RSS Feed

Tag Archives: Taeyeon

Protected: The One I Love

Posted on

This content is password protected. To view it please enter your password below:

[Drabble] Still Love

Posted on

Title : Still Love

 

Long : Drabble

 

Author : Han Sang Ra a.k.a Riri

 

Cast : Leeteuk and Taeyeon

 

N.b : Ini FF singkat, silahkan menikmati.

ooo

Apa yang terpikirkan olehmu,

Jika seorang kakek tua berumur 85 tahun,

Bangun pagi,

Lalu menyiapkan bubur,

Dan berjalan sejauh 20 km,

Hampir setiap hari ia melakukan hal itu,

Sejak 30 tahun yang lalu,

Untuk menyanyikan sebuah lagu di atas bukit,

Di depan makam istrinya,

Dulu,

Dia berjanji,

Akan menyiapkan sarapan bubur,

Dan menyanyikan lagu kesukaan istrinya hingga akhir hayatnya,

Itulah kisah kakek Leeteuk,

Bisa kita ambil kesimpulan,

Seberapakah cinta yang kita persembahkan kepada orang yang kita sayangi,

Sudah besarkah rasa cinta kita saat ini,

ooo

Jangan pernah sia-siakan waktu,

 

Jangan buat waktu membuat diri kita menyesal,

 

Berikanlah sisa hidup kita dengan cinta kepada orang yang kita sayangi,

 

Selalu tebarkan cinta dan kasih sayang,

 

FIN_

Minim Stories : 1S : YURI

Posted on

Title : Minim Stories

Genre : Life

Type : YURI

Rating : PG

Main Cast :

~Kim Taeyeon (Girls Generation)
~Choi Sooyoung (Girls Generation)

Support Cast :

~Kyuhyun (Super Junior)
~Girls Generation

Author : Han Sang Ra

——————————————————————————————————-

“TAENG!! APA MAKSUDMU DENGAN INI !!!”

“ADA APA SIH SOOYOUNG!!!”

“KAU BISA LIHAT INI!! APA MAKSUDNYA!!”

Yeoja yang kerap di panggil Sooyoung itu sedikit mendorong yeoja yang lebih kecil darinya agar melihat ke laya note book.

“Ini gak kenapa napa?” ucap yeoja kecil itu watados.

“AIH!!! KAU TIDAK PERNAH MENGHARGAIKU!!!”

Sooyoung kesal dan beranjak pergi sambil menyeret jaketnya keluar.

“Aduh duh duh…,” kaget seorang yeoja yang mau masuk ke kamar tertabrak Sooyoung.

“Onnie, Sooyoung kenapa?” tanya yeoja itu pada Taeyeon. Taeyeong tak menjawab, ia menggigit bibirnya dan segera berlari menyusul Sooyoung.

Yeoja itu tertabrak lagi oleh Taeyeong.

“Aduh! Aku jadi bulan bulana mereka, memangnya ada apa sih?”
Dia mendekat ke note book dan membaca isinya, “Oh, gara-gara ini… dasar Sooyoung, Sooyoung.”

+++Sooyoung Pov+++

“Ah!” dercakku kesal sambil melempar beberapa kerikil ke laut. “TAYEON!!! KAU JAHAT!!!!” teriakku kepada laut yang sunyi senyap. Ngok ngok, suara burung terbang menandakan hari menjelang malam. Srrr Srrr… pesisir pantai terud berderup pelan.

“Sooyoung?” ku balikan badanku yang sedang manyun lima centi itu ke sumber suara.

“Apa?!” tanyaku ketus.

“Kau ketus sekali,” ucapnya sambil duduk di sebelahku. Aku tidak menghiraukanya dan terus melempar batu kerikil ke laut.

“Ada apa denganmu? Sedang bertengkar lagi?” tanya sosok di sebelahku.

“Ah! Kau mengganguku saja!!” dercakku sambil beranjak pergi meninggalkanya. Tapi dia menarikku untuk duduk kembali.

“Ceritakanlah, aku akan menjadi pendengar yang baik.”

“AH!! AKU TIDAK MAU MENCERITAKANYA!!!” bentakku kesal sambil melepas tanganya yang sedang menggenggam tanganku.

