RSS Feed

Tag Archives: Leeteuk

Mini Stories : Squel 1/5

Posted on

Author : Han Sang Ra a.k.a Riri

 

Long : Squel 1/5

 

Cast yeoja:

~Anna

~Ain

~Esa

~Shin

~Ismi

~Yunho (ini Yeoja yah, bukan Yunho TVXQ)

~Chae

~Rim

 

Support Cast :

~SM family

~SUPER JUNIOR (Full)

~SHINee (Taemin)

 

Genre : Humor

 

FF : 5 Part

 

Ket : Menurut kalian enak jadi yeoja siapa di antara yeoja-yeoja tokoh di atas? Terserah reader mau jadi yang mana. Hehehe, dan cerita ini adalah tahun 2010! INGAT! Bayangkan umur-umur tokok boyband or girlband di tahun 2010!

 

***

 

Aku duduk di sebuah bangku di suatu restaurant terkenal di kota Jakarta, aku memakai celana jeans, baju berwarna cream dan rompi hitam yang agak longgar. Aku sudah duduk menunggu cingudeulku,

 

Aku adalah Anna~, sebenarnya aku orang Indonesia asli, tapi saat aku berumur 14 tahun atau tepatnya kelas 3 SMP, aku mengikuti audisi SM Entertaiment di Jakarta, karena aku di terima, aku ikut ke Korea menjalani pelatihan di sana selama kurang lebih tiga tahun lamanya,

 

Dan sekarang aku sudah berumur 18 tahun, karena sekarang waktunya aku libur kerja, aku mengunjungi tanah airku Indonesia, dan aku ingin bertemu teman-teman lamaku,

 

“Kemana sih mereka? Ngaretnya berlebihan,,” ucapku sambil bolak balik melihat jam lima menit sekali,

 

Drrttt.. drrttt… handphone ku berbunyi, aku mengambilnya dari tas dengan lebay, *ketularan Heechul oppa~

 

“Yeobaseyo~ Ass,” ucapku karena sudah tiga tahun di Korea jadi we lupa,

 

“Yeobaseyo~ Wss, Anna~ kamu dimana sih? Kita udah di depan pintu masuk restaurant nih, kami lihat ke dalam, tapi kamu gak ada,” ucap cinguku dari balik telepon yang menguhubungkan kami dari jarak jauh,

 

“Aku duduk dibangku nomer lima, masa kamu tak melihatku?” ucapku sambil melihat kearah pintu restaurant, Kekeke.. mereka seperti orang linglung~

 

“Jangan bercanda, kalau kamu ngaret bilang ajah,” ucap cinguku agak kesal,

 

“Kamu kali yang ngaret!” timpalku tak mau kalah,

 

“Tapi di bangku nomer lima ada yeoja cantik, berambut panjang hitam dan bergelombang dibawahnya,” ucap cinguku,

 

“Yah, itu aku… kamu baru sadar aku cantik kekeke~” ucapku sambil melambaikan tangan, kearah mereka, mereka melihatku dengan ternga-nga, mereka menghampiriku

 

“Kamu Anna~?” Tanya cinguku yang tak lain adalah Chae~, aku mengangguk sambil tersenyum dan memeluk mereka semua,

 

“Aku rindu sekali dengan kalian,” ucapku sambil terus memeluk mereka, mereka melepaskan pelukanku,

 

“Wah! Kamu tambah putih dan cantik..” ucap Shin~ memujiku, Wah! Rasanya hidungku mau terbang,

 

“Aku gak percaya kamu Anna~, aneh!” ucap Esa~ dengan melihatku dengan pandangan aneh,

 

“Perlu aku buktikan, coba Tanya aku..” ucapku menantang, mereka lalu membentuk kelompok memikirkan pertanyaan yang akan di tanyakan padaku,

 

“Siapa member SuJu yang aku sukai??” Tanya Chae~ dengan semangat padaku, Hua., pertanyaan yang mudah~

“Yesung oppa~” ucapku dengan semangat,

 

“Kalau aku, siapa member SHINee yang aku sukai??” Tanya Esa~

 

