mamah?”

 

“Ani… aku sudah senang disini. Aku tidak mau ke kota,” jawab Kyu mencari alasan.

 

“Wae? Apakah gara-gara yeoja tadi?”

 

“Uhm,”

 

“KYU!!! MAMAH SUDAH PULANG!! DAN… ADA APA DENGANMU INI?” bentak keras yeoja yang di panggil mamah itu pada Kyu.

 

“Mah tapi,”

 

“KYU!!! Ini demi kebaikanmu!! Kau tidak baik tinggal di…. Ah gubuk jelek ini!”

 

“MAH!!! MAMAH JANGAN BERANI MENGHINA GUBUK INI!!

GUBUK INI ADALAH GUBUK YANG MEMBESARKAN KYU!!!

EMANGNYA SEPERTI MAMAH HANYA DATANG DI SAAT KYU SUDAH BESAR!!

KEMANA MAMAH SAAT KYU MERENGEK MINTA MAKAN?

KEMANA MAMAH SAAT KYU MENANGIS? HAH!!

KEMANA?

DISINI HANYA NENEK YANG MENJAGA DAN MERAWAT KYU!!

DAN MAMAH JANGAN SEKALI SEKALI MENGHINA SOOYOUNG!!

DIA TEMANKU!!” umpat Kyu kesal dan keluar rumah sambil menangis.

 

“Kyu!! Kyu!!” teriak yeoja itu. Tapi Kyu tidak menghiraukannya, ia pergi pergi ketempat sejauH mungkin.

 

 

***

 

<span>~Sooyoung Pov~</span>

 

“Wah! Sebentar lagi Kyuhyun akan ke kota, ada apa yah disana?” gumamku kecil. Rasa senang melihat Kyu bertemu lagi dengan ibunya dan akan ke kota. Tapi rasa sedih ada di hati kecilku. Aku takut… aku takut tidak ada lagi yang akan bermain denganku. Aku takut… dia tidak akan kembali lagi. Aku takut… takut…

 

“Hiks… hiks.. hiks…”

 

Aku terkaget melihat Kyu yang berlari melewati jendelaku sambil menangis. Ia terus berlalu dan menuju hutan, “Mau apa dia? Malam-malam begini, tidak pakai jaket.” pikirku cemas.

 

Aku mengambil dua jaket dan topi. Aku menyelinap keluar saat kakek sudah tertidur pulas.

 

“Kyu!!” panggilku sepanjang hutan. “Tidak ada yang menyahut,” gumamku pelan. Aku terduduk sebentar di dekat pohon.

 

Suasananya sepi, sunyi tidak ada suara kecuali aungan beberapa sErigala yang amat jauh dari sini. “Jangan takut Soo… jangan!!” gumamku menasehati diriku sendiri,

 

Srrettt!! Srreettt!!

 

“Bunyi apa itu?” tanyaku takut, “Hei!” ucapku memastikan. Tidak ada respon, tubuhku sudah gemetar. Rasanya kakiku lemas, bodohnya aku menyusul Kyu ke hutan. Aku tidak pernah kesini, lagian. Kyu kan bisa menjaga diri.

Srrettt!!! Srretttt!!

 

“Siapa disana?” tanyaku melihat semak semak bergoyang cepat. Aku takut! Aku takut! Kyu tolong aku..

 

“Grauuu!!!”

 

“AAAA!!!!”

 

***

 

<span>~Author Pov~</span>

 

Mamah Kyu terus mengejar Kyu sampai akhirnya ia kehilang jejak. Ia sangat amat cemas. Brruukk!!

 

“Aduh maaf bu, maaf…” ucap seorang namja tua.

 

“Ya, saya juga minta maaf , sedang apa bapak disini?”

 

“Saya mencari cucu saya. Apakah ibu melihatnya, dia kecil… rambut panjang, di kucir dua?”

 

“Entahlah pak, saya juga bingung mencari anak saya…”

 

Kedua orang ini sangat cemas. Mereka bingung. Akhirnya mereka memutuskan mencari bersama saat mereka mengetahui bahwa anak yang mereka cari itu berteman. Mungkin, mereka di tempat yang sama.

 

“Bagaimana pak?”

 

“Saya sudah mencarinya di kandang kambing, di puncak gunung dan tidak ada hasil,”

 

“Saya juga. Saya sudah keliling keliling tidak ada hasil,” jawab mereka pasrah.

 

“AAAA!!!”

 

“apa itu?” tanya sang kakek menengok kearah ibunya kyuhyun. “Ani, aku kaget saja tadi ada binatang lewat di kakiku,” sang kakek menghela nafas. “Sebenarnya kemana mereka?” keluh mereka bersama.

 

***

 

“AAAA!!!” teriak Sooyoung di saat sesosok anjing besar keluar dari balik semak semak. Ia berharap itu Rokie, tapi salah! Itu adalah serigala, serigala putih yang besar. Dengan gigi taring yang tajam. Air liurnya menandakan ia benar benar kelaparan. “Jangan… jangan kemari!!”  ucap Sooyoung panik berjalan mundur sampai ia mentok terhalang pohong.

 

“Auuuuuuuuuung!!!!” serigala itu memanggil kawanannya. Menambah kepanikan terhadap Sooyoung. Ia tidak mau mati dengan sadis di makan serigala. “Ani… Ani… aku tidak mau mati… Kakek!” pekik Sooyoung. Tapi, tentu suaranya tidak akan sekeras tadi. Tubuhnya sudah lemas,

 

Lama kelamaan, dari setiap sudut bermunculan beberapa mata merah. Mata serigala yang kelaparan, siap menerjang apapun yang berada di depannya agar ia bisa mengisi perutnya itu.