“Uhm, baiklah kalau begitu. Aku akan mengikutimu sampai kau bercerita padaku.” Ancamnya.

“AH!! Kyu! Kau bisa tidak menggangguku sehari saja.” Keluhku menyerah dan duduk kembali.

“Aku tidak akan mengganggumu kalau kau menuruti permintaanku!”

“Baiklah, uhm…”

“Cepat ceritakan,”

“YA BENTAR DONG KYU!!! AKU LAGI BERPIKIR!!”bentakku kesal. ‘dia tidak sabaran sekali,’

“Hahaha… ne ne, ayo cepat.”

+++Taeyeon Pov+++

“Hosh… hosh… ad… uh… soo…young kem…hosh kemana sih?” ucapku dengan terengah-engah.

“YA BENTAR DONG KYU!!! AKU LAGI BERPIKIR!!”

“Ha? Suara itu… hosh…hosh,” ku berjalan tertatih memakai tenaga tetes teakhir.

Kulihat orang yang sedang ku cari itu sedang duduk berdua di tengah pasir pantai dekat pesisir sambil bercanda ria menurutku. Ku urungkan niatku untuk mendekatinya, ku duduk lemas di balik semak semak. Memperhatikan mereka yang asyik di pantai berdua.

+++Sooyoung Pov+++

“Uhm, aku sedang cemburu!” akhirnya aku meluapka semua perasaanku.

“Cemburu? Kenapa?”

“AH!! KAU TIDAK UPDATE!!! GAME WAE DIPIKIRANMU!!” omelku pada Kyu.

“Sorry sorry… memangnya ada apasih?”

“KAU TIDAK TAU!!! COUPLE YANG BEREDAR SEKARANG ADALAH TEUK TAE!!! AKU BENCI ITU!!!” umpatku kesal sambil melepar batu besar ke laut dan cipratannya mengenaiku dan Kyu hingga basah kuyup.

“Hei! Kau marah boleh saja, tapi jangan libatkan aku.” keluh Kyu sambil membersihakan pasir yang yang menempel bersama cipratan tadi.

“Aduh, mianhe.. mianhe…” ucapku sambil terkekeh dan membantu membersihkan bajunya.

“Ya sudah sudah, nanti kalau ada yang lihat bisa gawat. Percepat ceritamu,”

“Uhm, lihat saja di Blog. Pasti mereka mengepostnya.”

“Hahaha, ya sudah. Terus sekarang kau mau bagaimana?”

Aku terdiam. Rasanya sakit mengingat ngingat blog tersebut. Apa lagi beritanya. Membuatku… Ah!

“Kau menangis?” tanya Kyu watados.

“MENURUTMU APA! AIR LAUT HAH!!”dercakku kesal dengan sikap sok polosnya itu.

“Pinjam bahuku saja,” ucapannya memberhentikan tangisku sebentar.

“Bagaimana kalau Sungmin melihat ini?” tanyaku gugup. Aku takut di bunuh sama Sungmin.

“Tenang saja, Sungmin~ah tidak akan marah. Hehehe… lagian dia lagi beli pakaian baru untuk persiapan nanti malam, biar HOT!”

“Ah! Gila lo!!! Dasar mau itu ajah di umabr umbarin.”

“HAHAHA!!! Biarin,”

Aku mendekat perlahan kea rah Kyu dan menaruh kepalaku di pundaknya.

“Aku kangen Taeng,” gumamku pelan.

“Sabar yah… berbaikanlah nanti saat pulang, aku akan bicara ke Teuki hyung masalah ini,”

“Gomawo^^~ kau memang namja yang bisa di andalkan, kekeke.”

+++Taeyeon Pov+++

“AH RUJIT!!!! BENCI BENCI!!! HATE HATE HATE!!!!” dercakku kesal di dalam dorm. Ku banting semua barang yang aku lihat, sekalian ajah aku ambil korek api dan baker ini dorm.

“Aduh onnie, ada apa sih?” tanya Jessica yang sedang suap suapan dengan Yuri.