“Member SuJu yang aku sukai,? tapi jadi ilfeel melihatnya di reality show,,” ucap Shin~ dengan menggetarkan badanya karena ilfeel,

 

“Kalau aku siapa member SuJu yang aku sukai, paling ganteng,,, dan manis..” ucap Ismi~, semua cingudeulku langsung menyuraki dia,

 

“Aku aku… siapa member SHINee yang aku sukai,?” Tanya Ain~ padaku, sedangkan satu lagi cinguku hanya terdiam melihat tingkah laku yang lain,

 

“Esa itu suka Taemin hyung~, Shin suka Eunhyuk oppa~, Ismi suka Heechul oppa~ yang paling ganteng, *ejekku sedangkan Ain suka sama Onew hyung,~” ucapku bisa menjawab semua pertanyaan mereka dengan benar,

 

“Tunggu! Kok kamu manggil Onew dan Taemin pake hyung??” Tanya salah satu cinguku yaitu Rim~ yang dari tadi terdiam,

 

 

TBC~

 

Author : Huwaa!!! Bagaimana dengan FF ini, ini masih termasuk Prolognya, hehhehe… apakah kalian berniat membaca, aku harap begitu…
kekekke, kalau jelek gak akan aku lanjutin… ckckckkc….
MINTA KOMENTAR DAN SARANNYA yah!!!

Advertisements

[Drabble] Still Love

Posted on

Title : Still Love

 

Long : Drabble

 

Author : Han Sang Ra a.k.a Riri

 

Cast : Leeteuk and Taeyeon

 

N.b : Ini FF singkat, silahkan menikmati.

ooo

Apa yang terpikirkan olehmu,

Jika seorang kakek tua berumur 85 tahun,

Bangun pagi,

Lalu menyiapkan bubur,

Dan berjalan sejauh 20 km,

Hampir setiap hari ia melakukan hal itu,

Sejak 30 tahun yang lalu,

Untuk menyanyikan sebuah lagu di atas bukit,

Di depan makam istrinya,

Dulu,

Dia berjanji,

Akan menyiapkan sarapan bubur,

Dan menyanyikan lagu kesukaan istrinya hingga akhir hayatnya,

Itulah kisah kakek Leeteuk,

Bisa kita ambil kesimpulan,

Seberapakah cinta yang kita persembahkan kepada orang yang kita sayangi,

Sudah besarkah rasa cinta kita saat ini,

ooo

Jangan pernah sia-siakan waktu,

 

Jangan buat waktu membuat diri kita menyesal,

 

Berikanlah sisa hidup kita dengan cinta kepada orang yang kita sayangi,

 

Selalu tebarkan cinta dan kasih sayang,

 

FIN_

I’m Your FBI : 1S : Straight

Posted on

Title : I’m Your FBI

Genre : Romance, Sad, Action #mungkin

Rating : PG

Type : Straight

Main Cast :
Lufin (YOU)

Other Cast :
Park Hung Soo / Leeteuk (Super Junior)
Choi Minho (SHINee)

Ket : Membuat. No Bash!

Credit Song : *nihil??*

Author : Han Sang Ra

***

Sudah genap 2 tahun aku tinggal besamanya. Bersama dia orang yang aku sukai. Yah… ini tidak bisa dirahasiakan public lagi. Bahwa kami memang sudah menikah, sudah mengalami hal hal yang menarik sepanjang pernikahan kami.

Dan hal itu berubah sejak…
Sejak teman suamiku datang berkunjung dan menginap.

***

Lufin Pov

“Lufin…” teriak suamiku dari lantai bawah. Memanggilku yang masih terlelap tidur dengan mimpi indahku.
“Lufin!!!” teriaknya lagi dengan lebih keras dan menekan. “Ya,” ucapku singkat sambil mencoba bangun dan duduk dengan posisi yang nyaman di tempat tidur.

Kenalkan aku Lufin, nama asliku Jung Lufin. Aku bukan asli orang Korea. Aku mempunyai berbagai darah campuran. Dari mulai Korea, Inggris, dan Indonesia. Dan aku sedikit-sedikit bisa berbahasa Indonesia walau belum fasih seperti bahasa Korea.