 

Tubuh Sooyoung sudah benar benar lemas. Ia sudah terduduk lesu siap menerima nasib sambil terus menangis ia menatap serigala itu. “Grouf grof!” terakhir ia dengar hanya suara itu. Suara yang mengantar dia untuk tidur.

 

***

 

<span>~Kyuhyun Pov~</span>

 

“Rokie! Kau dengar jeritan itu?” “Grouf!” Rokie mengerti dan berlari ke sumber suara. Aku mengikutinya dengan hati-hati tau-tau ada binatang buas yang tiba-tiba saja menyerang.

 

“Kakek!” suara itu semakin jelas walau sedikit gemetar. Dan aku sangat mengenali suara tersebut. “Soo!” gumamku mempercepat lariku. Ku lihat di sebelahku tampak para serigala yang tidak menyadari keberadaanku berlari kencang. “Aisshhh… Soo, bertahanlah..” gumamku terus berlari.

 

“Grouf Grouf!” Rokie yang sudah sampai duluan sedang bertarung dengan beberapa serigala putih disana. Ku tatap Sooyoung yang terbaring pingsan di dekat pohon, membuatku tersiksa. Ku ambil pisau kecil yang kupunya di dalam kantong celanaku.

 

Aku pun ikut bertarung disitu,

 

Plak! Kaki serigala berhasil melepaskan pisau dari tanganku. Tubuhku sudah penuh dengan memar. Begitu juga Rokie. Dia sudah tergulai lemah di atas pasir. Dan sekarang serigala serigala itu semakin banyak. Mereka datang dari semua penjuru.

 

“Tuhan… tolonglah aku,” lirihku.

 

DOR!!! “Pergi kalian!!! Jauh jauh dari cucuku!!!”

 

“Siapa itu?”

 

***

 

 

 

 

<span>~Author Pov~</span>

 

Kyuhyun terbangun dari mimpinya yang indah. Ia rasakan seluruh tubuhnya memar memar. Ia teringat bahwa kemarin malam ia melawan sesosok binatang yang tidak pernah ia kira. Dan terakhir ia ikut pingsan di sebelah Sooyoung, dan mendengar suara tembakan. ‘Apakah itu kakek Soo?’ pikirnya sambil mencoba bangun.

 

“Uhmm…nnngg…huaamm!!” Kyuhyun menengokan dirinya pada sosok teman sekasurnya itu. Dan tersenyata itu Soo, tubuhnya baik baik saja. Tidak ada yang terluka.

 

“Uhm…Ehmm.. Kyu,” lirih Soo sambil bangun dan mengucek ngucek kedua matanya yang besar itu. “Kau baik baik saja?” tanya Kyu. Dan Soo mengangguk. “Terimakasih sudah menyelamatkan Soo, Soo sayang Kyu!” peluk Soo saat sudah benar benar sadar.

 

“Auw…” rintih Kyu. “Mian… Soo memang babo!! mianhe…” risih Soo sambil melepaskan pelukanya. Seluruh badan Kyu hanya di lilit oleh perban hingga ia tidak memakai baju atasan.

 

“bla…bla…bla…. bla… ya…. uhm…” suara di luar.

 

“Kyu, keluar yuk! Soo ingin main!” ajak Soo, dan Kyu mengangguk.

 

Tampak di luar sudah ada empat orang sedang berbincang bincang. “Kakek!!!” Soo berlari dan memeluk kakeknya itu. Kyu hanya tersenyum, dan berniat untuk masuk kembali setelah melihat ibunya disana.

 

“Kyu! Jangan kabur, ibu tidak akan mengajakmu kok!” terang Ibunya Kyu. Kyu menghentikan langkahnya dan berbalik.

 

“Ibu akan membawa nenekmu ke kota, ibu akan mengoperasi matanya agar nenek bisa melihat lagi,” wajah senang terpancar dari Kyu. Ia senang sekali, tapi ia langsung murung. “Nanti siapa yang tinggal dengan Kyu?” tanya Kyu sedih.

 

Sesosok namja besar mendekati Kyu dan menggendongnya lalu mengelus ngelus rambut Kyu pelan. “Aku yang akan menjagamu cucuku!” ucap namja tersebut. Tapi Kyu malah bingung.

 

“Kau tidak mengenalinya?” Kyu menggeleng. “Itu kakek nya Kyu.” Timbrung Sooyoung mengetahui, “Kakek? Kakek!!!” teriak Kyu langsung memeluk erat sosok tersebut.

 

***

 

“Dah mamah!! Dah nenek!!!” teriak Kyu saat kedua orang yeoja yang ia sayangi pergi berlalu ke kota.

 

“Kau baik baik saja kan Kyu?” tanya Soo kawatir. “Ne!” jawab Kyu mantap.

 

“Soo!!! Kyu!! Kakek bikin ayam baker nih!! Ayo makan bersama!!!” teriak Kakek Kyu. “Ya! kakek juga bikin jus kesukaan kalian!!” teriak lagi Kakek Soo.

 

Mereka pun makan bersama di dalam gubuk yang hanya di terangi cahaya matahari dan dua lilin kecil beraroma terapi.

 

FIN

Minim Stories : 1S : YURI

Posted on

Title : Minim Stories

Genre : Life

Type : YURI

Rating : PG

Main Cast :

~Kim Taeyeon (Girls Generation)
~Choi Sooyoung (Girls Generation)

Support Cast :

~Kyuhyun (Super Junior)
~Girls Generation

Author : Han Sang Ra

——————————————————————————————————-

“TAENG!! APA MAKSUDMU DENGAN INI !!!”