“AH!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN!!! MEMBUATKU MUAK!!!” ku lempar bantal kearah mereka.

“Aduh onnie…” keluh Jessica langsung di peluk Yuri. ‘Arrrgghhh!!’ dercakku kecil.

“Aku pulang…”

PLAK!!!

“Ah… Taeng ada apa denganmu,”

“ADA APA DENGANMU!!! ADA APA!! HARUSNYA AKU YANG BERTANYA SEPERTI ITU SOOYOUNG!!! KAU BERDUAAN DENGAN KYU!!! APA MAKSUDNYA!!!”

“Aku hah?”

“YES YOU!! IN BEACH!!”

“TERUS KENAPA!! KAU BERANI BEGINI PADAKU, SEDANGKAN APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU! KAU SELINGKUH!!!” bentaknya sambil membanting pintu dan berjalan ke kamar.

“Hah?”

Aku tidak mengerti maksudnya. ‘aku? Selingkuh? Bukannya dia yang selingkuh?’ batinku. “Hiks… hiks…Kyu…Kyu,” ku dekatkan diriku ke kamarnya. Menguping sedikit apa yang ia katakan.

“Hiks.. Kyu, aku…Hiks…”

Mendengra kata ‘Kyu’ aku langsung mendobrak kamarnya.

“JADI INI! KAU MENUDUHKU SELINGKUH!! BUKTINYA KAU!!!” umpatku kesal.

Dia melihatku peluh, matanya yang memerah bersamaan dengan hidungnya. Air yang sudah menggenang di matanya sudah siap tumpah. Ada beberapa tetes yang mengalir membuat kemarahanku berubah menjadi iba. ‘Apa yang kau perbuat Taeng?’ batinku terisak.

“Kau…Ah~” lirihnya sambil beranjak pergi.

“Sooyoung… hei.. Soo…” suara Kyu terdengar keras di Handphonenya. Tanganku bergetar memungut Hpnya yang terjatuh,

+++Sooyoung Pov+++

Kapan ini semua berakhir.. hiks… aku merindukanya, aku ingin memegang tanganya dan mendekap tubuhnya yang mungil itu. Ah~

Semua usahaku sia-sia.

Ku raba-raba kantongku, mencari benda kecil penenang hatiku.

“Damn! where my cell phone!” dercakku kesal. Aku berbalik arah, mengurung niatku untuk pergi dan mengambil handphoneku.

“Sooyoung,” suara lirih di depanku membuatku menatap kearahnya.

“WHAT ARE YOU DOING IN HERE!!!” umpatku kesal. Dia tidak memakai alas kaki dan terlihat lecet lecet di pergelangan kakinya. Tidak memakai jaket di musim yang cukup dingin ini.

“Soo,” lirihnya pagi.

“MWO!! GET OUT!!!” umpatku lagi. Ku mendorong badanya yang mungil hingga ia tersungkur ke aspal. Aku tidak peduli. Sikapku ini, ah~ sudahlah.

Aku terus berjalan kesal. Dia terus lirih memanggil namaku,

“Soo… mianhe,”

Ku hentikan langkahku. Mendengar suara tubuh yang ambruk. Ku balikan badanku, melihat tubuh orang yang ku sayangi pingsang dengan amat mengenaskan di trotoar.

“Taeng, taeng!!” ku berlari kecil kearahnya dan mengangkat sebagian badanya ke pahaku. Ku pukul pukul pelan pipinya tidak merespon.

“Taeng!!! Bangunlah!!!” ku keraskan suaraku. Tapi tetap saja tidak merespon. Ku angkat tubuhnya dan ku bawa secepat mungkin ke rumah.

——————————————————————————————————-

“Soo, soo…,” lirih Taeng yang tersadar dari tidurnya yang panjang.

“Ne, kau sudah bangun.” ucap Sooyoung dengan mata nya yang sembab dan tersenyum kecil.

“Kau, ada apa denganmu. What’s wrong with your eyes?” tanya Taeng cemas sambil memegang pipi chubby Sooyoung.

“mmpphhh… aku hanya menangis,” jawabnya jujur.

“Kau tidak bangun selama empat hari onn,” jelas Fany yang lewat dan memberitahukan apa yang terjadi.