“Lufin, turun…” teriak suamiku lagi. Yah ini memang mengganggu, But mau gimana lagi ? aku kan istrinya. “Bentar,” ucapku sambil bangkit bangun dan turun kebawah dengan mata setengah tidur.

Tangga demi tangga aku turuni dengan mata masih mengantuk. Dan tak sadar sebuah cairan licin terdapat di tangga tengah yang membuatku terpeleset dan jatuh kebawah.

“Kau tidak apa-apa, Luf?” aku membuka mataku dengan pelan. Mencoba beradaptasi dengan keadaan. Dan membangunkan diriku yang masih setengah tidur.
“Mwo? Mianhe…” ucapku melepaskan diri dari pangkuan seseorang yang tak lain bukan suamiku melainkan orang yang tidak ku kenal. Orang –yang menangkapku- itu tersenyum lembut kearahku. Senyum yang sangat menggugah seperti suamiku. Bahkan bisa di bilang lebih.
“Lufin…” tersadar diriku dari lamunan karena dikibas oleh tangan kanan suamiku.
“Siapa dia Teuk?” tanyaku, dan masih dibayangi oleh senyuman orang yang ada di depanku tersebut.
“Dia?” ucapnya sambil menunjuk-nunjuk seseorang yang berada di depanku. Aku menatap suamiku dengan tatapan kosong sambil mengangguk memberi jawaban.
“Dia temanku.”ucap suamiku dengan cengar-cengir dan merangkul bahu lebar temanya tersebut. Aku memiringkan kepala melihat hal tersebut.
“Choi Minho imnida,” ucap seseorang yang di sebut suamiku sebagai temanya tersebut.
“Lu… Lufin.”ucapku terbata-bata. Sungguh memalukan…

***

Minho Pov

Sudah sebulan lebih aku tinggal di rumah ini. Di rumah hyungku -cingu- yang sudah berumah tangga. Yah, aku tinggal disini bukan karena keinginanku. Aku lebih memilih tinggal di gubuk dari pada disini. Karena istri hyungku ini sangat cerewet dan bawel. Membuatku sulit menjalankan misi.

You know mission? Bila kita main game, setelah selesai terkadang suka ada tulisan ‘Mission sucess’ yah itu tanda bahwa kita berhasil. Karena aku seorang FBI aku mempunyai beberapa misi penting sepanjang aku tinggal disini.

Tapi, aku disini hanya menjadi mahasiswa biasa. Karena identitasku harus di rahasiakan. Yah begitulah aku…

“Minho~ssi… sedang apa kau?” terdengar suara seorang yeoja mendekat. Aku yang sedang membaca beberapa misi di komputerku langsung menutupinya dengan sebuah kain panjang tepat berada di sampingku.
“Lagi… lagi bikin tugas… tugas dari dosen,” ucapku mencari kata-kata untuk membuatnya tidak curiga.
“Boleh aku membantu?” tanya nya dengan senyum lebar yang membuat pipinya naik dan menjadi chubi.
“Tidak!” ucapku sedikit keras. Yah, memang aku sangat sensitive kalau tentang tugas dan sebagainya.
“Beraninya kau, sini…”

Yah beginilah sehari-hari …
Kalau aku tidak menurutinya, atau memenuhi permintaanya dia akan menjewer telingaku dan menasehatiku berjam-jam. Dan Eeteuk hyung yang melihat itu hanya senyam senyum sendiri.

“Sudah Lufin.. kasian dia..”
“Eeteuk, laki-laki mencurigakan seperti ini mana mungkin di kasihani.”
“Biar aku yang urus… kamu masak saja dulu,”
“Hm, tapi benar yah dia di hukum…”
“Iya..”

Akhirnya yeoja aneh itu melepaskanku. Sekarang aku dan Eeteuk hyung.