“ADA APA SIH SOOYOUNG!!!”

“KAU BISA LIHAT INI!! APA MAKSUDNYA!!”

Yeoja yang kerap di panggil Sooyoung itu sedikit mendorong yeoja yang lebih kecil darinya agar melihat ke laya note book.

“Ini gak kenapa napa?” ucap yeoja kecil itu watados.

“AIH!!! KAU TIDAK PERNAH MENGHARGAIKU!!!”

Sooyoung kesal dan beranjak pergi sambil menyeret jaketnya keluar.

“Aduh duh duh…,” kaget seorang yeoja yang mau masuk ke kamar tertabrak Sooyoung.

“Onnie, Sooyoung kenapa?” tanya yeoja itu pada Taeyeon. Taeyeong tak menjawab, ia menggigit bibirnya dan segera berlari menyusul Sooyoung.

Yeoja itu tertabrak lagi oleh Taeyeong.

“Aduh! Aku jadi bulan bulana mereka, memangnya ada apa sih?”
Dia mendekat ke note book dan membaca isinya, “Oh, gara-gara ini… dasar Sooyoung, Sooyoung.”

+++Sooyoung Pov+++

“Ah!” dercakku kesal sambil melempar beberapa kerikil ke laut. “TAYEON!!! KAU JAHAT!!!!” teriakku kepada laut yang sunyi senyap. Ngok ngok, suara burung terbang menandakan hari menjelang malam. Srrr Srrr… pesisir pantai terud berderup pelan.

“Sooyoung?” ku balikan badanku yang sedang manyun lima centi itu ke sumber suara.

“Apa?!” tanyaku ketus.

“Kau ketus sekali,” ucapnya sambil duduk di sebelahku. Aku tidak menghiraukanya dan terus melempar batu kerikil ke laut.

“Ada apa denganmu? Sedang bertengkar lagi?” tanya sosok di sebelahku.

“Ah! Kau mengganguku saja!!” dercakku sambil beranjak pergi meninggalkanya. Tapi dia menarikku untuk duduk kembali.

“Ceritakanlah, aku akan menjadi pendengar yang baik.”

“AH!! AKU TIDAK MAU MENCERITAKANYA!!!” bentakku kesal sambil melepas tanganya yang sedang menggenggam tanganku.

“Uhm, baiklah kalau begitu. Aku akan mengikutimu sampai kau bercerita padaku.” Ancamnya.

“AH!! Kyu! Kau bisa tidak menggangguku sehari saja.” Keluhku menyerah dan duduk kembali.

“Aku tidak akan mengganggumu kalau kau menuruti permintaanku!”

“Baiklah, uhm…”

“Cepat ceritakan,”

“YA BENTAR DONG KYU!!! AKU LAGI BERPIKIR!!”bentakku kesal. ‘dia tidak sabaran sekali,’

“Hahaha… ne ne, ayo cepat.”

+++Taeyeon Pov+++

“Hosh… hosh… ad… uh… soo…young kem…hosh kemana sih?” ucapku dengan terengah-engah.

“YA BENTAR DONG KYU!!! AKU LAGI BERPIKIR!!”

“Ha? Suara itu… hosh…hosh,” ku berjalan tertatih memakai tenaga tetes teakhir.

Kulihat orang yang sedang ku cari itu sedang duduk berdua di tengah pasir pantai dekat pesisir sambil bercanda ria menurutku. Ku urungkan niatku untuk mendekatinya, ku duduk lemas di balik semak semak. Memperhatikan mereka yang asyik di pantai berdua.

+++Sooyoung Pov+++

“Uhm, aku sedang cemburu!” akhirnya aku meluapka semua perasaanku.

“Cemburu? Kenapa?”

“AH!! KAU TIDAK UPDATE!!! GAME WAE DIPIKIRANMU!!” omelku pada Kyu.

“Sorry sorry… memangnya ada apasih?”

“KAU TIDAK TAU!!! COUPLE YANG BEREDAR SEKARANG ADALAH TEUK TAE!!! AKU BENCI ITU!!!” umpatku kesal sambil melepar batu besar ke laut dan cipratannya mengenaiku dan Kyu hingga basah kuyup.

“Hei! Kau marah boleh saja, tapi jangan libatkan aku.” keluh Kyu sambil membersihakan pasir yang yang menempel bersama cipratan tadi.

“Aduh, mianhe.. mianhe…” ucapku sambil terkekeh dan membantu membersihkan bajunya.

“Ya sudah sudah, nanti kalau ada yang lihat bisa gawat. Percepat ceritamu,”

“Uhm, lihat saja di Blog. Pasti mereka mengepostnya.”

“Hahaha, ya sudah. Terus sekarang kau mau bagaimana?”

Aku terdiam. Rasanya sakit mengingat ngingat blog tersebut. Apa lagi beritanya. Membuatku… Ah!

“Kau menangis?” tanya Kyu watados.

“MENURUTMU APA! AIR LAUT HAH!!”dercakku kesal dengan sikap sok polosnya itu.

“Pinjam bahuku saja,” ucapannya memberhentikan tangisku sebentar.

“Bagaimana kalau Sungmin melihat ini?” tanyaku gugup. Aku takut di bunuh sama Sungmin.

“Tenang saja, Sungmin~ah tidak akan marah. Hehehe… lagian dia lagi beli pakaian baru untuk persiapan nanti malam, biar HOT!”