“Kau sudah bangun onn!! Kita sangat mengkhawatirkanmu,” ucapa Yoona dan Seohyun bersamaan dan mereka tertawa bersama.

“Bisa tinggalkan kita berdua?” lirih Taeng lemas. Para member yang lain hanya ngangguk ngangguk mengerti dan meninggalkan Taeng dan Soo di kamar.

“Why?” tanya Soo, memulai percakapan.

“Uhm, You’ve forgiven me?”
Soo tersenyum mendengar pertanyaan Taeng.

“If not?”

Taeng terdiam,

“Yes, if it has not. I’ll sleep again …”

“Jangan…” rengek Soo sambil cemberut.

“Ya kalau begitu maafkan aku, aku kan sudah memaafkanmu!” ucap Taeng keceplosan.

“Hahaha, kau memang chagiya ku yang baik. Kiseu!!” rengek Soo lagi kepada chagiyanya.

“Sini sini..!!”

Yah akhirnya seperti ini. Mereka berbaikan dengan ciuman hangat di bibir mereka.

~fin~

Sekian dari Author mengucapkan terimakasih kepada para Readers semua!! Gomawo^^~

Minta Komentarnya yah, ini FF YURI pertama Readers 

Picture Of You : 1S : Straight

Posted on

Title : Picture of You

Genre : *dengarkan saja lagunya Picture of You by TVXQ*

Rating : PG

Type : Straight

Main Cast :
Kim Taeyeon in Girl’s Generation
Lee Jinki in SHINee

Support Cast : Lee Taemin in SHINee

Ket : This my first fanfiction one shot

Credit Song : Picture of You by TVXQ.

Author : Han Sang Ra a.k.a Riri

All in storie is Taeyeon Pov

***

Plaak!! Suara tamparan keras mendarat di pipiku, aku meringis kesakitan..

“Kamu harus bisa masuk Universitas itu, pokoknya ommoni gak mau tau..” ucap Ommoniku, dan langsung pergi meninggalkanku terkapar di lantai yang beralas karpet merah ati, yang mengampar dari ujung pintu masuk sampai ruang tamu rumahku,

Namaku Kim Taeyeon, aku biasa di panggil Taeyeon oleh teman-temanku,Aku dilahirkan di Korea Selatan, lebih tepatnya di kota Seoul, tanggal 9 Maret 1992, umurku sekarang 19 tahun sudah saat nya aku memilih jurusan kuliah mana yang akan aku tempuh,

Aku sangat senang bernyanyi dan menari, walaupun suaraku tak seindah dan sebagus para seniorku, aku ingin sekali menempuh jenjang ku di dunia seni, tapi orang tuaku berkata lain, aku di wajibkan harus mengikuti kesehatan dan menjadi dokter, agar kehidupan masa depanku terjamin.

Tapi aku menolaknya, karena aku tak menyukai apa yang namanya jadi dokter itu, dari kecil aku sangat takut kedokter, sehingga aku sangat tidak menyukai yang namanya dokter itu,

Semenjak aku ngotot ingin masuk Universitas seni, ommoniku bersi keras memaksaku untuk masuk ke kesehatan, aku sudah muak dengan pemaksaan ini, sampai akhirnya seperti ini, aku di tampar dan di tinggal pergi di rumah sendiri,

……………………………………

Pagi-pagi yang cerah ini, awan yang indah ini, suara burung yang berkicau ini adalah awal hari burukku yang akan aku lalui siang nanti, aku bangun dengan lemas, aku memegang pipi kiriku yang terkena tamparan kemarin, rasanya masih sakit,

Aku berjalan menuju kaca, aku lihat diriku bagaikan monster, rambutku yang pendek dan luruh sudah acak-acak menjadi kribo dan bajuku yang kusut, serta kotoran mata yang berada di pinggir mataku,

Aku berjalan pelan menuju kamar mandi dan membasuh mukaku, tanpa berpikir panjang aku bergegas mandi dan sarapan, saat sarapan suasana sangat hening sekali, tak ada satupun topik pembicaran yang keluar,