“Hyung mau menghukumku?” dia malah tertawa.
“Tidak… ayo temani aku membereskan gudang.”
“Itu juga termasuk hukuman,” keluhku. Aku paling malas bebersih.
“Yah terserah deh… Hyung ke gudang dulu yah.”

***

Eeteuk Pov

Yang pertama mengelabui istriku dulu. Dan sekarang Minho dengan mengajaknya ke gudang pasti tidak akan mau. Dan hal itu benar!! Dia tidak mau. Aku pun leluasa untuk menghubungi ‘Pusat’.

Mengeluarkan sebuah HP yang tidak ada nomernya dan menekan satu tombol untuk mengunakanya.

“Ada apa agen 123?”
“Apakah aku ada tugas baru???” tanyaku menunggu tugas baru. Sudah lama aku tidak bertugas.
“Hm.. apakah ada anak yang bernama Minho di rumahmu?”
“Bagaimana kau bisa tau??”
“Karena aku yang menyuruhnya. Dia agen baru dan harus menyelesaikan beberapa misi di sekitar lingkunganmu. Tolong awasi dia! Jangan sampai ia jatuh cinta, dan catatan ia tidak tau kalau kau agen FBI yang sama seperti dia.” Aku berdeham sejenak memikirkan kembali apa yang harus aku lontarkan untuk menjawab hal tersebut.
“Ya… Eeteuk agen 123 siap bertugas.”
“Baik kalau begitu! Semoga sukses!!!”

Boleh aku tidak melakukan hal ini? Ini berat melarangnya untuk tidak mencintai seseorang. Apa lagi aku tau, banyak perempuan yang menyukai temanku ini. ‘hm.. sulit!’

“Eeteuk ayo makan!!!” teriak istriku dari dapur terdengar sangat keras menggema di gudang.

***

“Eeteuk ada yang ingin aku bicarakan,” ucapnya padaku saat aku mau mulai makan.
“Apa itu?” jawabku lemas.
“Apakah kau telah menghukumnya??” sekarang dia melirik tajam pada Minho yang baru saja duduk di kursi. Aku memberi tanda isyarat agar ia merasa kesakitan tanda aku menghukumnya..

***

Minho Pov

Bahasa isyarat.? Mataku tertuju pada Eeteuk hyung yang memberi bahasa isyarat dengan mengerutkan keningnya dan sedikit menengok kearah Lufin, istrinya yang bawel itu.

“Aduh… kepalaku, hyung memukulnya terlalu keras.”ucapku sambil berakting dengan sebaik mungkin. Tapi memang sakit, karena saat mau kesini aku kesandung dan kepalaku terjeduk ke tembok dengan lumayan keras.
“Wah!!! Apakah itu sakit sekali. Eeteuk kau memukulnya terlalu keras. Ayo Minho aku obati dulu…” lo?
“Lufin.. aku tidak sengaja,”
“Ah.. meminta maaf lah pada dia.”ucap Lufin dengan wajah sedikit kesal kearah Eeteuk hyung. Eeteuk hyung menanggapinya dengan mengeluarkan nafas panjang dan meminta maaf padaku. Aku jadi merasa bersalah??

***

“Dimana yang sakit??” ucap Lufin sambil membawa kompresan saputangan yang sudah di rendam air hangat terlebih dahulu.
“Di kepala sebelah sini..” ringisku pelan.
“Sini dekatkan kepalamu.” Ucap Lufin sambil memegang sebuah saputangan dan menaruhnya di letak sakitnya kepalaku.
“Aww… jangan keras.. keras,”
“Babo! tahan dong… kamu kan laki-laki,” ucapny sambil terus memaksa mengompresku walau aku menolak.
“L.U.F.I.N!!!” teriaku sambil menekan setiap huruf dalam namanya.
“Mwo?”
“Pelan-pelan,, u-know? Pelan.. pelan..”
“Yah.. I know, u-know Yunho kan,”
“Bukan Babo!!!” ucapku kesal.
“Mwo? Babo? beraninya kau..”

Dalam sekejap dirinya yang berada di depanku kehilangan ke seimbangan dan terjatuh di badanku dengan posisi layaknya orang yang sedang berpelukan, kutatap wajahnya yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya. Ternyata dia miinah!