“Ah! Gila lo!!! Dasar mau itu ajah di umabr umbarin.”

“HAHAHA!!! Biarin,”

Aku mendekat perlahan kea rah Kyu dan menaruh kepalaku di pundaknya.

“Aku kangen Taeng,” gumamku pelan.

“Sabar yah… berbaikanlah nanti saat pulang, aku akan bicara ke Teuki hyung masalah ini,”

“Gomawo^^~ kau memang namja yang bisa di andalkan, kekeke.”

+++Taeyeon Pov+++

“AH RUJIT!!!! BENCI BENCI!!! HATE HATE HATE!!!!” dercakku kesal di dalam dorm. Ku banting semua barang yang aku lihat, sekalian ajah aku ambil korek api dan baker ini dorm.

“Aduh onnie, ada apa sih?” tanya Jessica yang sedang suap suapan dengan Yuri.

“AH!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN!!! MEMBUATKU MUAK!!!” ku lempar bantal kearah mereka.

“Aduh onnie…” keluh Jessica langsung di peluk Yuri. ‘Arrrgghhh!!’ dercakku kecil.

“Aku pulang…”

PLAK!!!

“Ah… Taeng ada apa denganmu,”

“ADA APA DENGANMU!!! ADA APA!! HARUSNYA AKU YANG BERTANYA SEPERTI ITU SOOYOUNG!!! KAU BERDUAAN DENGAN KYU!!! APA MAKSUDNYA!!!”

“Aku hah?”

“YES YOU!! IN BEACH!!”

“TERUS KENAPA!! KAU BERANI BEGINI PADAKU, SEDANGKAN APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU! KAU SELINGKUH!!!” bentaknya sambil membanting pintu dan berjalan ke kamar.

“Hah?”

Aku tidak mengerti maksudnya. ‘aku? Selingkuh? Bukannya dia yang selingkuh?’ batinku. “Hiks… hiks…Kyu…Kyu,” ku dekatkan diriku ke kamarnya. Menguping sedikit apa yang ia katakan.

“Hiks.. Kyu, aku…Hiks…”

Mendengra kata ‘Kyu’ aku langsung mendobrak kamarnya.

“JADI INI! KAU MENUDUHKU SELINGKUH!! BUKTINYA KAU!!!” umpatku kesal.

Dia melihatku peluh, matanya yang memerah bersamaan dengan hidungnya. Air yang sudah menggenang di matanya sudah siap tumpah. Ada beberapa tetes yang mengalir membuat kemarahanku berubah menjadi iba. ‘Apa yang kau perbuat Taeng?’ batinku terisak.

“Kau…Ah~” lirihnya sambil beranjak pergi.

“Sooyoung… hei.. Soo…” suara Kyu terdengar keras di Handphonenya. Tanganku bergetar memungut Hpnya yang terjatuh,

+++Sooyoung Pov+++

Kapan ini semua berakhir.. hiks… aku merindukanya, aku ingin memegang tanganya dan mendekap tubuhnya yang mungil itu. Ah~

Semua usahaku sia-sia.

Ku raba-raba kantongku, mencari benda kecil penenang hatiku.

“Damn! where my cell phone!” dercakku kesal. Aku berbalik arah, mengurung niatku untuk pergi dan mengambil handphoneku.

“Sooyoung,” suara lirih di depanku membuatku menatap kearahnya.

“WHAT ARE YOU DOING IN HERE!!!” umpatku kesal. Dia tidak memakai alas kaki dan terlihat lecet lecet di pergelangan kakinya. Tidak memakai jaket di musim yang cukup dingin ini.

“Soo,” lirihnya pagi.

“MWO!! GET OUT!!!” umpatku lagi. Ku mendorong badanya yang mungil hingga ia tersungkur ke aspal. Aku tidak peduli. Sikapku ini, ah~ sudahlah.

Aku terus berjalan kesal. Dia terus lirih memanggil namaku,

“Soo… mianhe,”

Ku hentikan langkahku. Mendengar suara tubuh yang ambruk. Ku balikan badanku, melihat tubuh orang yang ku sayangi pingsang dengan amat mengenaskan di trotoar.

“Taeng, taeng!!” ku berlari kecil kearahnya dan mengangkat sebagian badanya ke pahaku. Ku pukul pukul pelan pipinya tidak merespon.

“Taeng!!! Bangunlah!!!” ku keraskan suaraku. Tapi tetap saja tidak merespon. Ku angkat tubuhnya dan ku bawa secepat mungkin ke rumah.

——————————————————————————————————-

“Soo, soo…,” lirih Taeng yang tersadar dari tidurnya yang panjang.

“Ne, kau sudah bangun.” ucap Sooyoung dengan mata nya yang sembab dan tersenyum kecil.

“Kau, ada apa denganmu. What’s wrong with your eyes?” tanya Taeng cemas sambil memegang pipi chubby Sooyoung.

“mmpphhh… aku hanya menangis,” jawabnya jujur.

“Kau tidak bangun selama empat hari onn,” jelas Fany yang lewat dan memberitahukan apa yang terjadi.

“Kau sudah bangun onn!! Kita sangat mengkhawatirkanmu,” ucapa Yoona dan Seohyun bersamaan dan mereka tertawa bersama.

“Bisa tinggalkan kita berdua?” lirih Taeng lemas. Para member yang lain hanya ngangguk ngangguk mengerti dan meninggalkan Taeng dan Soo di kamar.

“Why?” tanya Soo, memulai percakapan.

“Uhm, You’ve forgiven me?”
Soo tersenyum mendengar pertanyaan Taeng.