Aku berangkat dengan berjalan kaki menuju sekolahku, ini adalah seminggu terakhir aku sekolah, dan dibagikan sedikit ulangan umum, mwo?! Omona nilaiku turun sekali, desisku seperti ingin merobek-robek hasil ulangan Sains ini,

Pulang sekolah aku lalui dengan lesu, bisa mati bila aku berada di rumah? Pikirku, tapi aku tak berani kabur sejak kejadian kemarin, membuatku selalu merinding,

Wuussshh!! Angin yanga kencang datang, aku yang sedang melamun dan tak memegang kertas ulangan dengan kuat, membuat kertas ulanganku terbang terbawa angin, aku mengejarnya dan sampai akhirnya ulangku mendarat di wajah seorang namja yang sedang duduk di taman di belakang rumah sakit,

“Mianhe oppa~” ucapku sambil mengambil kertas ulangan itu dari wajahnya, oppa~ itu tidak marah, ia hanya tertawa dengan nilai yang aku peroleh itu,

“Hahhaaa.. nilai apa itu,,” omona~ ketawanya keras sekali, semua pengunjung taman langsung melihat kearah kami berdua, wajahku malu tak karuan,

“Oppa, jangan keras-keras..sssttt” ucapku sambil menaruh telunjukku ke mulut tanda jangan berisik, namja yang aku panggil oppa~ itu pun menghentikan ketawanya, ia memegang perutnya yang sepertinya kesakitan terlalu banyak tertawa,

“Siapa namamu?” Tanya oppa~ itu padaku, yang semenjak tadi memanggilnya oppa~ walau tak mengenalnya…

“Kim Taeyeon imnida, oppa~ bisa memanggilku Taeyeon~” jawabku pada oppa tersebut, sambil mengulurkan tanganku tanda perkenalan..

“Lee Jinki imnida, kau bisa memanggilku Onew oppa~” ucapnya memberitahu namanya, Lee Jinki ke Onew? Jauh banget! Gumamku sembari berpikir,

“Dari jauh, aku melihatmu lesu sekali, ada apa?” Tanya Onew oppa~ padaku yang memang benar fakta aku lesu hari ini, aku menceritakan mengapa aku lesu, dari di paksa masuk Universitas kedokteran, di tampar Ommoni sendiri dan nilai ujianku turun,

“Memangnya bila kamu tak mau masuk Univerisitas kesehatan/kedoteran, kamu mau masuk kemana??” Tanya oppa itu padaku,

“Seni! Karena aku sangat suka bernyanyi,” ucapku sambil tersenyum senang, Onew oppa~ pun ikut tersenyum senang memandangku,

“Oppa~ masuk Universitas mana?” tanyaku penasaran, mengapa anak kuliahan berada disini??

“Aku kuliah di bidang yang kamu tolak tadi, tapi karena ku sedang sakit aku berhenti dulu untuk waktu yang aku tidak tahu tepatnya, ” ucapnya sambil tersenyum memandang langit dengan gumpalan awan yang bergerak,

“Wah! Berarti aku…ah, sudahlah tidak apa-apa,” desisku sendiri, untung saja oppa~ tidak mendengar,

Akhirnya hari sudah sore, aku pamit pulang kepada oppa~ dan oppa~ berjanji akan melihatkan sesuatu besok padaku bila aku datang kerumah sakit,

…………………………………….

“Apa ini?!” ucap Ommoniku yang melihat hasil ulanganku turun drastis, ia masuk ke kamarku dan memarahiku habis-habisan, dan sepertinya dia mau menamparku kembali karena tanganya sudah melayang menuju wajahku,

“Stop! Mah, stop! Sudah biarkan saja, dia..” ucap seorang namja yang tak lain adalah Obojiku,

“Bagaimana harus di biarkan, lihat hasil ulangan nya turun begini,” ucap Ommoniku memperlihatkan hasil ulanganku pada Obojiku,

“Ini juga gara-gara didikan Omma~ yang terlalu keras, sampai Taeyeon tertekan!!” ucap Obojiku membentak kearah Ommoni,

“Ya sudahlah terserah Appa~” ucap Ommoniku sambil berjalan pergi keluar kamar dan menangis, Obojiku juga memarahiku dan mengejar Ommoniku, sepanjang malam aku mendengar mereka bertengkar dan tidak bisa tertidur,

Aku berpikir keras, apa yang harus aku lakukan, aku yang sudah tidak mau dipaksa dan membenci itu, tak kuat rasanya melihat Ommoni menangis, aku sangat merasa bersalah.. Omona~ apa yang harus aku perbuat?