***

Eeteuk Pov

“Sedang apa sih mereka?? Lama sekali…” gumamku sambil berjalan kearah ruangan tempat mereka berada.
Terdengar suara orang teriak-teriak dari dalam. Sepertinya mereka bertengkar lagi… aku geleng-geleng kepala. Ingin membuka pintu takut menggangu. Dan lagi nanti Lufin marah padaku gara-gara masalah yang tadi. Tapi aku penasaran,

“Hei ap…..a ya..?”aku membuka pintu dengan tergesa-gesa dengan cepat dan mendapati mereka dengan posisi yang tidak pas.
“Oops!” ucapku sambil kembali menutup pintu lagi.
“Teuki!!! Tunggu.. aku bisa jelaskan ini,”

***

Lufin Pov

Teuki!!

“Teuki!!! Tunggu… aku bisa jelaskan ini,”
Aku mencoba membangkitkan diri, dan berdiri tegak dan mengejar Teuki. Sampai tanganku di tarik Minho,
“Teuki!!!” teriakku lagi, dan dia berbalik bersamaan dengan…
Dengan…
Dengan… Minho…
Minho.. menar…
Menarikku ke dirinya dan mencium pipiku lembut, DI HADAPAN TEUKI!

Plak! Tanganku melayang tepat di pipi Minho. Melihat itu Teuki hanya menghembuskan nafasnya dan pergi. Meninggalkanku berdua,

Apa yang telah aku lakukan??
Aku istri yang bodoh! Babo!!!
Aku istri yang paling Bodoh,
Aku merusak HUBUNGAN ku sendiri.

‘Mian,’ terdengar Minho berbisik padaku.
“Bagaimana kau bisa meminta maaf atas yang telah kau perbuat!!” ucapku dengan di iringi tangis, sambil bangkit sambil memukul dengan kekuatan yang tersisa dalam diriku.
“Mian…” ucapnya lagi dengan posisi menatapku kaku.
“Ma…af? Bisakah…kau berkata selain maaf?” ucapku lagi sambil terus menangis. Sampai akhirnya ia menariku ke dekapannya.

***

Eeteuk Pov

Sekarang apa yang harus aku perbuat? Aku harus mempertanggung jawabkan semua ini. Misi ku sudah gagal sebelum aku bertindak. Minho telah menyukai seseorang, terlebih lagi seseorang itu adalah istriku sendiri. Jika ini ketahuan Minho akan di keluarkan dari FBI! Dan lagi masalahku dan Lufin belum selesai. Untuk saat ini aku memikirkan bagaimana nasib Minho terlebih dahulu.

Bagaimanapun caranya Komandan tau hal ini,

Drrttt… drrttt.. terdengar hp ku berbunyi. Aku langsung mengambilnya dengan tergesa-gesa, sampai sampai hp ku terjatuh duluan sebelum aku ambil.

“Yeobaseyo…” ucapku dengan nada gugup.
“Ada apa denganmu Agen 123???” terdengar suara yang tidak asing lagi bagiku. Suara Komandan,
“Hmm.. anu, tadi aku … yah sulit di ceritakan,” jawabku dengan terbata-bata. Babo! ini akan membuatnya semakin curiga,
“Ohoo… bagaimana dengan misi mu?”
“Hm, ber..berjalan dengan baik!” ucapku lagi.
“Baguslah kalau begitu. Pantau dia terus!”ucap Komandan sambil memutuskan sambungan. Aku yang masih berkeringat dingin hanya membeku mendengar itu semua.

Sekarang aku harus melihat keadaan Lufin! Ucapku sambil berlari pelan untuk kembali. Sebelum sampai, dari jauh aku melihat Lufin sedang berpelukan kembali dengan Minho dengan posisi berdiri.

Apakah aku harus mengalah? Melihat mereka yang sepertinya bahagia seperti itu.

***

Minho Pov

Rasa bersalah terus menghujaniku. Melihat Lufin yang terus menangis dalam dekapanku membuatku berdosa. Mengapa aku bisa menyukai dirinya?