“If not?”

Taeng terdiam,

“Yes, if it has not. I’ll sleep again …”

“Jangan…” rengek Soo sambil cemberut.

“Ya kalau begitu maafkan aku, aku kan sudah memaafkanmu!” ucap Taeng keceplosan.

“Hahaha, kau memang chagiya ku yang baik. Kiseu!!” rengek Soo lagi kepada chagiyanya.

“Sini sini..!!”

Yah akhirnya seperti ini. Mereka berbaikan dengan ciuman hangat di bibir mereka.

~fin~

Sekian dari Author mengucapkan terimakasih kepada para Readers semua!! Gomawo^^~

Minta Komentarnya yah, ini FF YURI pertama Readers 

HE HE : 1S : Straight

Posted on

Title : He He

Genre : Life *seperti kehidupan pada umumnya*

Type : Straight

Rating : NC 17

Main Cast :
Ika onnie a.k.a Nam Gayoon
Cho Kyuhyun (Super Junior)

Support Cast :
*??? (belum di pikirkan)*

Credit Song : *mppphh?*

Author : Han Sang Ra

YANG DI BAWAH UMUR BOLEH BACA TAPI TANGGUNG RESIKO #Emang ada? jheheh

+++

**Gayoon Pov**

“Gayoon!!! Bergegaslah… lihat sudah jam berapa ini?”
“Aku malas umma… bisakah semua ini di tunda?”
“Kau ini ngomong apa.. cepat sana!!!”
“uhmm…”

Kalian bisa dengar kan bisingnya rumahku. Semua ini di karena namja babo yang tiba-tiba datang dan membuat seisi rumah gempar. Kecuali aku, aku muak dan mual melihatnya.

“Gayoon!!! Cepatlah… ini pakai!!”
“Umma.. aku tidak mau..”
“Uhm.. kau mau… mmhh.. ini demi kebaikanmu… cepatlah!!”
“Ah..”

Masih saja ributkan? Ya! Ini semua tidak akan pernah berakhir sampai aku menuruti apa yang mereka mau. Tapi aku tidak mau melakukannya..

“Gayoon!! Aduh.. apa yang kau lakukan.. cepat pakai!!!”
“Umma.. aku..”
“Aiishh.. sut sut! Cepat!!”

Ku menyerah. Akhirnya aku memakai baju kebanggan ibuku ini. Gaun putih bercorak shappire blue di beberapa tempat khusus. Ku tatap diriku yang terbuai indah dengan gaun ini, tapi aku tetap benci. Mengapa aku harus memakai gaun seindah ini karena namja babo itu.

“Nah.. begitu lebih baik.. cepat masuk ke mobil, kasian calon suamimu..”

Mendengar kata-kata dari ummaku membuatku panas. ‘uhm..’ ku geret gaun tersebut sepanjang jalan. Biarlah kotor agar dia mau menikah dengan yeoja seperti aku.

+++

Saat ku masuki ruangan, ternyata sudah penuh sesak dengan orang. Sosok sosok yang aku benci, mengapa mereka mendukung pernikahan yang memuakan ini. Ku tatap wajah wajah mereka yang sumringah karena kehadiranku. HA to the HA. HAHA. Apa maksud mereka? Cih..

“Kau datang chagiya?” rangkul seseorang saat aku tiba dan baru saja duduk di sofa termahal yang di berikan keluarga namja babo itu. “AH! APA YANG KAU LAKUKAN…. ISHH.. ” dia membungkam mulutku, tapi semua orang telah melihat kearah kami. Dia tersenyum malu lalu memalingkan wajahnya,

“Mereka memang pasangan yang serasi,”

“Lihat betapa mesranya mereka..”

“Aduh.. aduh.. so sweet bener..”

Desas desus mereka membuatku muak. Aku melepaskan dengan paksa tangan yang membungkam mulutku itu. Ku tatap dia dengan tajam, tapi dia malah membalasnya dengan senyum yang membuatku mual.

+++

BRAKK!! Ku banting pintu yang berkelas atas itu. Aku baringkan diriku di kasur sebelum namja babo itu datang. Ku rasakan tubuhku berat. Ya karena aku masih menggunakan gaun ini.

“Uhmm.. ngantuk..” gumamku pelan. Seisi ruangan telah di tanami (?) beberaa lilin, dan kasurnya di siram (?) kelopak bungan mawar. Ini memang manis dan indah, tapi tidak membuat hatiku tersentuh. Hati ini sudah sedingin es.

“Hei.. jangan tidur…” tubuhku goyah. Ku kerjap kerjapkan mataku. Ku lihat sosok yang buyar tepat di depan wajahku. “Ya Kyuhyun..” ucapku lemas. Yang aku lakukan malah mendekapnya dan menariknya kepelukanku. Entah mimpi apa aku hingga aku berbuat kepada namja babo seperti dia.

“Gayoon!! Sadarlah.. sadar.. apa yang kau.. ah…” ku rasakan dia ingin melepaskan dekapanku tapi sebaliknya aku malah memperatnya. “Gayoon.. aku tid..aduh.. jangan kau yang mulai..” dengan satu hentakan aku terbangun dan menyilangkan kedua tanganku ke dada. “Apa yang mau kau perbuat?” tanyaku gugup. Ia lalu menunjukan evil smilenya. Yang membuat semua E.L.F tergila-gila akannya kecuali aku.