………………………………

Di pagi hari, aku bangun dengan mata sembab dan menghitam di sekitarnya, karena aku hanya tidur selama tiga puluh menit, aku berjalan ke kamar mandi dan membersihkan badanku,

Seperti biasa suasana hening selalu meliputi saat makan bersama, aku sudah tak kuat dengan keadaan seperti ini, semenjak Jessica onnie kabur dari rumah dan Kibum oppa~ meninggal dunia, aku menjadi anak tunggal dan selalu menjadi bulan-bulanan keinginan orangtuaku yang sebenarnya aku tak ingin melakukannya,

“Omma~, Appa~ Taeyeon sudah berpikir dari malam tadi,” ucapku memulai pembicaran tapi tak ada satupun orangtuaku yang menyahut, aku meneruskan ucapanku tadi..

“Taeyeon akan masuk ke Universitas yang Omma~ inginkan,” ucapku dengan berat hati, tapi mau gimana lagi aku tak mau melihat Ommoniku menangis,

“Hah! Benarkah itu?” ucap Ommoniku menjadi bersemangat, aku menjawabnya dengan mengangguk dan tersenyum pelan, Ommoni bangkit dari tempat duduknya dan memelukku dengan erat, Jeongmal gasahamnida !! ucap Ommoni padaku,

Seperti biasa aku berangkat kesekolah, tapi kali ini beda aku diantar oleh Obojiku, di sekolah hari-hari dilalui seperti biasa, dan saat pulangnya aku berkunjung dulu kerumah sakit,

Di belakang rumah sakit, Onew oppa~ telah duduk menungguku, saat aku melambaikan tangan kearahnya, dia balik melambai dengan tersenyum lembut, senyum oppa~ memang bagaikan malaikat, menenangkan hati, tapi anehnya sampai sekarang oppa belum pernah punya cagiya,,

“Oppa~ aku datang sesuai janji, apa yang mau oppa perlihatkan padaku,” oppa memegang tanganku dan membawaku masuk kedalam rumah sakit, hingga kami berhenti di kamar 1843 yang berada di lantai dua,

Oppa mengajakku masuk, di sana ada seorang namja yang duduk dan di balut badanya oleh seorang suster, ia masih muda, muda sekitar dua tahun di bawahku,

“Hyung.. siapa itu?” Tanya namja itu sambil tersenyum manis karahku, aku membalas senyumnya juga,

“Ini Taeyeon, kaka kelasmu..” ucap Onew oppa pada namja tersebut,

“Taeyeon nuna, perkenalkan Lee Taemin imnida,” ucapnya padaku sambil mengulurkan tanganya, aku membalasnya dan memperkenalkan diri kembali,

“Nuna mau masuk Universitas kedokteran juga?” tanyanya dengan puppy eyesnya yang lucu, aku mengangguk-ngangguk kecil,

“Aku dari kecil, ingin sekali jadi dokter.. tapi karena aku punya penyakit kangker hati, hal itu menghambatku untuk belajar, aku hanya bisa belajar bila sudah di ijinkan dokter…” ucap Taem~ panjang lebar dengan ekspresi yang sangat senang, kami terus bercakap sampai akhirnya waktu untuk pulang, aku pamit pada Taem,

Onew oppa~ mengantarku kedepan,

“Oppa~ hanya ingin meperlihatkanmu apa artinya hidup..” ucap oppa~ dengan menatapku dengan lembut,

“Gomawo oppa~ atas semuanya, sebelum pulang oppa mau antar saeng jalan-jalan,” tanyaku sambil berlaga memohon, Onew oppa~ mengangguk, kami berjalan-jalan ke taman ria, naik benda-benda permainan yang ekstrim, dan foto bersama beberapa kali untuk kenang-kenangan,