“Sudahlah… lebih baik kau istirahat di kamar,” gumamku sambil menopangnya yang sudah lemas ke kamar. Menidurkanya, lalu keluar dan menutup pintu.

“Minho.. bisakah kita bicara?” tampak di depanku sudah ada Teuki hyung.

(15 menit kemudian…)

Kami hanya terdiam satu sama lain di ruang tamu. Tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut kami,

“Hm..” akhirnya keluar kata dari mulut kamu bersamaan,
“Hyung duluan..” ucapku cepat. Sekarang Teuki hyung menarik nafas untuk memulai kata pertama yang akan ia ucapkan padaku,
“Apakah kau mencintai istriku?”
Degh! Aku harus jawab apa? Menjawab jujur??
“Jujur saja…” lanjut Teuki hyung.
“Ne,” ucapku dengan nada pelan, sepelan mungkin. Kalau bisa jangan sampai Teuki hyung mendengarnya.
“Hm.. kalau begitu, aku titip dia yah..” sekilas tampak senyum dari bibir Teuki hyung dan dengan cepat dia sudah menghilang dari hadapanku.

***

Seminggu setelah kejadian itu Teuki hyung belum pernah pulang kerumah. Tidak di ketahui jejaknya. Tidak bisa di hubungi…
Dan buruknya aku harus berbohong pada Lufin. Aku bilang padanya Teuki hyung ada kerjaan mendadak ke luar kota dan tidak tau berapa lama ia disana. Itu karena aku memang tidak tahu kapan Teuki hyung kembali?

“Minho…” panggil Lufin,
“Ya?” tanyaku bingung. Melihat dirinya yang sudah rapih dengan dress biru shapipre kesukaanya.
“Bisakah kau antar aku ke taman? Aku mau refresing…” aku mengangguk cepat dan berlari ke kamar untuk mengambil kunci motor.
“Tidak usah pakai motor.. aku ingin jalan,”

***

“Apa yang ingin kau lihat di taman?” tanyaku.
“Entahlah… aku rindu pada sesuatu yang ada di taman,” ucapnya sambil memandang lurus tapi masih tersenyum.
“Apakah kau rindu Teuki hyung?” tanyaku tiba-tiba. Melihatnya yang berubah menjadi tersenyum lirih padaku,
“Ya, aku sangat merindukanya…”
“Terus?” tanyaku lagi melihat bibirnya yang mau mengucapkan sesuatu.

Dia meraih tanganku dan menggandengnya dengan lembut.

“Bolehkah aku mengganggapmu sebagai Teuki, untuk hari ini..?”
“Hm…” aku menunduk memikirkan hal tersebut.

Ternyata dia hanya menyukai Teuki hyung, tak ada satupun hatinya untukku. Aku jadi merasa bersalah terhadap Teuki hyung.

***

Eeteuk Pov

‘Itu mereka?’ gumamku sambil bersembunyi kembali di balik semak-semak. Sepertinya mereka mau berjalan-jalan.

Aku berjalan sepelan mungkin dan mengikuti mereka dari belakang. Dan berhenti tepat dimana Lufin tersenyum senang dan menarik tangan Minho untuk di pegangnya. Dan berjalan seperti sepasang kekasih,

Sepertinya Minho sudah menggantikan diriku. Kalau begitu aku harus bertanggung jawab atas misiku sendiri,

***

“Ada apa Agen 123? Tumben sekali kau ke markas?” ucap seorang yang gagah dan aku hormati sebagai pemimpinku.
“Aku ingin bicarakan tentang misiku..” ucapku pelan,
“Ada apa dengan misimu? Lancarkan?”
“Hm… misiku gagal. Minho jatuh cinta pada seorang perempuan…” ucapku dengan sedikit menggigit ujung bibirku.

“Gagal! Tidak apa-apa, ini bukan kesalahanmu…”
“Maksudmu?” tanyaku bingung.
“Kau tidak akan di hukum, dia yang akan di hukum. Ia akan di keluarkan dari sini..!”
“Tapi… dia? Di keluarkan?”
“Yah!di keluarkan..”
Sekarang aku berbuat salah lagi… mengapa aku harus bilang? Dan kenapa hukuman ini menimpa Minho bukan diriku.