“Gayoon.. ayolah..” rengeknya. “AYOLAH APA? SANA PERGI!!” usirku yang tau ujung ujung yang akan dia perbuat. “uhmm.. kau kan anae ku.. kau harus menurut!” ucapnya sambil menarik tanganku hingga aku ke banting ke kasur dan dengan cepat ia loncat dan menimpa tubuhku. “Aiss.. sakit babo!” umpatku tidak bisa bergerak. “Kau jahat sekali menyebut nampyeonmu babo..” keluhnya melemas. “YA! TAPI ITU TIDAK AKAN MENGURUNGKAN NIATKU MELAKUKAN INI…” ucapnya keras bagai speaker. “Kyu.. men..” “mmpphh…” ku rasakan mulutnya langsung menutup kata yang akan keluar dari mulutku. “mpphh” desahnya pelan. Ini membuatku mendidih dan merah. Dengan refleks aku membuka sedikit mulutku sehingga saliva ku bertukar, “ngghh..” aku menggerang karena ia sedikit kasar menjelajahi mulutku dengan lidahnya.

“Sakit?” tanyanya menghentikan apa yang baru saja ia perbuat. Aku menggelang pelan, wajah nya yang kawatir tadi berubah menjadi evil kembali. “Kalau begitu ke tahap selanjutnya yuk!” ajaknya dengan watados. “Ha? Maksudmu?” tanyaku gak konek. “Itu tuh.. itu..” jawabnya nakal sambil menunjuk buah dadaku. “Ani…” ucapku sebelum terlambat. Aku mencoba bangkit. “Gayoon! Mau kemana kau? Kita belum selesai…” “Aku tidak mau melakukan itu dulu! Nanti saja!!” balasku sambil berlari ke kamar mandi.

‘Aissh!! Babo! babo!! babo banget dirimu Gayoon!! Apa yang kau lakukan? Namja babo itu telah bermain dan menjelajahi tubuhmu.. hingga mau melakukan itu! Ada apa denganmu sadarlah sadarlah.. AAHHH!!!’ umpatku kesal. Air shower yang mengguyur terus badanku tak ku hiraukan. “AAAHHH!!!” pekikku lagi.

+++

**Kyuhyun Pov**

Ku tatap nakal pintu yang berkaca hampir tembus pandang itu. Kulihat badanya yang menggeliat saat mandi membuatku kembali bernafsu. Ingin aku dobrak dan kulakukan hal itu disana! Di kamar mandi.. haha dengan bermandi ria. “uhhmm..” ku lihat tubuhnya yang hanya berbelit handuk dengan ¾ di atas pahanya.

“Hei.. apa yang kau lakukan disini?” tanyanya. ‘ini anak error atau apa sih? Masa tidak sadar aku dari tadi melihat tubuhnya?’ “Aku? Melihat tubuhmu” kataku jujur. “Tubuhku?? Ada apa di tubuhku??” tanya polos. ‘ini anak kenapa sih??’ batinku. “Sini sini.. aku periksa..” kataku sambil menyuruhnya mendekatiku. Alhasil dia menurut, aku sempat heran dengan dia. Ada apa sih? Ini aku yang gila atau dia yang aneh.

“Coba kita mulai dari punggungmu..” kataku sambil melorotkan sedikit handuk di belakangnya. Tampak punggung polos dan bersih di sana. “ada apa disana?” tanyanya membuyarkan nafsuku yang menjadi jadi. “aahh.. tidak ada apa-apa.. coba dadamu..” kataku nakal. “Dada?” tanya heran. “iya.. dua gunung itu…”jelasku asal. “Gunung? Gunung apa??” balasnya watados. “AH! Sudahlah.. cepat balikan badanmu..” kataku sudah tidak bisa menahan nafsu. Tanganku sudah gatal. #kayak author yang geregetan

Dia berbalik dengan wajah masih menerawang. “Buka handukmu!” kataku ketus. “Handuk? Buka?….AH! KAU NAKAL!!! GAK MAU!!” teriaknya baru konek. “Kau ini.. mengapa konek di saat yang bagus.” Keluhku. Aku pun dengan cepat mencari ide. “Eeetts eetts!! Tadi ada kecoa masuk ke belahan dadamu!!” ucapku sambil menunjuk nunjuk dadanya. “Hah! Kecoa? Ambil.. ambil..” balasnya sambil mendekat kearahku. ‘ini anak bego amat yah..’ batinku sambil memasukan tanganku ke dalam handuknya dari atas. “Cepat!! Cepat!!” rengeknya. “Iya.. kau jangan banyak bergerak..” ku raba raba dadanya hingga ku temukan putingnya. Lalu ku utak atik sebentar. “Kyu… ahh.. mphh…apa.. hhm..” desahnya saat aku melakukan itu. “Heheh.. kau suka?” tanyaku terkekeh. “Anii.. aku malu..” jawabnya gugup. Lalu menarik tubuhnya kebelakang. “Eett..tanganku masih nyangkut..” aku mengeluarkan tanganku.

Ku tatap wajahnya yang sudah merona merah karena malu. “Ayolah Gayoon! Aku ingin melakukan itu..” rengekku. “Tapi.. aku gugup Kyu!! Aku gugup!!” jawabnya kencang. “Cup cup cup.. jangan merengek… itu tidak akan sakit.. kau pasti akan memintaku melakukannya berulang ulang kalau kau sudah merasakannya..” jawabaku watados. “Tapi, bukan itu yang aku takutkan.. ini pertama kalinya..” jawabnya pelan.

“Uhm.. akan aku tunjukan caranya..” jawabku sambil menarik tubuhnya ke kamar.