Sampai akhirnya pada malam hari aku dan oppa~ naik bianglala bersama, saat sedang berada di atas, jlep! Bianglala terhenti, dan sepertinya mati lampu, seluruh lampu kota yang terang dan indah saat tadi padam semua, aku sangat panik dan cemas, dan perasaanku tidak tenang,

“Saeng.. sudah jangan cemas, duduklah di sampingku..” ucap oppa~ padaku, aku menurutinya dan duduk di sebelahnya, dia merangkulku dan mengucapkan kata-kata aneh dengan suara kecil, aku tidak bisa mendengarnya,

“Saeng besok ujian masuk Universitas kan, kita berjuang bersama yah,” ucap oppa~ yang tiba-tiba bertanya seperti itu,

“Maksud oppa~?” tanyaku yang tidak mengerti dengan maksud oppa~, perasaanku tidak enak, Jlegarr!! Bunyi suara keras dari luar jendela, tampak beberapa kembang api besar bewarna-warni menyinari langit yang gelap dan sunyi,

“Wah!! Indah sekali,” ucapku sambil memegang jendela, Jleep!! Bianglala pun jalan kembali, saat tiba di tanah

“Akhirnya bisa menginjak tanah juga,” ucap Onew oppa~ sambil mereganggkan badanya, aku lupa dengan ucapan oppa~ yang tadi, aku pulang tanpa memikirkannya, tapi rasanya ada yang aneh dan mengganjal di kepalaku.

………………………….

“Huwa!! Lulus!!” ucapku sambil berteriak-teriak sendiri memegang kertas kelulusan masuk Universitas kedokteran,

“Kita rayakan bersama yuk!” ucap cingudeulku, tapi aku menolaknya karena aku harus kerumah sakit menjenguk oppa~

Ku lihat sekitar sambil berjalan pelan di pinggir jalan menuju Rumah Sakit, tempat oppa~ kesayanganku yang baru aku kenal berada, menungguku setiap hari..

Di sepanjang jalan, aku merasa aneh~ dari ucapan Onew oppa yang kemarin dan suasana hari ini, burung-burung yang biasanya berkicau tak satupun yang berkicau, udara yang hangat menjadi dingin dan suram, tak biasanya seperti ini, padahal ini hari bahagiaku..

Aku akhirnya mempercepat langkahku menuju ke rumah sakit, karena ingin cepat-cepat memperlihatkan hasil yang bagus ini padanya, aku berlari sepanjang rumah sakit, saat aku berada di depan pintu aku sudah tidak sabar, Klek.. aku membuka pintunya,

Tampak di tempat kasurnya ada beberapa ikat bunga mawar merah, hah! Apa maaksudnya ini? Gumamku, perasaanku tambah tidak enak.. aku berlari dan bertanya ke para suster,

Dug! Aku terjatuh kelantai, aku tak kuat menahannya lagi, aku tak percaya Onew oppa~ sudah tidak ada, Taemin yang melihatku memelukku dan menenangkanku yang terus menangis tak henti,

Onew oppa~ yang selalu menungguku di taman, bermain bersama, tempat curhat yang menyenangkan, yang selalu menungguku di kamar rumah sakitnya sambil tersenyum lembut menyambutku, senyumnya yang bagaikan malaikat, dan… semua itu membuatku bersemangat!! Akan hanya menjadi kenangan..

Terbaring Lee Jenki, semoga ia tenang di sana..
Dan yang tersisa hanya fotomu yang akan selalu aku kenang selalu..

…………………………

Beberapa minggu setelah itu, aku masuk ke Universitas kedokteran dengan bahagia, Oppa~ aku akan meneruskann tekadmu menjadi dokter terkenal! Gumamku sambil melihat gumpalan awan yang indah di langit,

“Hey!” ucap seorang namja menepukku dari belakang..

FIN

*readers yang kemarin baca FF gak ngerti.. saya buat FF yang semoga bisa di mengerti deh.. hehhe..*bow* mianhe buat yang kemarin…*
*di tunggu komentar, saran dan kritik yah cingu ^^~*