“Tunggu! Bolehkah aku meminta satu syarat padamu?”

***
Lufin Pov

“Ya?” ucapku masih dengan pikiran kosong.
“Kau melamunkan apa? Dari tadi di panggil-panggil tidak menjawab?” ucapMinho sambil menatapku dengan mengerutkan keningnya.
“Tidak melamunkan apa-apa..”ucapku lirih. Rasanya di tinggal Teuki selama seminggu bagai setahun. Rasanya seluruh hidupku hampa. Sedang apa yah dia?Sudah makan atau belum? Jangan sampai ia kembali dengan kurus di badanya,
“Ada paket untukmu!” ucap Minho yang membuyarkan lamunanku.
“Paket?”
“Yah.. paket, nih!”

Kubuka dengan perlahan kertas demi kertas yang membaluti paket tersebut. Nyalakan TV mu.. Aku langsung berlari ke ruang keluarga menyalakan TV. Duduk di paling depan dengan perasaan sangat cemas. Diikuti Minho yang duduk di sebelahku.

(Isi Video..)

Lufin? Apakah kau ingat aku…? Hehehe…
Aku suamimu, tapi… itu tidak lagi.
Karena aku akan menyerahkanmu pada Minho,
Kulihat kau sangat bahagia di dekatnya, dan begitu juga dengan Minho yang mencintai dirimu.
Dan satu hal.. aku mempunyai rahasia yang dari dulu aku rahasiakan padamu,
Aku adalah Agen FBI,
Untuk misi terakhirku aku di suruh menjaga Minho agen baru disini,
Minho yang beradadi sebelahmu adalah misiku,

“Tunggu bagaimana ia tahu Minho ada di sebelahku? Jangan-jangan…”

Jangan bangkit dari tempat dudukmu,
Aku belum selesai berbicara…
Hm…
Aku jadi lupa mau berbicara apa…?
Minho, tenang.. kau tidak di keluarkan dari agen…
Aku menyerahkan jabatanku padamu,

“Maksudmu hyung?”

Kau pasti mengerti…
Aku ingin kau bahagia dengan Lufin, jadi…
Aku…

Aku sudah tidak kuat lagi, aku berlari mendobrak satu persatu ruangan dan kamar di rumah ini. Dimana dia berada? Dimana dia ? Teuki… Teuki,? Dimana dia?? Dimana dia??? Tubuhku tidak kuat lagi berdiri. Aku tertunduk lemas di depan pintu ruangan kami, ruangan kushus aku dan dia.

Tertunduk lemas sambil terus menangis, menangis…

“Lufin…” terdengar suara lembut memanggil diriku, aku mengangkat kepalaku dengan bergetar karena tangis.
“Jeongmal Mianhe…” ucapnya sambil memelukku.
Sarangae, bisiknya sambil mengangkat wajahku. Mengelapair mataku dan mencium bibirku dengan lembut. Tatapan, sentuhan dan ciuman yang sangataku rindukan dari dirinya…
“Teuki… jangan pernah tinggalkan aku lagi,” ucapku lirih.
“Aku berjanji…”

***

PROLOG :

Minho Pov

Melihat Lufin bangkit sambil berlari dan membuka satu demi satu ruangan, aku pun ikut bangkit dan berlari keluar. Tepatnya ke garasi.

“Hyung!”
“Minho? Kau? Lufin..?”
“Lufin tidak disini, ia sedang sibuk mencari dirimu di dalam sambil menangis,”
“Kenapa dia menangis, sedangkan kau berada disisinya…”
“BODOH! Dia sama sekali tidak punya perasaan padaku. Dia… Dia mencintaimu! Cepat hampiri dia!!”

Teuki hyung pun langsung berlari masuk ke dalam, entah apa yang akan terjadi di dalam, Rasanya hatiku tenang…

FIN

*di tunggu komentarnya^^~*