+++

**Author Pov**

Kyuhyun menarik Gayoon yang masih berbelit handuk itu ke kamar. Entah apa yang mereka lakukan. Author takut menceritakanya.. hahahay… Mau dengar ceritanya.. baca ke bawah ajah yah #reader : nih author loba ile..

“Jangan kau pejamkan matamu..” keluh Kyu pada Gayoon. “Tapi aku takut Kyu..” lirih Gayoon dengan wajah memelas. “mhh..” Kyu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Kalau kau menutup matamu.. kau akan bingung cara melakukanya lagi.. nanti di ronde ke 2 masa aku harus mengajarkan kamu lagi?” cicit Kyu. Terdengar kecil Gayoon menelan air liurnya, “uhmm.. kalau begitu akan ku buka mataku..” ucap Gayoon pelan. Ini membuat Kyu tersenyum hingga melebihi kotak tersenyumnya. (?)

“Pertama aku turunkan handukmu dulu yah..” ucap Kyu sambil menurunkan handuk Gayoon dengan perlahan. Tampak daging empuk tak bertulang terpampang jelas di sana. Gayoon hanya sedikit gemetar karena gugup bahwa kepunyaanya di perlihatkan ke orang. “Lalu….ku tidurkan badanku ke tempat tidur,” lanjutku sambil mendorong pelan tubuh kaku Gayoon ke tempat tidur.

“uhmm..” Gayoon sedikit menggeram saat tubuhnya mulai di timpa Kyu lembut. “Oppa.. ” lirih Gayoon. “Wae?” tanya Kyu yang sudah siap menerkam. “Berilah aku waktu 15 menit saja..” ucapa Gayoon. “Buat?” tanya Kyu penasaran. “Aku mau mengambil buku dulu.. akan aku pelajari cara melakukan ‘H’ yang baik.” Jawab Gayoon. “HAHAHA.. KAU MEMBELI BUKU SEPERTI ITU?” tawa Ky meledak mendengar pernyataan Gayoon. Gayoon hanya nyegir dan tersipu malu.

+++

**Gayoon Pov**

Ku bebatkan handuk ke tubuhku yang baru saja bulat polos. Dengan wajah masih memerah ku ambil buku yang ku simpan di balik bantal, Kyu masih cekikikan melihatku dengan baju yang sudah terbuka. “HAHA” balasku garing sambil mulai membaca buku tersebut,

“mpph.. ya.. jadi begini.. terus.. ohh.. mmpph…” bacaku serius. “Gimana?” tanya Kyu dengan mendekapku dari belakang dan memberi kiss mark di sekitar leherku. “Aku sudah mengerti..” balasku. Ku balikan badanku lalu ku dorong kasar tubuh Kyu ke tempat tidur, ku mulai mengikuti petunjuk dalam buku tersebut. “Kau mau memulai duluan?” tanyaku sambil tertawa melihatku yang sudah penuh nafsu. “Entahlah.. kau mau duluan?” tanyaku berbalik. “Tentu!”

+++

**Kyuhyun Pov**

‘dia berubah banget..’ batinku. Ku mulai aksi ku dengan membalikan keadaan. Sekarang posisiku memimpin (?) aku sudah berada di atas. Ku pelorotkan handuknya hingga tubuh mulusnya benas benar telihat jelas. Juniorku langsung menegang. Aku terdiam sejenak, “Kenapa kau terhenti oppa? Aku duluan yah..” ucap Gayoon yang langsung membuka seleting celanaku dan menariknya hingga sekarang hanya CD yang melindungi kepunyaanku. “Kau sudah tidak sabar yah..” tawaku melihat aksinya yang begitu ganas(?).

+++

**Gayoon Pov**

Ku pelorotkan kembali celananya hingga kami hanya telanjang bulat di tengah kasur berbau mawar ini. “Oppa..” ucapku manja sambil menarik pelan dan memegang ‘itu’ nya. “ahh.. mpph..” desah Kyu. “apa.. yang kau lakukan..” ucapnya terbata-bata. “aku mau mengocoknya.. ” ku kocok junior Kyu sesukaku. “Ahh.. mmphh…ngg.. aahh.. tt…tteerrr…uuus…..sss…” desahnya sambil mencoba berbicara. “Hahhahh..” tawaku.

“Gant..tttiiiannn…” ucap Kyu mengambil alih. Ia meremas payudaraku, “ah.. mmpphhh… ka…nn..aa..kk…all..” ucapku sedikit bergetar. Dengan detik itu juga Kyu menjilat berlahan bagian tersebut dan mengecupnya lalu menyedotnya dengan keras. “ahh… mmppphhh… sss….” Belum sempat aku mengatakan yang aku rasakan dia membuatku geli dengan memainkan jarinya di sekitar ms. V ku. “hahha… kkauu…” umpat ku sambil mengambil alih keadaan kembali. “Sini kau!!” dengan gemas aku menarik Juniornya lalu menghisapnya kuat kuat. “ahhh… kkauuu…..mmphh…ajj…..ahh..ngg….ahhh…” desah Kyu membuatku semakin ketagihan..

“mmphh..ahh..Ga…yooonnn…..” ucapnya. Aku memberhentikan aksiku dan menatapnya dalam-dalam. “wae?” tanyaku sambil merangkul bagian lehernya dan menempelkan dadaku ke dadanya. “mmmpphh.. aduhh.. jangan begini.. aku geli..” pekiknya saat —

+++

**Kyu Pov**

‘dia agresif sekali ternyata..’ batinku saat Gayoon mendekat dan merangkulku. Dadanya yang begitu mengoda menempel kebagian dadaku yang bidang. “mmmpphh.. aduhh.. jangan begini.. aku geli..” pekikku karena putinya menempel dan sedikit bergesek dengan dadaku. “ahh..mphh.. akuu.. suka..opp..a.. selama…aku ingin kita sepe…rti ini..” desahnya menjadi-jadi. “ahh… kau ini..” tawaku sambil mengelus pipinya lembut. Wajahnya begitu manis dan memerah.

“kau masih malu?” tanyaku basa-basi. “hheehh” dia hanya tertawa. “hahha.. kau agresif!” kataku jujur. “mwo? Benarkah.. apakah itu baik?” tanyanya polos. “hahah.. aku senang..tapi kapan aku mulai aksiku..” keluhku kecil. Dia tertegun dan tertunduk sebentar. Kudongkakan wajahnya. Ku tatap matanya yang mulai tergenang (?) air. “cup cup cup.. sini.. aku obati..” aku dekap dirinya dan ku lumat bibir mungilnya dengan jelas dan tepat (?) hingga seluruh salivaku membasahinya.

+++

**Author Pov**

Kyu terus mendekap dalam posisi duduk Gayoon yang mulai terisak dengan menciumnya lembut. Walau sedikit kasar tapi itu membuat Gayoon berhenti menangis. Kaki Gayoon yang mengangkan lebar keluar dan kaki Kyu kedalam. Dan tanpa terasa. Plek!

“aa….sss…kkkiiit…” rengek Gayoon merasakan hal yang sangat amat luar biasa dalam hidupnya. “mwo!? Juniorku pintar.. dia sudah masuk.. hahha..” Kyu malah tertawa melihat miliknya sudah masuk dengan cepat kemilik Gayoon. “oppp…ahh..mmmhhppp…bb..ii.,..ki…nnnn…lebih..” Kyu mengangguk mengerti. Walau keringat dingin sedikit mengucur dari pelipis Kyu karena juniornya di remas remas di dalam ms. V. itu tidak mengurungkan niatnya yang jahil itu, dia goyangkan pinggulnya cepat.. “ahh… mmpphh,… mma…ntapp..” desah Kyu yang memasuk keluarkan juniornya. “oppa….” Terlihat Gayoon merasakan sakit sangat amat karena ia berusaha keras meremas bagian pinggir kasur di sekitarnya.

“mianhe.. Gayoonn…ahhmmmpphh..be.rtahanlah..” ucap Kyu terbata-bata. “oppa…!!” hentak Gayoon membuat dirinya tambah kesakitan. ‘ayolah sperma cepat keluar..’ batin Kyu yang iba melihat anaenya menderita (?). Kyu yang bingung langsung memeluh Gayoon dalam posisi tidur dan kembali melumat bibirnya sedangkan tangan kananya memainkan pelan payudara Gayoon agar dia melupakan sakitnya.. “ahh..oppp….ahhmmpphh…ahh..” desah Gayoon. Sepertinya rasa sakitnya hilang.

Kali ini Gayoon langsung membalas ciuman Kyu dengan mengadukan lidahnya dengan lidah Kyu. “ahh…” lirih Kyu sambil tersenyum karena lidahnya tersangkut (?) dengan lidah Gayoon.. cratt #gak gitu juga sih bunyinya. Bersamaan itu juga sel sperma keluar dari juniornya Kyu dan mengalir di ms. V menuju ovum. #jyah biologi. “ahh.. mmpphh…ahh..” dengan nikamta desahan Gayoon menjadi jadi. Ia malah ikut mengoyangkan pinggulnya agar junior nya Kyu bermain di rongga Vaginanya. Darah perawanpun keluar bersamaan hal tersebut.

+++

Ngok ngok!! Kuukuuruyyuuuukkk!!! #lebeh :p

Pagi pun tiba, rasanya berat bagi kedua pasangan ini untuk membuka matanya. “ahh..” lirih Gayoon bangun duluan dan mendapati tubuhnya yang masih telanjang bulat dengan Kyu yang tidur diatas dadanya. “oppa..” lirih Gayoon menggoyangkan tubuh Kyu. “OPPA!!” bentak Gayoon karena tidak ada respon dari Kyu. “OPPA!!” bentanya lagi.

“mppphh… pagi chagy..” ucap Kyu tanpa ucek uccek mata langsung mendekat tubuh anaenya dan menciumnya paksa. Dengan tangan yang jahil meraba-raba tubuh yang lain, “ahh…mppph.. kyyu… hen..ti.kkan”pekik Gayoon. Kyu pun menghentikan aksinya. Lalu menatap Gayoon lekat-lekat. “wae?” tanya Gayoon pelan. “hmm.. bisakah kau telanjang seperti ini septiap hari..” tanya Kyu watados. “ha? Aniyo.. itu bisa bikin aku mati kedinginan.” Balas Gayoon. “uhmm” Kyu pun cemberut.

“Hei hei.. kalau mau nanti malam kita lakukan lagi, tapi aku tidak mau telanjang seperti ini setiap hari..” ucap Gayoon. Kyu pun tersenyum tipis di barengi evil laugh,, “HAHAH kau terpancing hunny!” tawanya sambil meremas payudara Gayoon pelan. “ahh..mpphh..kau mau buat aku gila gara’’ mendesah terus!” omel Gayoon. Tapi Kyu hanya tersenyum lalu, “Lakukan sekarang yuk!”

FIN

*KOMENTARNYA YAH!! DI TUNGGU!!*
*Ini FF NC pertama saya.. pasti kurang HOT #yap benar *
*MIANHE.. saya akan buat lagi dan semoag melebihi ini,,*